Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Telat Memberikan MPASI Dapat Mengakibatkan Hal Ini pada Bayi

Telat Memberikan MPASI Dapat Mengakibatkan Hal Ini pada Bayi

Makanan pendamping ASI (MPASI) mesti diberikan pada waktu yang tepat. Jika abai, telat memberikan MPASI dapat mengakibatkan banyak dampak buruk pada bayi.

Asupan terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI eksklusif. Di fase ini, bayi tidak membutuhkan apa pun selain pasokan ASI dari ibunya.

Namun, ketika si kecil menginjak usia 6 bulan, ASI tak lagi mampu mencukupi kebutuhan gizi si kecil yang terus bertambah. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bayi yang telah menginjak usia 6 bulan mesti diberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Pasalnya, di usia tersebut, kebutuhan energi dan nutrisinya sudah mulai melebihi dari yang bisa diberikan oleh ASI.

“Kecuali ada indikasi medis, maka MPASI dapat dimulai pada usia lebih dari 4 bulan. Hal ini wajib berdasarkan anjuran dari dokter dengan melihat tanda kesiapan MPASI dini,” kata dr. Reza Fahlevi, Sp. A, menambah penjelasan.

Artikel Lainnya: Manfaat Blueberry untuk Menu MPASI

Lantas, apa jadinya jika bayi telat MPASI atau pemberiannya tidak sesuai dengan rekomendasi yang telah dipaparkan?

1 dari 3 halaman

1. Pertumbuhan Anak Terhambat

Dijelaskan oleh dr. Reza kekhawatiran terbesar dan paling nyata dari bayi terlambat MPASI adalah pertumbuhan anak yang tertunda atau terhambat.

Melansir romper, American Association for Cancer Research mengungkap bahwa pertumbuhan anak yang tertunda dapat meningkatkan risiko leukemia alias kanker darah.

2. Stunting

Telat memberikan MPASI dapat mengakibatkan bayi kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Hal tersebut turut berkontribusi pada meningkatnya risiko stunting.

“Terlambat memberikan makanan pendamping ASI bisa membuat anak mengalami masalah nutrisi, seperti gizi kurang, gizi buruk, gagal tumbuh, dan stunting,” ucap dr. Reza.

2 dari 3 halaman

3. Mengganggu Fungsi Sensorik dan Motorik Anak

Menunda atau terlambat mengenalkan MPASI padahal usia anak sudah menginjak 6 bulan dapat menyebabkan masalah pada keterampilan sensorik dan motoriknya. 

Dinukil dari Mayo Clinic, keterampilan sensorik dan motorik diperlukan untuk makan maupun berbicara. Hal ini dipelajari oleh anak pada proses awal mengunyah dan menelan makanan, yang terjadi saat menerima MPASI.

Artikel Lainnya: Aturan Menambahkan Kerang untuk MPASI Bayi

4. Menjadi Selektif Terhadap Makanan (Picky Eater)

Pada usia 8 bulan, anak seharusnya sudah bisa mengonsumsi makanan yang agak padat (bukan pure). Ketika menginjak 1 tahun, anak pun seharusnya sudah mampu mengonsumsi menu makan yang mirip dengan anggota keluarga lainnya.

Singkatnya, jika MPASI terlambat diperkenalkan, anak akan lebih sulit menerima makanan dengan tekstur yang berbeda. Hal ini terjadi karena ia tidak dikenalkan dengan tekstur makanan pada usia yang tepat.

Tidak hanya itu, MPASI terlambat juga berpotensi membuat anak menjadi sangat selektif memilih makanan. Dalam medis, kondisi ini dikenal dengan istilah picky eater.

Itu dia beberapa hal yang bisa terjadi pada bayi telat MPASI. Anda tentu tidak ingin si kecil berakhir mengalami keadaan tersebut, bukan?

Jika memang demikian, Anda disarankan untuk segera memberikan MPASI pada si kecil saat dirinya genap berusia 6 bulan. Pastikan pula menu MPASI yang diberikan terdiri dari makanan sehat dan memiliki kandungan gizi seimbang.

Apabila terdapat indikasi medis pada si kecil di rentang usia 0 hingga 6 bulan, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya memberikan MPASI di bawah usia 6 bulan.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai MPASI? Punya pertanyaan lain mengenai tumbuh kembang anak? Anda dapat bertanya langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar