Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kondisi Mental Anak Turun Selama Belajar di Rumah, Ini Tips Menjaganya

Kondisi Mental Anak Turun Selama Belajar di Rumah, Ini Tips Menjaganya

Setelah setahun belajar di rumah, ibu mungkin cemas akan kesehatan mental anak. Berikut cara menjaga kesehatan mental anak selama belajar di rumah.

Pandemi virus corona membawa banyak dampak bagi kehidupan anak. Dari belajar tatap muka langsung di sekolah, mereka kini harus beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Perubahan drastis dalam waktu lama ini mau tak mau turut berefek pada kondisi kesehatan mental mereka. 

1 dari 3 halaman

Kesehatan Mental Anak Memburuk Selama Pandemi

Dilansir dari The Kaiser Family Foundation, selama pandemi COVID-19, anak-anak mengalami gangguan akibat besarnya perubahan. Misalnya, penutupan sekolah, isolasi sosial, kesulitan keuangan, dan kesenjangan akses kesehatan.

Banyak orangtua melaporkan hasil kesehatan mental yang buruk pada anak-anak mereka selama pandemi. Pada Mei 2020, sebanyak 29 persen orang tua mengatakan kesehatan mental atau emosional anak mereka sudah terganggu.

Penelitian yang lebih baru pada Oktober 2020 menunjukkan bahwa 31 persen orang tua mengatakan kesehatan mental atau emosional anak mereka bahkan lebih buruk daripada sebelum pandemi.

Artikel Lainnya: Sekolah Online Bikin Anak Remaja Stres, Apa yang Harus Dilakukan?

Beberapa anak juga menunjukkan peningkatan iritabilitas, ketakutan, serta memiliki masalah dengan tidur dan nafsu makan yang buruk selama pandemi dan belajar di rumah saja.

Dijelaskan psikolog Gracia Ivonika, M. Psi., sejak awal perubahan sekolah online anak sudah dihadapkan pada tantangan perubahan drastis. 

Perubahan tersebut menuntut kemampuan adaptasi secara cepat dan banyak anak yang kesulitan memenuhi hal ini. 

“Kondisi belajar dengan interaksi sosial yang menjadi sangat terbatas, tuntutan untuk konsentrasi dan fokus saat belajar pun menjadi lebih menantang dengan belajar daring di depan layar,” ucap Gracia. 

Kemudian, tidak sedikit anak yang mengeluh beban tugas semakin berat saat sekolah online dibanding saat belajar tatap muka sebelum pandemi COVID-19.

Berbagai tantangan tersebut, menurut Gracia, dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis anak.

Anak dapat mengalami burnout dengan berbagai keterbatasan karena sekolah online, merasa kesepian dan bosan terus-menerus karena keterbatasan interaksi. Semangat belajar mereka pun menurun.

“Belajar di rumah juga dapat memengaruhi suasana hati anak, serta kondisi pandemi dan belajar online juga banyak berpengaruh terhadap kondisi kecemasan, depresi, stres, dan sebagainya yang dialami anak serta remaja,” ucap Gracia.

Artikel Lainnya: Kalimat-kalimat Toxic yang Mampu Menjatuhkan Mental Anak

2 dari 3 halaman

Tips Menjaga Mental Anak Saat Belajar di Rumah

Namun, sebelum Anda khawatir berlebihan, terapkan beberapa tips berikut untuk menjaga kesehatan mental anak selama pandemi.

  1. Pahami Belajar di Rumah Bukanlah Suatu Hal yang Mudah

Anda perlu memahami tantangan dan kesulitan yang dialami anak selama belajar di rumah. Orang tua tidak bisa terus menuntut performa akademis atau ekspektasi yang setara dengan ketika anak sekolah offline.

Sekolah online merupakan kondisi yang berbeda. Mereka butuh waktu untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Oleh karena itu, orang tua perlu menyesuaikan target atau ekspektasi Kembali.

  1. Berkomunikasi secara Terbuka dan Hangat dengan Anak

Tanyakan dengan pertanyaan terbuka tentang perasaan, pikiran, kebutuhan, harapan, dan kesulitan yang dihadapi anak selama belajar di rumah. 

“Dengarkan secara aktif dan pahami anak dibandingkan hanya menuntut atau menceramahi. Ajak anak berdiskusi tentang apa yang menurutnya bisa dilakukan untuk membantu dia belajar di rumah,” kata psikolog Gracia.

  1. Fasilitasi Sesuai dengan Kebutuhan Anak

Selama belajar di rumah pasti ada perubahan-perubahan cara pembelajaran. Sebagai orang tua, pastikan Anda memenuhi kebutuhan anak selama belajar di rumah.

Kemudian, arahkan si kecil untuk terbiasa dengan rutinitas yang seimbang antara interaksi dengan keluarga, kegiatan belajar, waktu istirahat, dan olahraga.

Artikel Lainnya: Bunda, Ini Cara untuk Membuat Mental Anak Lebih Kuat

  1. Utamakan Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Menurut Gracia, penuhi kebutuhan fisik dan emosional anak, dibandingkan hanya berfokus pada performa akademis. Pastikan kebutuhan nutrisi dan tubuhnya tercukupi, serta selalu hadir secara emosional untuk anak. 

Orangtua juga bisa memberi contoh, misalnya dengan rutin berolahraga, membatasi penggunaan gadget, serta memperbanyak waktu bersama keluarga dan anak.

  1. Biarkan Anak Memenuhi Kebutuhan Sosialnya

Anak juga makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan teman-temannya. Untuk itu, tetaplah memberi mereka kesempatan untuk tetap bersosialisasi, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Misalnya, bermain di lapangan atau taman yang sepi dalam kelompok kecil 2-3 orang. Pakaikan masker saat anak bermain.

  1. Habiskan Waktu Berkualitas Bersama si Kecil

Ciptakan hubungan yang hangat dan terbuka dengan keluarga, barengi dengan kegiatan yang dilakukan bersama. Misalnya, movie night, makan malam bersama, membersihkan rumah bersama, dan berkebun.

Itu dia enam tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak selama belajar di rumah. Jika ibu melihat adanya tanda-tanda yang mengganggu pada kesehatan mental anak segera cari pertolongan profesional.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog anak melalui layanan LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar