Sukses

Amankah Bayi Konsumsi MPASI Ikan Nila?

Nila adalah jenis ikan air tawar yang enak dan mudah untuk dijadikan lauk. Tapi, bagaimana jika Anda membuat MPASI ikan nila? Amankah buat si kecil?

Nila menjadi salah satu jenis ikan yang cukup banyak penggemarnya. Dijadikan sup, pecak, gorengan, hingga pesmol, ikan nila tetap menggugah selera makan Anda. Tak cuma enak, harga ikan air tawar ini juga relatif murah dan mudah ditemukan.

Nah, mengetahui begitu banyak keunggulan ikan nila, Anda mungkin tertarik memasukkannya dalam menu MPASI si kecil.

Tapi, bagaimana soal keamanan MPASI ikan nila? Mengingat ingat ini sangat mudah beradaptasi dan dapat bertahan hidup di air yang kualitasnya buruk sekalipun. Supaya Bunda tidak ragu lagi, simak penjelasannya di sini.

1 dari 3 halaman

Sekilas tentang Ikan Nila

Ikan nila punya rasa yang "ringan", manis, dan tekstur tidak terlalu keras. Tak heran, penggemar ikan nila bisa berasal dari segala usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. 

Hanya saja, karena bisa bertahan hidup dalam segala kondisi air, tidak jarang ikan nila mengandung berbagai kotoran.

Ingatkan diri Anda untuk membersihkan ikan ini dengan benar sebelum diolah dan disantap.

Dari sisi nutrisi, ikan nila tinggi protein dan rendah lemak. Ikan dengan nama Latin Oreochromis niloticus ini juga rendah natrium, kalori, dan lemak total. Sumber protein ini juga tidak ada kandungan nitrat meningkatkan risiko kanker.

Ikan nila juga punya kandungan omega-3 dan juga omega-6. Seperti diketahui, asam lemak omega-3 baik untuk kesehatan jantung, kekuatan sendi, dan penglihatan.

Namun, jika dikonsumsi berlebih, omega-6 justru disebut buruk bagi kesehatan karena bisa menyebabkan ataupun memperburuk peradangan.

Hal lain yang tak kalah penting, ikan nila juga rendah merkuri. Hal tersebut membuatnya cocok bagi ibu hamil dan anak-anak.

Artikel Lainnya: Kapan Anak Dapat Mengonsumsi Ikan Bakar?

2 dari 3 halaman

Ikan Nila untuk MPASI, Aman Tidak, Ya?

Food and Drug Administration (FDA) menyebut kalau nila adalah salah satu pilihan terbaik untuk wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Dengan catatan, budidaya ikan nila dilakukan dalam kondisi lingkungan yang baik. Tapi, bagaimana dengan mencampurkan ikan nila untuk MPASI bayi? Jawabannya bisa dikatakan aman.

"(Tidak masalah) ikan nila bisa buat MPASI. Ada banyak manfaat ikan nila untuk bayi karena kandungan mineral penting di dalamnya, seperti selenium dan fosfor. Belum lagi kandungan omega-3 di dalam ikan nila," ungkap dr. Dyah Novita Anggraini.

Omega-3 sangat bagus untuk perkembangan otak bayi. Bayi MPASI, yakni di atas usia 6 bulan, sangat membutuhkan nutrisi tersebut agar organ otak berkembang optimal.

"Mineral selenium juga menjaga imunitas dan memproduksi protein. Sementara fosfor buat membantu kerja saraf dan otot-otot tubuh, membantu membentuk DNA, sampai membentuk tulang," tegas dr. Dyah Novita.

Artikel Lainnya: Kuning Telur Bebek Kurangi Risiko Cacat Lahir pada Bayi

Anda bisa mulai memperkenalkan MPASI ikan nila ketika usia bayi sudah menginjak 10-12 bulan. Cara makannya yang paling mudah adalah dengan dipipihkan menjadi kecil-kecil.

Ikan ini juga bisa disajikan sebagai finger food bayi. Anda tinggal memotongnya pipih memanjang lalu diolah menjadi ikan goreng tepung. Selain dikukus, ikan ini juga nikmat diolah dengan cara ditumis atau dijadikan sup ikan.

Hanya saja, selain soal kebersihan, Bunda tetap harus memperhatikan duri ikan saat memasukkan asupan ini ke dalam MPASI. Jangan sampai anak-anak Anda tertelan duri ikan.

Selain durinya, hal lain yang juga perlu dijaga adalah potensi alergi pada si kecil. Apalagi jika sebelumnya si kecil sudah punya riwayat alergi ikan.

Jika si kecil memang punya riwayat alergi, berkonsultasilah kepada dokter sebelum memberikan MPASI ikan nila pada bayi.

Anda masih ragu memberikan ikan nila sebagai campuran MPASI bayi? Bisa ditanyakan langsung lho kepada dokter kami melalui layanan LiveChat dari aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar