Sukses

Tea Bomb dan Hot Chocolate Bomb, Mana yang Lebih Sehat?

Karena proses lelehnya memanjakan mata, tea dan hot chocolate bomb jadi minuman viral di media sosial. Lantas, mana yang paling sehat di antara kedua minuman unik ini?

Makan cokelat batang di Hari Valentine memang sudah biasa. Oleh karena itu, Anda ingin bikin yang lebih spesial untuk orang yang disayang.

Di antara pilihan yang ada, Anda mungkin tertarik untuk membuat minuman hot chocolate bomb untuk orang yang dicinta. Sedangkan untuk diri sendiri, Anda ingin membuat tea bomb yang penampilannya sangat menawan.

 

1 dari 4 halaman

Mengenal Hot Chocolate Bomb

Hot chocolate bomb sebenarnya lebih dulu populer di media sosial ketimbang tea bomb. Kata “bomb” di sini mengacu pada bentuknya yang bulat sebesar bola pingpong. Terkadang, ada yang membuatnya sebesar bola tenis, tergantung ukuran gelas dan cetakan yang dipakai.

Bola tersebut akan meleleh ketika diseduh. Meski namanya bomb, bola minuman ini tak akan meledak, melainkan leleh dan larut menjadi cairan kental.

Cangkang cokelat dibuat dengan cetakan silikon. Setelah didinginkan di freezer dan menjadi padat, barulah Anda bisa mengisinya dengan bubuk cokelat dan marshmallow.

Cetakan yang tersedia di pasaran berbentuk setengah cangkang bola. Jadi, Anda perlu melelehkan sedikit pinggirannya sebelum menyatukannya dengan setengah cangkang lain hingga membentuk bola.

Untuk melarutkan chocolate bomb, Anda membutuhkan susu putih tawar yang sudah didihkan terlebih dulu.

Artikel Lainnya: Segudang Manfaat Pelukan di Hari Valentine

2 dari 4 halaman

Mengenal Tea Bomb

Sementara itu, untuk membuat tea bomb, Anda perlu menggunakan cetakan silikon setengah cangkang bola. Perbedaannya di sini adalah, Anda tidak mengisi cetakan tersebut dengan cokelat, melainkan dengan gula isomalt.

Gula yang kerap dipakai dalam dekorasi dessert itu terbuat dari fermentasi pati gandum. Rasanya mirip gula pasir, tetapi kadar kalorinya lebih rendah dan tidak terlalu manis. Bahan yang satu ini bisa Anda dapatkan di toko online.

Sebelum menuangkannya ke cetakan, lelehkan dulu gula isomalt di panci. Api yang dipakai harus kecil supaya gula tidak gosong.

Tuangkan gula yang sudah cair ke cetakan dan beri pewarna makanan untuk mempercantik penampilannya. Ratakan dengan sendok dan diamkan hingga gula mengeras. Untuk tea bomb, Anda tidak perlu memasukkan isomalt ke lemari pendingin karena akan mengeras sendiri.

Setelah itu, Anda perlu masukkan kantung teh hijau ke setengah cangkang gula yang sudah padat. Masukkan juga beberapa kelopak bunga mawar.

Sama seperti chocolate bomb, Anda harus melelehkan sedikit setengah cangkangnya untuk disatukan menjadi bola. Letakkan ke dalam cangkir, seduh dengan air panas, dan bola isomat akan meleleh.

Artikel Lainnya: Cara Menunjukkan Rasa Cinta pada Anak Jelang Hari Valentine

3 dari 4 halaman

Mana yang Lebih Sehat antara Tea Bomb dan Chocolate Bomb?

Menurut dr. Arina Heidyana, sebenarnya cukup sulit untuk memilih mana yang lebih sehat di antara tea bomb dan chocolate bomb, karena keduanya mengandung kafein meski tak sebanyak kopi.

Manfaat teh dan manfaat cokelat didapat dari antioksidan. Tapi, ternyata, cokelat atau kakao yang menjadi bahan chocolate bomb mengandung lebih banyak antioksidan. Kandungan polifenolnya juga tiga kali lebih banyak dibandingkan teh hijau.

Bahkan, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Agricultural and Food Chemistry, kakao memiliki kandungan flavonoid 12 kali lebih banyak daripada teh hijau.

Hot chocolate bomb yang tidak pakai marshmellow dan gula tambahan sepertinya lebih sehat daripada tea bomb yang menggunakan banyak gula sebagai pelapisnya. Jadi, meski tampilannya biasa saja, hot chocolate lebih sehat,” kata dr. Arina.

Manfaat minuman cokelat panas sebenarnya juga pernah dilaporkan oleh penelitian yang berjudul Hot Cocoa Tops Red Wine And Tea In Antioxidants: May Be Healthier Choice.

“Satu atau dua cangkir cokelat panas dapat menjadi cara yang enak, hangat, dan sehat untuk memperoleh lebih banyak antioksidan,” kata kepala penelitian dan Profesor di Cornell's Department of Food Science and Technology, Amerika Serikat, Chang Yong Lee, Ph.D.

Kini Anda sudah tahu minuman mana yang lebih sehat untuk disajikan di Hari Valentine, bukan?

Bila masih ada pertanyaan seputar manfaat teh dan manfaat cokelat bagi tubuh, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar