Sukses

Yang Perlu Diketahui Seputar Pembekuan Sel Telur

Tak selamanya wanita bisa hamil. Bagi wanita yang menunda punya momongan dan ingin hamil kapan saja, pembekuan sel telur jadi solusinya.

Tak semua wanita ingin segera punya momongan setelah menikah. Beberapa wanita ada yang menunda punya anak untuk fokus berkarir atau karena alasan kesehatan tertentu.

Sayangnya, kualitas sel telur akan semakin menurun atau berkurang seiring bertambahnya usia wanita. Ketika kualitas sel telur berkurang, kehamilan pun sulit diwujudkan. Kehamilan di usia tua juga kerap menimbulkan risiko komplikasi.

Kendati begitu, wanita tak perlu khawatir, sekarang sudah tersedia prosedur medis untuk membekukan sel telur. Prosedur ini bisa menjadi solusi bagi wanita yang ingin menunda kehamilan, namun tetap memiliki sel telur berkualitas baik.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Pembekuan Sel Telur?

Pembekuan sel telur juga dikenal dengan istilah oocyte cryopreservation.  Proses ini dilakukan dengan mengambil sel telur terbaik dari dalam rahim wanita.

Kemudian, sel telur akan dibekukan dan disimpan di dalam laboratorium dalam jangka waktu yang telah disepakati. Ketika wanita sudah siap hamil, sel telur dapat dicairkan untuk kemudian dibuahi dan dimasukan kembali ke dalam rahim.

Dilansir dari Mayo Clinic, proses oocyte cryopreservation berbeda dengan pembekuan embrio karena tidak memerlukan sperma. Sel telur wanita tidak dibuahi sebelum dibekukan atau disimpan.

Meski demikian, wanita yang ingin menjalani oocyte cryopreservation tetap perlu mengonsumsi obat penyubur kandungan agar bisa berovulasi dan menghasilkan banyak sel telur.

Artikel Lainnya: 9 Fakta tentang Ovarium yang Perlu Diketahui Wanita

Berikut adalah beberapa alasan mengapa wanita memilih untuk membekukan sel telurnya:

  • Memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi kesuburan, seperti anemia sel sabit, penyakit autoimun, perubahan gender, dan sebagainya.
  • Mengidap kanker dan pengobatannya bisa memengaruhi kesuburan. Terapi radiasi untuk kanker umumnya bisa memengaruhi jumlah sel telur dan menyebabkan kesuburan jadi menurun. Pembekuan sel telur bisa jadi solusi bagi penderita kanker yang berencana memiliki momongan.
  • Sedang menjalani fertilisasi in vitro atau program bayi tabung .
  • Sengaja menunda kehamilan dengan alasan tertentu. Biasanya, pembekuan sel telur dilakukan oleh wanita yang belum siap hamil di usia muda.

Artikel Lainnya: Kenali PCOS Lebih Jauh

2 dari 4 halaman

Apakah Prosedur Ini Aman Dilakukan?

Menurut dr. Devia Irine Putri proses pembekuan sel telur merupakan metode yang aman untuk dilakukan. 

Selain itu, tidak ada persyaratan khusus mengenai pembekuan sel telur. Selama kondisi fisik wanita sehat dan sudah melalui berbagai pemeriksaan medis, maka ia boleh membekukan sel telurnya.

“Sebelum membekukan sel telur, wanita akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika tidak ada infeksi di organ reproduksi, tak ada penyakit menular seksual, kondisi indung telur dan hormonnya baik, maka prosedur ini bisa dilakukan,” jelas dr. Devia Irine putri.

Dokter Devia mengingatkan kembali, semakin bertambah usia, maka kesuburan wanita akan menurun, termasuk memengaruhi kualitas sel telurnya.

Wanita yang hamil di usia tua berisiko melahirkan bayi cacat atau mengalami kelainan. Maka itu, pembekuan sel telur bisa menjadi salah satu solusi untuk bisa hamil kapan saja. Hal ini berlaku saat kondisi wanita masih mampu memiliki keturunan.

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Sperma yang Sehat untuk Mempercepat Kehamilan

3 dari 4 halaman

Tetap Ada Risiko Saat Proses Membekukan Sel Telur

Meskipun terbilang aman, pembekuan sel telur tetap dapat menyebabkan berbagai risiko. Masih diwartakan dari Mayo Clinic, berikut risiko yang bisa terjadi:

1. Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Obat penyubur kandungan bekerja dengan merangsang terjadinya ovulasi. Setelah ovulasi dan sel telur diambil, ovarium dapat nyeri serta membengkak. Gejala yang mungkin muncul bisa berupa sakit perut, kembung, mual, muntah dan diare.

2. Komplikasi Pengambilan Sel Telur

Penggunaan jarum untuk mengambil sel telur berisiko menyebabkan perdarahan, infeksi, atau kerusakan pada usus, kandung kemih, dan pembuluh darah.

3. Tak Selalu Berhasil

Ketika membekukan sel telur, wanita berharap kehamilannya dapat terjadi di kemudian hari. Sayangnya, tidak ada yang bisa menjamin wanita bisa berhasil hamil setelah mencairkan sel telurnya di kemudian hari.

Setelah mengetahui fakta medis mengenai pembekuan sel telur, apakah Anda tertarik mencoba hal ini? Anda juga perlu tahu, biaya membekukan sel telur ini juga cukup mahal karena harus dilakukan oleh dokter kandungan yang benar-benar ahli dalam bidangnya.

Jadi sebelum melakukan perawatan atau tindakan medis apa pun, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter. Cari tahu informasi unik mengenai kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar