Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Metformin Mencegah Risiko Rabun Mata pada Lansia?

Benarkah Metformin Mencegah Risiko Rabun Mata pada Lansia?

Tak hanya bisa menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2, metformin juga disebut mampu mengurangi risiko rabun mata pada lansia. Apakah hal ini terbukti?

Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol. Untuk mengatasi kondisi tersebut, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan metformin.

Metformin bekerja dengan menginstruksikan otot dan sel tubuh lainnya agar menyerap serta memanfaatkan gula sebagai energi. Cara ini membantu mengurangi kadar gula dalam darah.

Tidak hanya itu, ada pula studi yang menyebut bahwa manfaat metformin juga dapat mengurangi risiko rabun mata pada lansia.

 

1 dari 3 halaman

Riset Soal Metformin Cegah Potensi Mata Rabun pada Lansia

Penelitian yang mengkaji manfaat metformin dalam meminimalkan risiko rabun pada lansia digagas oleh University of Florida Health, Amerika Serikat.

Studi dilakukan pada tiga jenis tikus dengan degenerasi makula, yaitu rusaknya pusat retina sehingga menyebabkan pandangan kabur.

Ketiga tikus tersebut diberikan metformin selama delapan pekan. Para peneliti juga memaparkan tikus pada kilatan cahaya sebagai isyarat visual untuk menguji kemampuan retina hewan tersebut.

Artikel Lainnya: Manakah Obat Mata yang Lebih Efektif, Salep atau Tetes Mata?

Dijelaskan dr. Atika, riset yang dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 2018 itu menemukan bahwa metformin dapat melindungi sel kerucut dan sel batang di retina tikus.

Sel kerucut bertugas menerima cahaya di dalam retina mata. Sel ini bertanggung jawab terhadap kemampuan penglihatan warna, juga membantu penglihatan dalam kondisi terang.

Sebaliknya, sel batang, yang terletak di tepi retina, membantu penglihatan dalam kondisi gelap.

Penelitian mengungkapkan, metformin dapat mempertahankan lebih dari 50 persen aktivitas sel kerucut. Obat penurun gula darah tersebut juga mencegah kerusakan pada sel batang.

“Berdasarkan studi, metformin membuat sel kerucut dan sel batang tidak mudah rusak. Oleh karena itu, penyakit degenerasi makula bisa diperlambat perkembangannya,” jelas dr. Atika.

Tidak berhenti di situ, manfaat metformin juga merangsang metabolisme di sel-sel retina mata. Hal ini membantu sel-sel retina menjadi lebih kuat dan tahan terhadap kerusakan.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa metformin dapat meningkatkan daya tahan sel kerucut dan sel batang sebesar 30 persen pada tikus.

Obat ini pun mampu mempertahankan sebanyak 50–90 persen sel pendukung retina pada hewan yang dijadikan objek penelitian.

Artikel Lainnya: Air Mata Darah, Gejala Penyakit Apa Ini?

2 dari 3 halaman

Dibutuhkan Penelitian Lanjutan pada Manusia

Anggota penelitian, John D. Ash, Ph.D, optimis bahwa temuan tersebut memberikan secercah harapan untuk pengobatan degenerasi makula pada manusia.

Utamanya, pada kondisi degenerasi makula terkait usia alias age-related macular degeneration (AMD) yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

“Untuk lansia berusia 80 tahun dan berisiko kehilangan penglihatan, metformin mungkin bisa memperpanjang daya penglihatan mereka selama 10 tahun ke depan,” katanya.

Kendati demikian, John mengakui bahwa dibutuhkan riset lanjutan pada manusia untuk mengonfirmasi manfaat metformin dalam mengobati degenerasi makula.

Hal ini utamanya karena sebagian degenerasi makula pada manusia memiliki efek berbeda dengan yang dialami tikus.

“Metformin diketahui memiliki potensi untuk mencegah kebutaan. Namun, masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya,” pungkas dr. Atika, melengkapi penjelasan.

Itu dia fakta seputar manfaat metformin dalam mengatasi rabun pada lansia. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar manfaat obat-obatan lainnya, Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

Referensi:

Wawancara  dr. Atika

University of Florida Health. Diakses 2021. Tests show common diabetes drug slows age-related vision loss

0 Komentar

Belum ada komentar