Sukses

Mengenal Metode Hypnoparenting dalam Pengasuhan Anak

Hypnoparenting dapat menjadi salah satu cara pola asuh positif yang bisa diterapkan pada anak. Ketahui manfaat hypnoparenting di sini.

Ada berbagai penerapan pola asuh anak yang dilakukan para orangtua. Biasanya pendekatan orangtua disesuaikan dengan pilihan dan kondisi si kecil. Nah, salah satu opsi dalam mendidik anak adalah hypnoparenting

Untuk memahami lebih jauh mengenai cara mendidik dan manfaat hypnoparenting, mari simak penjelasan psikolog anak berikut ini.

Artikel lainnya: Manfaat Slow Parenting atau Pola Asuh Lambat Bagi Anak

1 dari 3 halaman

Apa Itu Hypnoparenting?

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, hypnoparenting merupakan cara pengasuhan yang menerapkan pendekatan komunikasi efektif melalui sugesti (pendapat bersifat memengaruhi) yang positif ke dalam alam bawah sadar anak. 

Metode hypnoparenting diibaratkan seperti “mantra” yang diberikan kepada anak yang biasanya memiliki masalah tertentu. Misalnya, anak sulit makan, kecanduan game, malas belajar, sering mengompol, tidak percaya diri, dan suka membangkang.

Hypnoparenting perlu diterapkan oleh orang yang dipercaya dan penting bagi anak. Apabila ada orangtua yang sebelumnya tidak menjalin ikatan emosional dengan anak, maka bisa digantikan oleh pengasuh utamanya,” ucap Gracia.

Tahukah Anda? Hypnoparenting untuk mendidik anak sempat menjadi kontroversi. Karena, cara ini dianggap seolah-olah orangtua ingin mengendalikan pikiran sang anak. 

Namun, menurut Gracia hal itu tidak benar. Selama metode hypnoparenting dilakukan dengan tepat dan tanpa unsur paksaan atau ancaman, maka tidak akan menimbulkan masalah bagi perkembangan anak.

“Dari berbagai penelitian dan sharing pengalaman para ibu, hypnoparenting yang diterapkan dengan tepat dapat mendukung perkembangan anak secara lebih optimal, khususnya pada aspek sosio-emosional,” ujar Gracia.

Artikel lainnya: Kiat Sukses Menjalankan Pola Asuh Co-Parenting

2 dari 3 halaman

Langkah-Langkah Penerapan Hypnoparenting

Sebelum mencoba menerapkan hypnoparenting kepada anak Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Gracia menyarankan, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan psikolog anak agar metode hypnoparenting dilakukan dengan tepat. 

“Terlebih dahulu berbincang dengan ahli atau psikolog yang telah memeriksakan kondisi psikologis anak. Jadi, orangtua mendapat pengarahan yang tepat terutama terkait sugesti atau cara bicara orangtua, agar tepat sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak,” jelas Gracia.

Di samping berkonsultasi dengan psikolog, berikut langkah-langkah hypnoparenting yang bisa Anda terapkan kepada anak:

  1. Sampaikan sugesti menggunakan nada dan bicara yang tenang serta positif.
  2. Utarakan sugesti ketika anak sedang relaks, misalnya saat nonton acara kesukaan atau sebelum tidur.
  3. Hindari menggunakan kalimat atau kata negatif, seperti “tidak boleh”, “jangan”, atau menyebutkan hal negatif tentang anak. 

Contohnya, “Pintar makannya biar tubuh lebih kuat dan sehat, ya.” dibanding “Makan siang dulu biar tidak sakit.” Katakanlah dengan halus dan penuh kasih sayang.

Artikel lainnya: Ramai Diterapkan Ortu Milennial, Cek Metode Organic Parenting, Yuk!

  1. Menyampaikan sugesti boleh dilakukan sambil mengelus anak atau kontak fisik lembut agar ia dapat merasakan kedekatan antara anak dan orangtua. 
  2. Gunakan metode lain, misalnya melalui cerita yang dibacakan sebelum tidur.
  3. Terapkan secara konsisten agar dapat diserap oleh alam bawah sadar anak.

Pada anak yang masih balita, orangtua bisa memberikan sugesti sederhana yang bisa ia pahami dengan mudah sesuai usianya. 

Sedangkan, pada anak yang lebih dewasa, Anda perlu menambahkan penjelasan logis karena ia sudah mulai lebih berpikir kritis.

Bila anak Anda memiliki masalah dalam kesehariannya seperti akibat pengaruh gadget atau tidak percaya diri di sekolah, sebaiknya lakukan konseling dulu dengan psikolog anak. Jadi, orangtua bisa memberikan sugesti yang tepat sesuai kondisi anak.

Konsultasi dengan psikolog bisa Anda lakukan lebih mudah melalui layanan Live Chat di Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar