Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mi Instan Sebabkan Tumor Jinak di Payudara, Mitos atau Fakta?

Mi Instan Sebabkan Tumor Jinak di Payudara, Mitos atau Fakta?

Anda sering makan mi instan? Waspadalah. Sebuah video di dunia maya menyebut kalau sering makan mi instan picu tumor payudara. Bagaimana kebenarannya?

Sebagai anak indekos, merebus mi instan memang jadi menu makan yang paling praktis diolah. Apalagi jika ditambahkan satu butir telur dan sepiring nasi, rasanya sangat nikmat bukan?

Sama halnya dengan pengguna aplikasi TikTok dengan akun @tiarazhara_. Dalam video yang viral tersebut, dia mengaku sudah sering makan mi instan sejak tahun 2018. Bahkan, karena kebiasaan buruk itu, kini pemilik akun mengaku tengah memiliki tumor jinak di payudaranya

Lho, memangnya benar bahaya mi instan termasuk memicu tumor payudara? Apakah hal ini hanya sekadar mitos belaka? 

1 dari 3 halaman

Benarkah Mi Instan Sebabkan Tumor Payudara?

Makan mi instan setiap hari atau dalam intensitas yang banyak memang bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Misalnya, obesitas yang nantinya bisa merembet ke komplikasi kesehatan lainnya seperti diabetes dan hipertensi. Apakah tumor payudara salah satunya?

Menanggapi pertanyaan ini, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, makan mi instan menyebabkan tumor jinak payudara adalah mitos.

Artikel lainnya: Hati-hati, Konsumsi Mi Instan Bisa Memicu Hipertensi

Memang betul jika Anda tidak makan secara teratur atau punya pola makan yang buruk maka kemungkinan tumor jinak muncul bisa saja terjadi. Namun, faktornya bukan hanya makan mi instan semata.

“Penyebab tumor payudara bisa berbagai faktor, yang salah satunya memang dari asupan makan yang tidak baik. Tapi, bukan berarti penyebab utamanya adalah dari mi instan,” ujar dr. Dyah Novita. 

2 dari 3 halaman

Apa yang Menyebabkan Tumor Jinak di Payudara?

Tumor jinak di payudara atau dalam medis disebut dengan fibroadenoma adalah benjolan payudara yang paling sering terjadi pada wanita. Umumnya, kondisi ini didapati pada wanita berusia 20-30 tahun. Tak menutup kemungkinan benjolan ini muncul pada usia yang lebih muda atau tua. 

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab fibroadenoma. Hanya saja, kondisi ini dikaitkan dengan meningkatnya sensitivitas tubuh terhadap hormon estrogen.

Umumnya, benjolan berukuran kecil, bertekstur padat, dan mudah digerakkan. Jangan khawatir, benjolan ini juga tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, dalam beberapa kasus, fibroadenoma bisa membesar dan membutuhkan operasi untuk mengangkatnya. Umumnya, kondisi fibroadenoma juga tidak ganas. Salah satu jenis tumor jinak di payudara yang paling sering ditemui adalah simple fibroadenoma

Ada juga complex fibroadenoma di mana benjolan mengandung sel-sel yang bisa tumbuh dengan cepat. Biasanya, jenis ini lebih sering dialami oleh wanita berusia lanjut.

Artikel lainnya: Ini Cara Berhenti dari Candu Mie Instan

Kemudian, ada lagi juvenile fibroadenoma, di mana benjolan muncul pada seorang anak. Benjolannya bisa membesar, tapi dapat menyusut seiring berjalannya waktu. Jadi, jangan khawatir berlebihan, ya. 

Benjolan yang berukuran lebih dari 5 cm harus diangkat karena bisa menekan jaringan payudara di sekitarnya. Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter jika mendapati benjolan pada payudara. Mintalah dokter untuk memastikan apakah benjolan ini berbahaya atau tidak.

Lantas, kapan sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter saat mendapati tumor payudara?

Meski umumnya fibroadenoma tidak berbahaya, bukan berarti Anda bisa menyepelekan benjolan pada payudara. Anda wajib memeriksakan diri ke dokter jika fibroadenoma disertai dengan:

  • benjolan membesar dengan cepat,
  • ukuran atau bentuk payudara jadi berubah karena benjolan tersebut,
  • nyeri pada payudara yang tidak kunjung hilang,
  • keluarnya cairan tidak normal dari puting meski tidak sedang menyusui atau hamil, dan
  • puting sesekali terlihat masuk ke dalam.

Itulah beberapa fakta medis mengenai mi instan bisa sebabkan tumor jinak di payudara. Meski tidak menyebabkan tumor, Anda tetap diminta untuk membatasi asupan mi instan.

Dapatkan informasi seputar nutrisi dan gaya hidup dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar