Sukses

Perut Bayi Bunyi saat Menyusu, Apa Penyebabnya?

Perut bunyi biasanya karena lapar. Nah, kalau perut bayi bunyi saat menyusu, masa penyebabnya karena lapar juga? Jangan-jangan karena si kecil sakit?

Sebagai orangtua baru, kadang masih banyak hal yang belum dipahami terkaitkesehatan anak. Perut bayi bunyi saat menyusu pun akhirnya jadi hal yang bikin Anda waswas. 

Kok bisa perut bunyi saat diisi? Bukannya perut bunyi tandanya masih lapar, ya? Apa dia masih kurang minum ASI? Ya, semua pertanyaan itu memenuhi kepala Anda. 

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Perut Bayi Bunyi saat Menyusu

Tenang dulu, Bund. Sesuatu yang dihadapi dengan panik justru jadi terlihat besar dan parah, meski kenyataannya tidak begitu. Beberapa penyebab dari kondisi tersebut, yaitu:

  1. Bunyi Peristaltik Usus yang Normal

Menurut dr. Arina Heidyana, perut bayi bunyi saat menyusu bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebih. 

“Karena tak cuma perut bayi, perut orang dewasa juga biasa bunyi begitu saat atau setelah dia makan. Bunyi perut merupakan bunyi peristaltik usus yang dipicu oleh pergerakan makanan dan udara di dalam usus.”

“Jadi, bunyi itu normal. kok, bukan tanda ia masih lapar atau kekurangan ASI,” jelas dr. Arina.

  1. Perbedaan Dinding Lapisan Usus

Dinding lapisan perut orang dewasa dan bayi berbeda. Lapisan perut bayi lebih tipis. Alhasil, apa pun yang masuk ke dalam saluran pencernaannya (ASI atau makanan lembut), gerakan ususnya akan lebih terdengar. 

Artikel lainnya: Ketika Bayi Tidak Henti-hentinya Menyusu

  1. Ada Udara dalam Perut alias Kembung 

Penyebab perut bayi bunyi saat menyusu selanjutnya adalah banyaknya udara yang terperangkap di dalam perut. Bayi yang menyusu terlalu cepat dan bersemangat karena terlalu lapar bisa jadi pemicunya. 

Selain itu, posisi menyusu yang salah juga berkontribusi. Idealnya, saat menyusu, posisi kepala harus lebih tinggi dari perutnya. Jika bayi menyusu sambil tidur sejajar, maka perutnya bisa kembung

  1. Ujung Dot yang Tidak Sesuai

Penggunaan dot dengan ujung yang tidak sesuai bisa pula meningkatkan risiko kembung. Ujung dot yang terlalu kecil membuat bayi lebih kuat menyedot sehingga udara yang masuk juga lebih banyak. 

Udara yang terperangkap terlalu lama di dalam usus bisa menyebabkan sakit dan ketidaknyamanan pada bayi. Ujung-ujungnya, bayi Anda jadi rewel. 

Artikel lainnya: Bayi Mogok Menyusu Langsung karena Trauma, Kok, Bisa?

  1. Asupan Makanan Tertentu

Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko terkumpulnya gas di dalam perut bayi, misalnya:

  • Tomat dan semua jenis jeruk 
  • Produk kedelai
  • Olahan susu
  • Brokoli
  • Kubis
  • Kembang kol

Sistem pencernaan bayi belum benar-benar sempurna. Mereka pun akan lebih sensitif terhadap berbagai zat. 

2 dari 3 halaman

Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Pada dasarnya, jika tidak ada gejala lain yang menyertai, orangtua tidak perlu khawatir dengan kondisi perut bayi yang berbunyi. 

Bahkan, perut yang bunyi lebih baik daripada perut yang tidak mengeluarkan suara sama sekali. Suara perut yang terdengar merupakan tanda bahwa sistem pencernaan bayi berfungsi dengan baik. 

Artikel lainnya: Gejala Bayi Kekurangan ASI

Namun, untuk mengurangi perut bayi berbunyi saat menyusu, tips berikut bisa diterapkan:

  • Benahi Posisi Bayi saat Menyusu

Letakkan bayi Anda di bahu dalam posisi bersendawa dan tepuk punggungnya. Anda juga bisa meletakkan bayi di tempat tidur dengan posisi tengkurap. 

Tepuk punggungnya secara perlahan. Bayi juga bisa diposisikan tengkurap di kedua paha, lalu goyangkan kedua paha untuk menstimulasi sendawa. 

  • Pijat Perut Bayi 

Coba ambil minyak telon lalu berikan pijatan lembut di perut bayi. Memijat perut atau mengusapnya dengan lembut akan membantu mengeluarkan udara yang terjebak.

  • Hindari Makanan yang Mengandung Gas

Jika perut bayi bunyi saat menyusu juga disebabkan oleh makanan yang bergas, makanan itu tidak perlu dikonsumsi lagi. Masih banyak buah dan sayur yang tidak bergas dan bisa dijadikan menu MPASI.

  • Mulut Bayi Harus Menempel di Puting dengan Benar

Jika bayi menyusu langsung dari payudara, pastikan mulutnya melekat benar di puting. Tujuannya, agar tidak banyak udara yang ikut tertelan. 

  • Periksakan ke Dokter

Apabila bunyi perut terlalu keras dan disertai dengan rewel terus-menerus, dikhawatirkan ada penyumbatan usus. Jadi, segera periksakan anak ke dokter.

Itu dia penyebab perut bayi bunyi saat menyusu. Bila masih ada pertanyaan seputar kesehatan anak, konsultasikan pada dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar