Sukses

Air Fryer Bisa Menyebabkan Kanker, Mitos atau Fakta?

Terdapat selentingan yang mengatakan, air fryer menyebabkan kanker. Apakah hal tersebut dapat dibenarkan secara medis, atau hanya sebuah mitos yang menyesatkan?

Air fryer merupakan alat masak modern yang kini sedang diincar banyak orang. Alat tersebut memiliki kemampuan menggoreng makanan tanpa minyak, sehingga dianggap lebih sehat.

Di balik itu, terdapat pula anggapan yang bilang bahwa air fryer menyebabkan kanker. Anggapan ini berangkat dari dugaan munculnya senyawa-senyawa tertentu saat benda tersebut memproses makanan.

 

1 dari 3 halaman

Air Fryer Penyebab Kanker, Benar atau Salah?

Air fryer bekerja pada sistem sirkulasi udara panas di dalam perangkatnya, yang bisa mencapai 200 derajat Celcius.

Alat tersebut bisa digunakan untuk ‘menggoreng’ makanan, sekalipun tidak ditambahkan minyak ke dalamnya. Kalaupun pakai, minyak yang ada di dalam makanan bisa tersaring ke dasar wadah saat proses selesai.

Hanya saja, memasak dengan air fryer membutuhkan waktu lebih lama. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran para peneliti terkait dugaan air fryer menyebabkan kanker.

Pada dasarnya, waktu memasak yang lebih lama dapat menyebabkan pembentukan karsinogen yang lebih besar. Karsinogen itu sendiri adalah zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

Artikel Lainnya: Menggoreng dengan Air Fryer, Benarkah Lebih Sehat?

Senada dengan itu, National Cancer Institute mengatakan, ‘menggoreng’ dengan air fryer  juga dapat menghasilkan senyawa akrilamida, hidrokarbon polisiklik aromatik, dan heterosiklik amina. Senyawa tersebut memiliki hubungan dengan risiko kanker.

Apakah itu berarti air fryer terbukti dapat menyebabkan kanker? Menanggapi hal ini, dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan bahwa penelitian terkait air fryer menyebabkan kanker masih bersifat sangat terbatas.

“Memang ada yang mengatakan bahwa penggunaan air fryer bisa membentuk akrilamid dan hidrokarbon, yang nantinya akan meningkatkan risiko kanker. Namun, masih belum jelas mengenai berapa lama paparan dan hubungan kausalitasnya,” tegas dr. Sepriani.

Artikel Lainnya: Cara Memasak yang Sehat dan Tidak Merusak Gizi Makanan

2 dari 3 halaman

Tips Mencegah Kemungkinan Bahaya Air Fryer

Anggapan mengenai air fryer penyebab kanker masih belum dapat dibuktikan sepenuhnya. Meski begitu, Anda tetap harus waspada akan segala kemungkinan yang ada.

Menurut dr. Sepriani, jika Anda ingin terhindar dari risiko kanker, sebaiknya pilih cara masak yang sehat dan sudah dianjurkan, seperti rebus atau kukus.

Akan tetapi, jika Anda memaksakan diri untuk menggunakan air fryer, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah kualitas barang. Anda wajib memilih air fryer dengan material plastik yang bebas BPA (bisfenol A).

Selain itu, pilih juga air fryer dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan. Gunakan minyak zaitun jika memang diperlukan. Jangan lupa untuk memanaskan air fryer terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memasak.

Jika digunakan dengan bijak dan tepat, air fryer bisa mendatangkan manfaat berikut ini:

  • Air fryer bisa membantu mengurangi asupan minyak tidak sehat. Hal tersebut bisa membantu menurunkan risiko obesitas atau berat badan berlebih, khususnya jika dikombinasikan dengan penerapan gaya hidup aktif dan sehat.
  • Risiko terciprat minyak panas sangat minim. Ini dikarenakan Anda tidak perlu menggoreng makanan di wadah terbuka yang berisikan minyak panas.
  • Membuat sayuran menjadi lebih renyah dan lezat.

Kabar Air fryer penyebab kanker masih bersifat dugaan alias belum sepenuhnya terbukti. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda ingin menggunakan benda tersebut untuk memproses makanan. Namun, Anda mesti tetap ingat untuk menggunakannya secara bijak dan tepat, ya!

Ingin bertanya tentang bahaya air fryer? Punya keluhan kesehatan yang butuh dikonsultasikan kepada dokter? Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar