Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Diabetes dan Hipertensi Harus Hati-Hati dengan Daun Kelor

Penderita Diabetes dan Hipertensi Harus Hati-Hati dengan Daun Kelor

Tahukah Anda, penderita kencing manis dan darah tinggi tak boleh kebanyakan mengonsumsi daun kelor? Jika abai, hal buruk ini yang akan terjadi!

Saat telanjur memiliki penyakit diabetes dan hipertensi, sejumlah pantangan mesti dipatuhi agar kondisi kesehatan tetap terkontrol. Salah satu pantangan yang dimaksud adalah soal konsumsi makanan sehari-hari.

Diabetes berhubungan dengan gula darah, sedangkan hipertensi berkaitan dengan tekanan darah.

Meski berbeda, keduanya sama-sama tidak disarankan mengonsumsi daun kelor, apalagi dalam jumlah berlebih.

 

1 dari 3 halaman

Dampak Buruk Daun Kelor untuk Diabetes dan Hipertensi

Larangan mengonsumsi daun kelor untuk penderita diabetes dan hipertensi mungkin mengundang sejuta tanya di benak Anda. Bukankah sayur tersebut justru menyehatkan?

Memang benar bahwa moringa alias daun kelor menyehatkan. Pasalnya, daun tersebut kaya akan antioksidan, mengandung vitamin C, B6, A, serta mineral zat besi dan magnesium.

Sayangnya, apabila jika dikonsumsi terlalu banyak oleh penderita penyakit kronis, seperti kencing manis dan darah tinggi, hal itu justru bisa berakibat buruk bagi kesehatannya.

Artikel Lainnya: Sering Kencing di Malam Hari Juga Tanda Hipertensi?

Hal tersebut pun dibenarkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini. Menurutnya, orang yang punya masalah gula darah dan sedang mengonsumsi obat rutin dari dokter sebaiknya menghindari daun kelor, apalagi dalam jumlah banyak.

“Kenapa? Karena daun kelor untuk diabetes hanya akan semakin menurunkan tekanan darah pasien. Alhasil, risiko untuk mengalami hipoglikemia semakin tinggi,” jelas dr. Dyah Novita.

Faktanya, penderita diabetes yang mengonsumsi daun kelor lebih berisiko mengalami gejala mudah lelah, pusing, gemetar, keringat dingin, pucat, linglung, dan kesadaran menurun.

Artikel Lainnya: Hipertensi dan Diabetes, Benarkah Saling Berkaitan?

Bukan tak mungkin, otak penderitanya juga akan rusak jika tak segera mendapat pertolongan.

“Kondisi serupa juga bisa dialami oleh penderita hipertensi. Kombinasi antara obat darah tinggi yang diresepkan oleh dokter dan daun kelor akan membuat tekanan darah terjun bebas menjadi di bawah kisaran normal. Kondisi ini disebut hipotensi,” ujar dr. Dyah Novita.

Hipotensi memiliki gejala yang mirip dengan hipoglikemia. Hanya saja, penderita tekanan darah tinggi yang mengalami hipotensi bisa mengeluhkan sesak napas.

Jika tekanan darah yang terlalu rendah ini tidak segera ditangani, fungsi organ bisa rusak.

Berangkat dari hal tersebut, dr. Dyah Novita menyarankan pasien diabetes dan hipertensi untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika ingin mengonsumsi daun-daunan tertentu. Hal ini penting, apalagi jika pasien harus mengonsumsi obat dari dokter secara rutin.

“Dosis herbal itu sulit ditakar secara pasti, kecuali sudah dijadikan suplemen. Boleh atau tidaknya nanti sangat bergantung dengan kondisi pasien. Oleh karena itu, penting sekali untuk berkonsultasi dulu kepada dokter,” saran dr. Vita.

Artikel Lainnya: Minum Susu Bantu Turunkan Risiko Hipertensi dan Diabetes

2 dari 3 halaman

Adakah Cara Aman Konsumsi Daun Kelor untuk Diabetes dan Hipertensi?

Faktanya, tidak ada dosis tertentu dalam mengonsumsi olahan daun kelor untuk hipertensi dan diabetes.

Intinya, jika sedang rutin minum obat harian dari dokter, sebaiknya hindari konsumsi daun tersebut.

Jika penderita hipertensi atau diabetes sangat ingin mengonsumsi olahan daun kelor, Anda wajib membatasi porsi dan mengimbanginya dengan makanan sehat lain.

Di samping itu, penderita hipertensi atau diabetes juga wajib menghindari bagian akar daun kelor. Pasalnya, akar moringa mendung spirochin, yang dapat menyebabkan kelumpuhan saraf dan ventricular tachycardia.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat sehingga proses pemompaan darah terganggu dan oksigen tidak tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Lantas, bagaimana dengan suplemen daun kelor untuk diabetes atau hipertensi? Jika kondisi kesehatan Anda terkontrol dan sudah membeli suplemen tersebut, perhatikan betul dosis yang tertera di kemasan. Sebisa mungkin, cari produsen herbal yang sudah terpercaya.

Jika ingin lebih aman mengonsumsi suplemen daun kelor, penderita diabetes atau hipertensi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Kini, Anda sudah tahu alasan medis di balik larangan mengonsumsi daun kelor untuk penyakit darah tinggi dan kencing manis, bukan?

Jika masih punya pertanyaan terkait hal ini, Anda bisa konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar