Sukses

Perlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Gigi Bercelah

Gigi renggang dapat mengganggu secara estetika atau ketika makan. Lalu, bagaimana apa solusi dan cara mengatasinya? Coba cek di sini!

Apa hal-hal yang dilihat orang lain ketika ngobrol? Salah satunya adalah gigi. Itu sebabnya, penting sekali untuk menjaga keindahannya. Namun, apa jadinya bila Anda memiliki gigi berjejal atau bercelah. 

Perlu Anda ketahui, gigi manusia terdiri dari beberapa jenis. Masing-masing jenis memiliki bentuk dan fungsi berbeda. 

Gigi belakang berfungsi menghaluskan makanan, sementara gigi depan untuk mencacah atau memotong makanan. 

Selain itu, gigi depan juga berfungsi dalam hal estetika. Gigi umumnya akan tersusun berjajar sehingga membentuk lengkungan rahang, baik rahang atas maupun rahang bawah. 

Namun terkadang, ada sejumlah kelainan pertumbuhan gigi di bagian depan, yaitu gigi berjejal atau bercelah. 

Artikel Lainnya: 4 Mitos Tentang Veneer Gigi yang Harus Diluruskan

1 dari 3 halaman

Mengapa Muncul Masalah Gigi Renggang atau Bercelah?

Gigi yang bercelah dalam dunia kedokteran gigi disebut diastema. Apabila celah tersebut berada di antara dua gigi terdepan, kondisi ini dinamakan central diastema. 

Sedangkan, jika celah gigi berada pada gigi-gigi lain, maka hal ini disebut multiple diastema. 

Kedua hal tersebut dapat terjadi pada rahang atas maupun bawah. Penyebab dari kondisi diastema dapat diakibatkan oleh beberapa hal. 

Penyebab yang paling umum yaitu kondisi frenulum yang tinggi, kebiasaan buruk, lengkung rahang terlalu besar, atau bentuk gigi terlalu kecil

2 dari 3 halaman

Solusi Gigi Renggang

Untuk perawatan yang dapat dilakukan, hal ini tergantung dari faktor apa yang menjadi penyebab gigi bercelah. Beberapa cara mengatasi gigi renggang berdasarkan penyebabnya yaitu:

  1. Pemotongan Frenulum 

Frenulum merupakan suatu lipatan membran mukosa untuk melekatkan struktur di sekitar gigi. 

Frenulum yang mengakibatkan kondisi diastema yaitu frenulum labialis dan frenulum lingualis. 

Apabila frenulum tersebut memiliki kondisi yang lebih tinggi dibanding normalnya, maka pelekatan akan mengenai di antara kedua gigi. Akibatnya, gigi menjadi terlihat bercelah. 

Untuk perawatannya, kita hilangkan dulu faktor penyebabnya yaitu melakukan pemotongan frenulum atau tindakan frenektomi. 

Setelah faktor penyebab dihilangkan, dapat dilanjutkan dengan perawatan orthodontik untuk merapikan gigi yang bercelah. 

Perawatan orthodontik dapat dilakukan dengan alat lepasan atau alat cekat yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasien.

Artikel Lainnya: Jangan Ditiru! Ini Cara Menyikat Gigi yang Salah

  1. Pasang Alat untuk Hilangkan Kebiasaan Buruk di Mulut

Kebiasaan buruk di dalam dunia kedokteran gigi ada banyak sekali, terutama yang dapat menyebabkan kondisi diastema. 

Hal ini meliputi mulai dari bernapas lewat mulut, sering menjulurkan lidah ke depan, hingga mengisap ibu jari. 

Kebiasaan ini terlebih dahulu harus dihilangkan apabila ingin gigi kembali rapi. Terdapat berbagai macam alat orthodontik untuk menghilangkan kebiasaan buruk apabila pasien sulit menghilangkannya. 

Alat-alat tersebut akan berbentuk seperti kawat gigi lepasan yang telah dimodifikasi menyesuaikan kebiasaan buruk apa yang biasa dilakukan. Selain itu, alat ini juga akan dapat sekaligus merapikan kondisi gigi bercelah. 

  1. Merekatkan Gigi Bercelah

Ketidaksesuaian yang dimaksud yaitu seseorang dengan ukuran gigi normal namun rahangnya lebih lebar dari normal. Lalu, orang dengan rahang normal namun ukuran giginya lebih kecil dari normal. 

Dikarenakan kondisi ini diakibatkan faktor hormonal, maka tidak perlu dilakukan perawatan awal. 

Orang dengan penyebab seperti ini dapat langsung menggunakan pilihan alat orthodontik yang tersedia untuk merekatkan gigi supaya tidak bercelah. 

Artikel Lainnya: Haruskah Cabut Gigi Sebelum Pasang Behel?

Selain perawatan di atas, hal yang perlu diperhatikan dan biasanya dilalaikan oleh sebagian besar orang yaitu penggunaan alat retainer pascaperawatan orthodontik. 

Gigi yang sudah digerakkan dengan alat orthodontik masih memiliki kemungkinan untuk kembali ke posisi awal apabila tidak menggunakan retainer sesuai anjuran dokter gigi. Biasanya, akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan. 

Banyak orang yang telah melakukan perawatan orthodontik tapi tidak menggunakan retainer mengalami kondisi gigi yang kembali seperti sebelum perawatan. 

Oleh karena itu, sebaiknya pasien melakukan semua rangkaian perawatan yang telah direncanakan untuk hasil terbaik. 

Bila Anda butuh saran lebih lanjut seputar cara mengatasi gigi renggang atau bercelah, konsultasi ke dokter gigi atau spesialis bedah mulut melalui LiveChat di Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar