Sukses

Kanker Testis Rentan Ganggu Kesehatan Mental Pasien

Kanker testis memiliki beberapa gejala fisik yang bikin tidak nyaman. Penelitian menemukan penyakit ini juga bisa memperburuk mental pasien.

Meski terbilang cukup jarang terjadi, kanker testis merupakan salah satu ancaman berbahaya bagi kesehatan pria. Jenis keganasan ini juga nyatanya diteliti dapat memengaruhi kesehatan mental penderitanya.

Bagaimana kanker testis memicu gangguan mental pada pasien? Mari simak penjelasan psikolog berikut ini.

 

1 dari 3 halaman

Pasien Kanker Testis Rentan Alami Gangguan Mental?

Sebuah studi pada sejumlah orang (population-based) menunjukkan, setelah diagnosis dan menjalani pengobatan, pasien kanker testis mengalami beban masalah kesehatan mental yang tinggi. Hal ini diketahui sering kali berlanjut hingga ia sembuh.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology. Penelitian menunjukkan angka kebutuhan layanan kesehatan mental untuk penderita atau penyintas kanker testis meningkat secara signifikan.

Peneliti studi tersebut, Christopher Booth, MD, dari Queen’s University Cancer Research Institute, Kanada, mengatakan peningkatan kebutuhan perawatan kesehatan mental terjadi meski kesembuhan telah tercapai. Untuk itu, layanan yang bersifat jangka panjang sangat dibutuhkan.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, sebenarnya kondisi tersebut terjadi bukan hanya pada penyintas kanker testis. Kebanyakan penderita kanker memang bisa punya masalah depresi.

"Kalau berdasarkan riset yang ada, sebenarnya mereka yang mengalami sakit kanker atau berbahaya lainnya jadi rentan mengalami depresi karena tingkat stresnya tinggi," ungkap psikolog Ikhsan.

Artikel lainnya: Awas, Ada Zat dalam Makanan yang Bisa Picu Kanker Testis!

"Penyebabnya, mereka belum siap dengan kondisi sakit yang terjadi. Lalu, belum siap juga menerima dampaknya nanti setelah selesai treatment kanker. Tentu banyak aktivitas yang terganggu bahkan kesehatan pun menurun," sambungnya.

Mengenai kanker testis, Ikhsan menjelaskan bahwa bisa saja keganasan tersebut membuat mental jatuh. Karena, pria yang mengalaminya merasa fungsi organ seksual tidak berfungsi optimal seperti sebelumnya.

"Bagi pria, fungsi testis sangatlah penting, sehingga kondisi tersebut menimbulkan tekanan tersendiri," ujarnya.

Selain itu, beban mental yang sudah dirasakan dapat diperparah oleh rasa lelah dan bosan yang dialami penderita atau penyintas kanker. Jadwal treatment dan minum obat yang tak boleh terlewat, serta efek sampingnya pada fisik berisiko membuat stres.

Artikel lainnya: Kenali 5 Gejala Kanker Testis

2 dari 3 halaman

Tips Jaga Kesehatan Mental sebagai Pasien Kanker Testis

Kesehatan mental yang terkendali selama pengobatan kanker sangat diperlukan. Hal ini penting agar pengobatan berjalan lancar dan membantu Anda berjuang untuk sembuh.

Untuk membantu mengatasi rasa tertekan saat menjalani pengobatan, berikut cara-cara menurut psikolog Ikhsan yang bisa Anda terapkan:

  • Cari dukungan dari orang terdekat agar emosi lebih positif dan stabil.
  • Pahami bahwa pengobatan merupakan proses yang harus dilalui. Perlahan, coba untuk menerima kondisi yang dialami.
  • Sebisa mungkin tetap melakukan hal-hal yang menyenangkan. Jangan sampai memiliki pemikiran bahwa penderita kanker testis akan punya banyak keterbatasan.

Imbangi juga langkah-langkah tersebut dengan pola hidup sehat.

Dukungan keluarga adalah kunci utama dalam membantu penderita atau penyintas kanker testis menjalani semuanya. Bila orang terdekat Anda mengidap kanker testis atau jenis lainnya, beri support dengan bijak tanpa membuatnya merasa tertekan.

Jangan sepelekan efek gangguan kesehatan mental pada penderita kanker dalam jangka panjang. Bila perlu, segera cari bantuan ahli profesional untuk bantu mengatasi masalah psikis yang mengganggu.

Anda bisa menggunakan Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter spesialis kedokteran jiwa demi mengetahui langkah penanganan yang tepat.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar