Sukses

Obat Metformin Meningkatkan Risiko Neuropati Diabetik

Penggunaan metformin jangka panjang dapat meningkatkan risiko neuropati diabetik. Ketahui penyebabnya lewat ulasan berikut.

American Diabetes Association (ADA) menyebut metformin sebagai obat lini pertama untuk mengatasi penyakit diabetes tipe 2. Meski begitu, penggunaan metformin jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Disampaikan dr. Reza Fahlevi, salah satu efek samping metformin yaitu memicu kondisi neuropati diabetik atau kerusakan saraf akibat diabetes.

“Ada penelitian yang menyebutkan bahwa minum metformin untuk diabetesi (penderita diabetes) bisa bikin kadar vitamin B dalam tubuh jadi lebih rendah. Padahal, penyebab neuropati diabetik salah satunya adalah defisiensi (kekurangan) kadar vitamin B,” jelas dr. Reza.

Artikel Lainnya: Melatih Kaki yang Mengalami Cedera Saraf Akibat Diabetes

1 dari 2 halaman

Penyebab Neuropati Diabetik Akibat Konsumsi Metformin

Berikut ini beberapa efek samping metformin yang dapat menyebabkan neuropati diabetik: 

1. Defisiensi vitamin B

Salah satu studi yang mengkaji efek samping metformin dalam memicu defisiensi vitamin B dirilis melalui jurnal Scientific Reports

Melalui studi tersebut, para peneliti ingin mengetahui apakah penggunaan metformin dapat memperburuk gejala neuropati perifer

Kondisi rusaknya sistem saraf perifer (saraf tepi) tersebut menyebabkan terganggunya distribusi sinyal dari organ ke otak maupun sebaliknya.

Akibatnya, pengidap neuropati perifer mengalami gejala berupa mati rasa, kesemutan, dan sensasi terbakar di area tubuh tertentu. Umumnya gejala terdapat di bagian tungkai dan kaki.

Penelitian ini melibatkan sekitar 150 orang pengidap diabetes tipe 2 dan neuropati perifer usia dewasa. Peneliti kemudian membagi mereka menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama merupakan peserta yang menggunakan metformin selama enam bulan. Adapun kelompok kedua merupakan relawan yang tidak menggunakan metformin. 

Dalam jangka waktu yang sama, mereka diminta menggunakan jenis obat terapi diabetes oral lainnya.

Hasil studi mengungkapkan, kelompok peserta yang menggunakan metformin berisiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi neuropati perifer, dengan gejala sedang hingga parah. Hal ini dibandingkan dengan kelompok relawan yang tidak menggunakan metformin.

Para peneliti menemukan penyebab perburukan neuropati perifer pada peserta pengguna metformin. Alasannya, karena mereka memiliki kadar vitamin B12 yang lebih rendah dibandingkan relawan yang tidak mengonsumsi metformin. 

Artikel Lainnya: Waspadai Penyakit Neuropati pada Penderita Diabetes

Berdasarkan Podiatry Today, penggunaan metformin jangka panjang dapat mengganggu proses penyerapan vitamin B pada tubuh. Padahal, vitamin B bermanfaat untuk mendukung fungsi dan kesehatan saraf yang normal.

Karena kadar vitamin B di dalam tubuh mengalami penurunan, kondisi ini meningkatkan risiko neuropati diabetik pada pengguna metformin.

2, Peningkatan Homosistein dan Asam Methylmalonic 

Penurunan kadar vitamin B12 juga berdampak pada peningkatan kadar homosistein dan asam methylmalonic. Keduanya juga berkontribusi pada perburukan gejala neuropati diabetik.

Homosistein sendiri merupakan 1 dari 20 jenis asam amino yang ditemukan di dalam tubuh dan darah. 

Untuk memecah asam amino seperti homosistein, tubuh membutuhkan bantuan vitamin B6, B9, maupun B12. 

Defisiensi vitamin B12 yang dialami diabetesi pengguna metformin dapat menyebabkan kadar asam amino homosistein meningkat dan menyebabkan kerusakan pada pembuluh arteri. 

Perburukan gejala neuropati diabetik pada gilirannya juga memicu serangan jantung maupun stroke.

Konsumsi obat metformin dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko neuropati diabetik. Oleh karena itu, para peneliti menganjurkan diabetesi yang menggunakan metformin agar rutin melakukan pemeriksaan kadar vitamin B12.

Guna mengurangi risiko peningkatan kadar homosistein dan asam methylmalonic, diabetesi juga dianjurkan mengonsumsi suplemen folat.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar obat diabetes, konsultasi dokter online lewat Live Chat Klikdokter.

(FR)

0 Komentar

Belum ada komentar