Sukses

Kapan Waktu yang Tepat Memberitahu Status Anak Angkat?

Pernah mengadopsi anak, dan Anda kini kebingungan bagaimana cara memberitahukan kepadanya? Jangan salah langkah. Ini cara memberitahu anak angkat tentang statusnya.

Mengadopsi anak adalah hak setiap orang. Namun, setiap pasangan yang melakukannya mesti mempersiapkan segalanya, termasuk kapan waktu terbaik memberitahukan status anak angkat kepada si ‘buah hati’.

Lantas, adakah waktu terbaik untuk memberitahukan status anak angkat kepada si ‘buah hati’? Apa jadinya jika hal tersebut dirahasiakan selamanya, atau terlambat diketahui?

Artikel Lainnya: Orang Tua, Ini Respons yang Tepat saat Anak Tidak Patuh

1 dari 3 halaman

Waktu yang Tepat Memberitahu Status Anak Angkat

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan identitas anak angkat harus dilakukan sejak dini. Menurut Gracia, waktu terbaik untuk memberitahukan status anak angkat adalah saat ia berusia 3–6 tahun.

“Pada usia 6 tahun, anak sudah bisa diajak berbicara secara komunikatif. Di usia tersebut, ia juga sudah bisa paham dan merespons dengan baik,” kata Gracia.

“Akan tetapi, di saat yang sama, mereka belum berpikir secara kompleks. Jadi, orangtua sebaiknya sekaligus ikut mengajarkan kepada anak tentang makna adopsi,” sambungnya.

Sebelum diberitahu tentang statusnya, orangtua juga sebaiknya sudah memperkenalkan konsep adopsi kepada si kecil sejak dini.

“Beritahu mereka bahwa anak bisa dikandung dari perut orangtuanya, bisa juga karena diadopsi. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, atau melalui media tertentu seperti buku cerita untuk mempermudah penjelasannya,” saran Gracia.

Memperkenalkan makna adopsi kepada anak sejak usia dini dapat membangun kepercayaan, meningkatkan harga diri, dan menciptakan pandangan positif tentang istilah tersebut.

Satu hal yang penting, jangan paksakan anak untuk langsung memahami konsep adopsi. Karena, pada dasarnya, tumbuh kembang setiap anak bisa berbeda-beda. Hal itu juga berlaku untuk tingkat pemahaman, kedewasaan, dan minat anak.

Meski begitu, Anda sebaiknya tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menunda memberitahukan status anak angkat kepada si ‘buah hati’. Pasalnya, anak perlu tahu mengenai status mereka, dan Anda harus memberitahunya secara terbuka.

“Berikan pemahaman bahwa anak kandung atau adopsi sama-sama berharga. Beritahukan juga, orangtua pasti akan menyayangi anak apa pun statusnya,” tegas Gracia.

Artikel Lainnya: Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Anak

2 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi Jika Status Anak Angkat Terlambat Diberitahu?

Melansir dari Parents, menunggu sampai remaja untuk mengungkap status anak angkat adalah hal yang tidak dianjurkan. Pasalnya, hal tersebut malah dapat menghancurkan harga diri dan rasa percaya kepada orangtuanya.

“Remaja adalah tahap membangun identitas diri. Jika statusnya sebagai anak angkat baru diketahui di masa ini, ia bisa merasa terpukul,” ujar Gracia.

“Hal tersebut bisa mengganggu proses pencarian identitas anak. Sebab, anak merasa identitas mereka sudah hancur. Mereka pun bisa membangun rasa tidak percaya kepada orangtua angkatnya,” lanjutnya.

Selain itu, pada usia remaja, anak juga sudah bisa mulai memberontak. Hal ini dapat dengan mudah ia lakukan saat merasa dibohongi atau tidak disayang lagi.

Jika anak berontak karena merasakan hal-hal demikian, orangtua mesti memberikan waktu agar ia bisa sendiri. Hanya kesabaran dan cinta yang akan membuat hubungan kembali dekat dengan keluarganya tercinta.

Jika Anda memiliki kesulitan dalam menjelaskan status anak angkat kepada si kecil, tak perlu sungkan untuk minta bantuan kepada profesional seperti psikolog. Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar