Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ortu Suka Menerapkan Pola Asuh Campuran? Ini Kata Psikolog

Ortu Suka Menerapkan Pola Asuh Campuran? Ini Kata Psikolog

Pola asuh campuran disinyalir menjadi parenting style yang terbaik. Benar tidaknya hal itu, simak dulu penjelasan psikolog anak berikut ini.

Berbagai macam pola asuh, seperti otoriter (tiger parenting), permisif, pola asuh cuek, dan demokratis, mungkin sudah pernah Anda dengar. Bahkan, ada juga pola asuh tipe snowplow dan helicopter parenting.

Mungkin, snowplow dan helicopter parenting lebih asing ketimbang empat pola asuh lainnya. Pola asuh snowplow terjadi ketika orang tua benar-benar membantu dan melancarkan jalan hidup si anak.

Orangtua tidak mau anaknya kesulitan, sehingga segala cara akan dilakukan untuk memuluskan urusan anaknya.

Sedangkan pola asuh helikopter terjadi ketika orang tua selalu memantau dan berusaha terlibat di segala urusan anak.

Tak jarang, guru dari anak sering merasa terganggu dengan pola asuh yang satu ini. Semua parenting style punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena ada berbagai macam tipe, bagaimana jika orang tua membuat pola asuh campuran dari masing-masing style yang sudah ada? Bisakah hal itu diwujudkan?

Artikel Lainnya: Bolehkah Memarahi Anak?

1 dari 3 halaman

Benarkah Pola Asuh Campuran Itu Lebih Baik?

Dilansir dari Parents, penulis sekaligus seorang ibu bernama Mandy Waysman membagikan pengalamannya ketika ia mengombinasikan pola asuh anak.

Ada banyak pola asuh yang ia terapkan sebagai puzzle. Masing-masing pola asuh ia ambil bagian terbaiknya lalu disatukan menjadi pola asuh campuran. Snowplow, helikopter, otoriter, dan permisif juga ada di dalamnya.

Sayangnya, ia tidak membagikan secara detail mengenai efek yang ditimbulkan terhadap kedua buah hatinya.

Hal tersebut lantas mengundang pertanyaan lagi, apakah pola asuh campuran ini bisa diterapkan oleh semua keluarga?

Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog menjelaskan pada dasarnya penerapan pola asuh anak itu sifatnya tidak kaku.

Parenting style yang ada pasti disesuaikan juga dengan kondisi dan situasi anak-anaknya. Namun, biasanya ada satu parenting style yang dominan diterapkan. Sisanya, diterapkan secara situasional,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Pola Asuh dan Dampaknya pada Karakter Anak

Meski dikatakan campuran, kemungkinan besar tetap ada satu pola asuh yang paling sering digunakan oleh Mandy Waysman.

Psikolog Gracia menambahkan, “Kembali lagi ke inti dari pola asuh, masing-masing ada dampak yang sudah dipastikan based on research (berdasarkan penelitian).”

Terdapat empat pola pengasuhan yang utama beserta dampaknya terhadap anak, yaitu:

  • Orangtua jarang terlibat, jarang menuntut, dan tidak responsif (cuek). Hal ini akan membuat anak tumbuh menjadi anak kurang berprestasi dan umumnya punya masalah dalam hubungan sosial.
  • Orangtua sangat responsif dan tidak pernah menuntut (permisif). Hal ini akan membuat anak tumbuh menjadi pemalas, manja, dan egois.
  • Orangtua sering menuntut dan tidak responsif (otoriter/authoritarian). Hasilnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan pencemas.
  • Orangtua yang berwibawa, terkadang menuntut, tetapi tetap responsif (demokratis/authoritative).

Hasilnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pemberani dan tetap punya pengendalian diri. Mereka juga biasanya punya prestasi yang membanggakan.

Artikel Lainnya: Bunda, Ini Dia Kekurangan dan Kelebihan Pola Asuh Yes Parenting!

2 dari 3 halaman

Pola Asuh Mana yang Harus Lebih Sering Diterapkan?

Pola asuh campuran memang bisa diwujudkan, namun tetap harus ada satu yang paling dominan.

Dari berbagai macam pola asuh, Psikolog Gracia menyarankan orang tua untuk menerapkan authoritative parenting style.

“Berdasarkan penelitian yang ada, memang authoritative yang paling optimal dalam hal parenting style. Karena di situ, terdapat keseimbangan antara tipe-tipe yang lain. Satu pola asuh ini malah sudah mencakup masing-masing tipe secara seimbang,” terangnya.

Di dalam pola asuh authoritative, anak tidak cuma dimanja dan disayang-sayang, tetapi juga dilatih untuk mandiri dan berkembang dengan optimal.

Anak juga tidak melulu diatur dan dimarahi jika berbuat salah. Orangtua berusaha mengerti dan memberikan pengarahan yang cukup.

Kini, Anda sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika ingin mengombinasikan pola asuh anak.

Bila masih ada pertanyaan mengenai parenting, konsultasi kepada psikolog kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar