Sukses

Alasan Penyintas COVID-19 Juga Perlu Divaksinasi

Penyintas disarankan untuk tetap menjadi penerima vaksin covid pasca 3 bulan sembuh. Apa mengandalkan antibodi saja tak cukup? Simak jawabannya!

Di awal pemberitahuan tentang vaksin covid, para penyintas infeksi virus corona tidak disarankan menerima vaksinasi tersebut. Pasalnya, tak seperti yang lain, mereka dianggap sudah memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya hasil pemantauan, terdapat perubahan kebijakan penerima vaksin.

Kenapa Akhirnya Penyintas COVID-19 Boleh Divaksinasi?

Diakui, orang yang pernah mengalami COVID-19 memang memiliki antibodi. Jadi, ia tidak mudah terinfeksi virus yang sama. Sayangnya, antibodi tersebut tidak bertahan lama.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan, “Risiko reinfeksi memang tetap ada pada penyintas COVID-19. Mereka bukannya sama sekali tak bakal terkena lagi suatu hari.”

Tak sampai hitungan tahun, umumnya kekebalan alami terjadi hanya beberapa bulan, yakni 3-8 bulan. Alhasil, demi melindungi diri dari kasus reinfeksi, penyintas boleh menjadi penerima vaksin covid.

Pada dasarnya, sistem imunitas tubuh manusia mempunyai sel memori. Ketika antibodi rendah dan terjadi infeksi, sel pengingat itu akan melakukan flashback, lalu memproduksi antibodi dalam jumlah banyak.

Ingatan dari sel tersebut hanya bertahan selama beberapa bulan. Setelah tiga bulan berlalu, jumlah antibodi akan berkurang dan kemampuan sel memori juga menurun.

Atas dasar itulah para penyintas covid sebaiknya menerima vaksinasi, sehingga kekebalan tubuhnya semakin baik.

Artikel Lainnya: Latihan Pernapasan untuk Pasien yang Baru Sembuh dari Virus Corona

1 dari 3 halaman

Cegah Reinfeksi, Apa Penyintas COVID-19 Jadi Sasaran Utama Vaksinasi?

Meski penyintas COVID-19 memerlukan vaksinasi, ia bukan menjadi sasaran utama alias sasaran tunda.

Tak sendirian, sasaran tunda juga meliputi lansia, orang dengan penyakit komorbid, dan ibu menyusui.

Dokter Astrid menjelaskan, “Penyintas virus corona belum menjadi sasaran utama, karena pemerintah ingin mendahulukan pihak yang antibodinya belum terbentuk. Dengan jumlah vaksin virus corona yang ada di Indonesia saat ini, hal itu membuat penyintas tidak dijadikan prioritas.”

Golongan sasaran tunda tetap boleh dan perlu divaksinasi asalkan memenuhi persyaratan tertentu. Syarat dari masing-masing sasaran tunda yaitu:

  • Penyintas COVID-19 boleh divaksinasi setelah 3 bulan.
  • Penderita diabetes bisa terima vaksin asalkan belum punya komplikasi.
  • Penderita hipertensi boleh divaksinasi selama tekanan darahnya tidak di atas 180/110 MmHg.
  • Penderita kanker dapat divaksinasi kalau ia pasien remisi (selesai menjalani terapi) dan kondisinya stabil.
  • Untuk ibu menyusui, kondisinya juga harus stabil, tidak demam, dan tekanan darah normal.

Artikel Lainnya: Periode Berisiko bagi Penyintas COVID-19: Sepuluh Hari Pertama Usai Sembuh

Vaksin coronavirus memang tidak menjamin 100 persen penyintas akan terbebas dari reinfeksi.

Namun, setidaknya bila pada infeksi pertama Anda memiliki gejala berat, perlindungan dari vaksin akan meringankan gejala infeksi yang kedua.

Penyintas virus corona dan golongan lainnya mendapatkan dua dosis vaksin. Dosis kedua diberikan selang dua minggu dari yang pertama.

Apabila sebelum pemberian dosis kedua Anda terkonfirmasi positif COVID-19, dokter akan melihat gejalanya dulu. Ketika ditemukan gejala, vaksinasi dosis kedua tidak bisa diteruskan.

Peserta harus menunggu dulu sampai sembuh. Kalau ia terinfeksi tanpa gejala sama sekali (OTG), dosis yang kedua bisa diberikan.

Artikel Lainnya: Suplemen untuk Mengatasi Kelelahan Setelah Sembuh dari COVID-19

2 dari 3 halaman

Penyintas COVID-19 atau Bukan, Semuanya Tetap Lakukan 5M

Kekebalan penyintas COVID-19 tidak bertahan lama. Vaksin ini pun tak bisa jadi penjamin mutlak bebas virus corona meski bisa melindungi dan mengurangi keparahan gejala.

Maka dari itu, kita harus tetap menjalankan 5M selama pandemi masih berlangsung. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tak lagi cukup.

Semua lapisan masyarakat juga harus menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Lalu, memperbaiki sirkulasi udara di dalam ruangan juga perlu dilakukan untuk menekan penyebaran virus SARS-CoV-2.

Apabila protokol kesehatan tersebut dikombinasikan perlindungan vaksinasi, niscaya pandemi akan cepat berakhir.

Bila ada pertanyaan seputar vaksinasi COVID-19, tanya langsung kepada dokter kami lewat fitur Live Chat.

Pilihan rumah sakit rujukan dan tes swab PCR bisa didapatkan di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar