Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kelenjar Getah Bening Membesar usai Suntik Vaksin COVID-19, Bahayakah?

Kelenjar Getah Bening Membesar usai Suntik Vaksin COVID-19, Bahayakah?

Efek samping vaksin COVID-19 disinyalir menyebabkan kelenjar getah bening membesar. Berbahaya atau tidak, ya? Simak penjelasan dokter di sini.

Perubahan yang terjadi pada tubuh pasca-disuntik vaksin COVID-19 memang perlu diperhatikan, termasuk pembesaran kelenjar getah bening.

Menurut laporan dari Cleveland Clinic, ditemukan kasus efek samping vaksin COVID-19 berupa pembesaran kelenjar getah bening di bawah lengan.

Begitu pula hasil uji coba vaksin Moderna, 11,6 persen pesertanya mengalami pembesaran kelenjar getah bening usai mendapatkan dosis pertama. Sementara 16 persennya lagi, mengalami efek samping serupa setelah dosis kedua.

Lantas, apa yang menyebabkan vaksin ini sampai menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di pasien? Apakah hal itu membahayakan nyawanya?

1 dari 3 halaman

Penyebab Kelenjar Getah Bening Membesar usai Vaksinasi

Tenangkan diri dulu. Meski bagi orang awam kasus ini membingungkan dan mengkhawatirkan, pembesaran kelenjar getah bening setelah disuntik vaksin ternyata bukan hal baru. 

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, kondisi ini merupakan reaksi yang terbilang normal.

“Kelenjar getah bening merupakan tempat sistem imunitas tubuh kita berkumpul. Setelah mendapatkan suntik vaksin COVID-19, sistem tersebut akan bereaksi atau terangsang. Jumlah imunitas pun meningkat,” kata dr. Alvin.

“Pertambahan jumlah imun di dalamnya tentu akan memperbesar ukuran kelenjar,” dia menambahkan.

Pembesaran kelenjar getah bening biasanya tidak terjadi secara langsung. Butuh beberapa hari hingga tanda-tanda itu muncul. 

Artikel Lainnya: Cara Mencegah Kelenjar Getah Bening Bengkak

Tak muncul di banyak tempat, pembesaran kelenjar getah bening pasca vaksinasi terjadi di satu area saja, khususnya di dekat area suntik (ketiak).

Pembesaran kelenjar di bawah lengan atau ketiak sering kali tumpang tindih dengan kanker payudara. 

Ketika sel kanker berpindah ke luar payudara, ia akan menuju ke kelenjar getah bening di bawah lengan.

Perpindahan tersebut merupakan pola alami dari cairan getah bening di dalam jaringan payudara.

Karena itulah, pemeriksaan yang lebih lengkap sebelum dan sesudah vaksin harus dilakukan oleh orang dengan riwayat kanker.

Society of Breast Imaging bahkan merekomendasikan penjadwalan pemeriksaan mammografi sebelum penderita kanker payudara menerima dosis vaksin COVID-19 yang pertama.

Setelah mendapatkan dosis yang kedua, mammografi bisa dilakukan 4-6 minggu kemudian. 

Tes tersebut akan melihat ada tidaknya kelainan di payudara sekaligus mengidentifikasi benjolan dan gejala lainnya di area situ.

Terkadang, USG payudara juga diperlukan untuk membantu pemeriksaan mammografi.

Artikel Lainnya: Leher Membesar? Ini Perbedaan Bengkak pada Kelenjar Getah Bening dan Tiroid

2 dari 3 halaman

Jadi, Perlukah Cemas terhadap Pembesaran Kelenjar Getah Bening?

Bila tidak memiliki riwayat kanker, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini secara berlebihan. 

Pembesaran yang terjadi di satu area saja tanpa gejala lain biasanya akan hilang setelah enam minggu. Jika Anda punya riwayat kanker, dr. Alvin menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter. 

“Karena sebenarnya sulit ya menggeneralisasi semua pasien kanker. Intinya, jika timbul gejala post-vaksin atau bingung apakah layak vaksin, lebih baik periksakan ke dokter untuk dicek terlebih dulu,” sarannya. 

Ia menambahkan, “Sejauh ini belum ada bukti bahwa sel kanker bereaksi dengan virus. Selama kondisi tubuh pasien stabil, tidak ada infeksi akut, atau sudah menjadi pasien remisi, orang dengan riwayat kanker bisa divaksin.”

Pembesaran kelenjar getah bening juga terjadi ketika Anda mendapatkan suntik vaksin jenis lain, misalnya vaksin flu dan human papillomavirus (HPV). Sebagian pasien ada yang menyadarinya, tapi banyak juga yang tidak.

Berikan jeda waktu enam minggu untuk melihat reaksi lanjutan dari pembesaran kelenjar getah bening. Efek samping vaksin COVID-19 tersebut terbilang normal dan bisa mengecil dengan sendirinya. 

Jika ragu, Anda bisa melaporkan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) ke rumah sakit untuk diperiksakan lebih lanjut. 

Info dan saran kesehatan lainnya bisa diberikan oleh dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar