Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Diet Defisit Kalori, Cara Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan

Diet Defisit Kalori, Cara Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan

Sudah mencoba berbagai macam cara, namun berat badan tidak kunjung turun? Mungkin sudah saatnya kamu mencoba diet defisit kalori. Simak tipsnya berikut ini.

Jika Anda sedang mencoba menurunkan berat badan (BB), tidak ada salahnya mencoba diet defisit kalori.

Bagi yang belum pernah mendengar nama diet ini, mungkin Anda bertanya-tanya, seperti apa diet tersebut dan apakah benar efektif menurunkan berat badan?

Jangan khawatir, sejauh ini, diet defisit kalori terbilang ampuh untuk menurunkan BB, terutama bila dilakukan dengan cara yang tepat.

Untuk tahu lebih lanjut tentang diet defisit kalori, simak baik-baik penjelasan di bawah ini, ya.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Diet Defisit Kalori?

Diet defisit kalori disebut juga sebagai diet defisit energi. Anda perlu tahu bahwa kalori yang masuk dari makanan akan diolah tubuh menjadi energi. Tanpa kalori, tubuh tak bisa menghasilkan energi untuk beraktivitas sehari-hari.

Menurut dr. Devia Irine Putri, diet defisit kalori dilakukan dengan memangkas kalori harian. Dengan kata lain, Anda harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi tubuh dalam sehari.

“Biasanya dipangkas 500 kalori dari kebutuhan kalori hariannya. Misalnya, kalo sehari-hari mengonsumsi 2.000 kalori, sewaktu melakukan diet ini konsumsi kalorinya hanya 1.500. Rata-rata kalau dikurangi 500 kalori, hasil penurunan berat badan lebih efektif dan aman,” kata dr. Devia.

Apabila terlalu banyak mengurangi asupan kalori, badan berisiko jadi lemas karena tidak tubuh tidak memiliki bahan bakar untuk menghasilkan energi.

Artikel Lainnya: 3 Prinsip Sederhana Menurunkan Berat Badan

Dikutip dari Healthline, ada batasan yang harus dipatuhi saat melakukan diet ini.

Untuk wanita dewasa, saat melakukan diet ini, asupan kalori Anda tidak boleh kurang dari 1.200 kalori per hari. Sedangkan pria, tidak boleh mengonsumsi kurang dari 1.500 kalori per hari.

Perlu diperhatikan juga, jika Anda memiliki aktivitas fisik yang berat, Anda perlu menambahkan asupan kalori dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kalori yang dibakar dan yang masuk ke dalam tubuh seimbang.

Dilansir dari Medical News Today, terlalu banyak mengurangi asupan kalori per hari dapat menyebabkan risiko kesehatan, seperti:

  • Terganggunya kesehatan dan kekuatan massa tulang.
  • Mengurangi energi yang diperlukan otak.
  • Menurunkan metabolisme tubuh.
  • Meningkatkan risiko batu empedu.

Sebelum melakukan diet ini, Anda perlu mengetahui berapa kalori yang dibutuhkan tubuh dalam sehari. Untuk itu, Anda dapat menghitungnya menggunakan kalkulator kalori dari Klikdokter.

Kalkulator ini akan menghitung kalori yang dibutuhkan tubuh berdasarkan berat badan, jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik yang Anda lakukan sehari-hari.

Artikel Lainnya: Rekomendasi Menu Diet Seminggu untuk Turunkan Berat Badan

2 dari 3 halaman

Cara Sukses Defisit Kalori

Agar penurunan berat badan berhasil, Anda juga wajib memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sedang diet.

Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut cara sukses menurunkan berat badan dengan diet defisit kalori:

  1. Batasi asupan sumber karbohidrat, karena makan-makanan karbohidrat memiliki kalori yang cukup tinggi. Dengan mengurangi karbohidrat, Anda turut mengurangi kalori yang dikonsumsi.
  2. Perbanyak mengonsumsi sumber protein, seperti dada ayam tanpa kulit, telur, tempe, tahu, ikan, dan kacang-kacangan.
  3. Hindari atau batasi makanan atau minuman manis-manis, seperti kue, minuman kemasan, dan minuman manis lainnya.
  4. Minum air putih dalam jumlah cukup dapat membantu mengurangi rasa lapar. Selain itu, minum air putih juga baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
  5. Jangan lupa juga imbangi dengan olahraga secara rutin. Orang yang tidak banyak atau malas bergerak cenderung sulit untuk menurunkan berat badan.

Selain tips di atas, penuhi juga kebutuhan nutrisi lain dengan makan makanan bergizi seimbang seperti sayur, biji-bijian, dan buah-buahan.

Lalu, untuk orang yang memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan diet defisit kalori.

Tujuannya, dokter bisa memberikan rencana diet yang aman sesuai masing-masing kondisi kesehatan Anda.

Apabila punya pertanyaan lain mengenai diet defisit kalori, Anda dapat konsultasi dengan dokter melalui layanan LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar