Sukses

Penyebab Perut Anak Buncit yang Perlu Orangtua Waspadai

Perut anak buncit tak melulu terjadi akibat kebanyakan makan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh hal yang mungkin berbahaya. Cek fakta selengkapnya berikut ini.

Coba perhatikan bentuk perut si kecil. Apakah perutnya tampak buncit meski ia makan dalam porsi yang normal? Jika ya, mungkin ada sesuatu yang salah dengan dirinya.

Faktanya, perut anak buncit tak melulu terjadi akibat kebanyakan mengonsumsi makanan. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh hal lain, yang mungkin berbahaya bagi kesehatan tubuhnya.

Waspada, berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi penyebab perut membesar pada anak:

1. Aerophagia

Melansir Parents, menelan udara berlebihan atau aerophagia adalah salah satu kondisi yang dapat menjadi penyebab perut anak membesar dan tampak buncit. Kondisi tersebut dapat mencetuskan gejala perut kembung, mual, dan kehilangan nafsu makan.

Aerophagia bisa terjadi akibat proses pencernaan makanan di dalam saluran pencernaan. Kondisi ini pun bisa terjadi akibat kebiasaan berbicara sambil makan, mengunyah permen karet, mengisap permen, atau makan terburu-buru.

Artikel Lainnya: Penyebab Perut Anak Terasa Panas dan Cara Mengatasinya

1 dari 3 halaman

2. Intoleransi Laktosa

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, intoleransi laktosa adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat tubuh tidak bisa mencerna gula alami dalam susu.

“Intoleransi laktosa biasanya terjadi selama masa kanak-kanak atau remaja,” ucap dr. Sepriani.

Beberapa gejala yang bisa terjadi akibat intoleransi laktosa, misalnya perut kembung dan tampak buncit, terasa begah, serta diare yang muncul setelah 6–10 jam.

3. Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya terjadi pada orang dewasa. Padahal, kondisi ini juga bisa dialami oleh anak, lho!

Salah satu penyebab sindrom iritasi usus adalah mengonsumsi makanan, seperti camilan olahan, cokelat, dan buah-buahan tertentu. Kondisi ini bisa mengakibatkan perut kembung dan terasa begah, juga perubahan pola BAB (sembelit atau diare)

2 dari 3 halaman

4. Sembelit

Sembelit atau sulit buang air besar adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak. Kondisi ini bisa membuat perut terasa penuh dan begah, sehingga bentuknya sedikit lebih besar daripada biasanya.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko sembelit, yaitu kurangnya asupan serat, dehidrasi, tidak berolahraga secara rutin, dan efek samping obat-obatan golongan tertentu.

5. Apendisitis atau Radang Usus Buntu

Perut anak yang buncit juga bisa terjadi akibat apendisitis alias radang usus buntu. Seiring dengan kembung, anak dengan kondisi ini juga mungkin mengalami demam, mual, dan nyeri di sekitar sisi kanan bawah perut.

Jika Anda mencurigai anak Anda menderita radang usus buntu, penting untuk mencari penanganan medis sesegera mungkin. Pasalnya, jika terlambat diobati, radang usus buntu bisa pecah dan menyebabkan infeksi yang berpotensi mengancam nyawa.

Artikel Lainnya: Anak Gampang Sakit Perut, Gejala Stres atau Penyakit?

Jika si kecil mengalami perut buncit yang disertai demam, mual dan muntah, munculnya ruam, tidak buang angin, serta badan lemas, Anda harus segera membawanya berobat ke dokter.

Selain itu, karena beberapa penyakit perut membesar pada anak juga berhubungan dengan muntah dan diare, orangtua wajib memperhatikan kecukupan cairan si kecil. Hal ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi parah, yang bisa menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.

Jika Anda kesulitan untuk mengetahui penyebab dan pertolongan pertama untuk masalah perut anak buncit, tak perlu menunda untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar