Sukses

Ini Perawatan Pasien Positif COVID-19 Omicron di Rumah

Pemerintah Indonesia merekomendasikan pasien positif Omicron agar menjalani isolasi mandiri. Berikut tips perawatan pasien Omicron di rumah yang perlu Anda tahu.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengubah strategi penanganan pasien COVID-19 Omicron. Pasien positif Omicron yang sebelumnya harus menjalani perawatan di rumah sakit, kini dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Hal ini disampaikan Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa (11/1/2022). Menurutnya, fokus perawatan pasien Omicron dialihkan ke rumah, karena mayoritas orang yang terjangkit mutasi virus corona tersebut mengalami gejala ringan.

Bahkan, banyak penderita Omicron tidak mengalami gejala infeksi sama sekali. Omicron alias B.1.1.529 merupakan strain coronavirus yang memiliki tingkat penularan tercepat dibandingkan mutasi SARS-CoV-2 lainnya.

Meski begitu, Omicron menyebabkan gejala lebih ringan, daripada varian virus corona lain. Gejala yang dimaksud meliputi batuk, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, nyeri otot, maupun percepatan denyut nadi dan jantung.

1 dari 2 halaman

Tips Perawatan Pasien COVID Omicron di Rumah

Untuk menjalani isoman dengan baik, keluarga pasien positif Omicron dapat melakukan perawatan secara mandiri. Berikut tips perawatan pasien COVID Omicron yang bisa dilakukan di rumah:

1. Mengakses Layanan Telemedicine

Isoman dapat mengurangi beban rumah sakit di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang diduga disebabkan oleh Omicron. Cara ini juga meminimalkan transmisi strain coronavirus tersebut.

Artikel Lainnya: Fakta COVID-19 Varian IHU yang Perlu Anda Ketahui

Meski begitu, beberapa penderita Omicron mungkin tetap butuh konsultasi dengan dokter maupun memesan obat untuk mendukung proses penyembuhan. Sebagai gantinya, Menkes Budi menganjurkan pasien positif Omicron melakukan aktivitas tersebut secara daring.

Caranya dengan mengakses 17 platform telemedicine yang bekerja bersama Kemenkes, salah satunya yaitu KlikDokter.

Melalui layanan telemedicine seperti KlikDokter, pasien dapat berkonsultasi secara online dengan dokter maupun memesan obat untuk mengatasi gejala infeksi Omicron.

Obat yang bisa dipesan antara lain Monulpiravir dan Plaxlovid. Monulpiravir dan Plaxlovid kini direkomendasikan untuk mengatasi gejala ringan infeksi B.1.1.529.

Sebelumnya, obat ini menurut penelitian yang dirujuk Kemenkes, mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien COVID-19.

2. Sediakan Ruang yang Sehat dan Aman

Penderita Omicron perlu dirawat di kamar maupun ruangan khusus yang sehat dan aman. Ruangan ini harus memiliki jendela serta ventilasi udara yang baik, sehingga mendukung sirkulasi udara di dalamnya.

Kamar pasien isoman juga disarankan memiliki akses pencahayaan matahari yang baik. Hal ini penting agar ruangan tidak lembap, sehingga tidak membahayakan kesehatan pasien.

Pasalnya, ruangan lembap dapat menjadi sarang berkembangnya patogen seperti bakteri dan jamur. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru.

Ruang isoman direkomendasikan pula memiliki akses yang terjangkau dengan area toilet atau kamar mandi. Kedua area ini juga harus dikhususkan untuk pasien positif Omicron. 

Ruangan khusus pasien isoman, yang terpisah dari anggota keluarga lainnya, bermanfaat meminimalkan penularan di lingkup keluarga.

Adapun soal aspek keamanan, keluarga pasien isoman harus memastikan tidak ada arus pendek di ruangan pasien. Hal ini dilakukan misalnya dengan memastikan tidak ada alat elektronik yang menyala ketika pasien tidur.

Pastikan pula air di bak kamar mandi pasien selalu diganti. Lantai kamar mandi juga dibersihkan, sehingga mengurangi risiko pasien isoman tergelincir.

Artikel Lainnya: Angka COVID-19 Naik Lagi, Ini Beda Gejala Omicron dan Flu

3. Kesehatan Pasien Harus Dipantau Secara Rutin

Disampaikan dr. Sara Elise Wijono, M.Res., keluarga harus rutin memantau kondisi kesehatan pasien positif Omicron. Monitoring dilakukan untuk memeriksa adanya gejala tambahan ataupun perburukan kondisi.

“Selain itu, monitoring penting karena tidak semua perburukan kondisi akan langsung ada gejalanya. Misalnya saja saturasi oksigen yang turun, tidak selalu disertai pasien merasa sesak napas,” jelas dr. Sara.

Untuk itu, pihak keluarga harus menyediakan alat kesehatan guna memeriksa kesehatan pasien isoman secara berkala.

Alat yang dimaksud meliputi termometer untuk mengukur suhu tubuh, oximeter untuk mengukur saturasi oksigen, dan tensimeter untuk memeriksa tekanan darah pasien.

Pasien isoman juga harus dalam pengawasan dokter, baik dari puskesmas maupun klinik setempat, sehingga memudahkan penanganan ketika perburukan kondisi terjadi.

4. Kebutuhan Harian Pasien Terpenuhi

Dokter Sara menyampaikan pihak keluarga juga harus memenuhi kebutuhan harian pasien, misalnya dengan menyediakan makanan sehat bergizi seimbang.

Selain itu, asupan cairan pasien isoman juga harus terpenuhi. Hal ini disampaikan dr. Matthew Oughton, spesialis penyakit menular dari Jewish General Hospital, Kanada.

Pasalnya, infeksi Omicron dapat menyebabkan gejala demam tinggi melebihi 38 derajat Celsius. Kondisi peningkatan suhu tubuh ini biasanya disertai dengan peningkatan jumlah keringat.

Keringat berlebih menyebabkan pasien kehilangan banyak air dan elektrolit. Akibatnya, pasien Omicron mudah mengalami dehidrasi.

Dehidrasi yang tidak segera ditangani sangatlah berbahaya, karena dapat memicu perburukan kondisi berupa gangguan fungsi ginjal, kejang, bahkan syok yang dapat mengancam jiwa.

Untuk itu, kebutuhan cairan tubuh pasien Omicron harus terpenuhi. Salah satu caranya dengan minum cukup air putih.

Selain memenuhi asupan makanan dan minuman, pihak keluarga pasien juga perlu menyediakan pakaian dan peralatan tidur yang memadai dan rutin diganti.

Artikel Lainnya: Penyebab Varian Omicron lebih Menular Dibanding Varian Lain

5. Istirahat dan Olahraga yang Cukup

Guna mendukung proses penyembuhan, pasien harus cukup beristirahat. Tidak hanya itu, proses pemulihan dapat didukung pula dengan melakukan aktivitas yang meningkatkan kebugaran.

Hal ini dilakukan dengan berolahraga ringan selama beberapa menit di dalam ruangan.

6. Dukungan Moral

Dukungan moral merupakan salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam perawatan pasien Omicron. Pasalnya, selama menjalani isoman, pasien berisiko mengalami stres.

Untuk itu, pihak keluarga maupun lingkungan terdekat pasien harus memberikan dukungan yang positif. Caranya, dengan menyemangati pasien agar lekas sembuh.

Pengidap B.1.1.529 juga perlu dihibur dan selalu diingatkan bahwa kondisinya dapat diatasi, asalkan seluruh protokol kesehatan (prokes) isoman dijalani dengan baik.

7. Menerapkan Prokes Secara Ketat

Terakhir, pasien COVID-19 Omicron harus disiplin menerapkan prokes. Hal ini agar mendukung proses penyembuhan maupun mencegah penularan berkelanjutan.

Prokes dilakukan dengan mengenakan masker maupun menjaga jarak ketika berhadapan dengan anggota keluarga yang merawat, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  

Itu dia sederet tips perawatan pasien COVID-19 Omicron di rumah. Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar virus corona, konsultasikan kepada dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

Kemenkes RI. Diakses 2022. Kemenkes Akan Fokuskan Penanganan Pasien Konfirmasi Omicron melalui Telemedicine.

CBC. Diakses 2022. Think you may have Omicron? Here are things you can do

Medical News Today. Diakses 2022. Omicron infection: What are the symptoms?

Ditinjau oleh dr. Sara Elise Wijono, M.Res

0 Komentar

Belum ada komentar