Sukses

Kapan Orangtua Boleh Mengenalkan Warna pada Anak?

Anak usia 1 sampai 3 tahun umumnya punya daya ingat dan kemampuan belajar yang cepat. Lalu, kapan anak bisa diajarkan untuk mengenal warna?

Umumnya, orangtua akan takjub dengan perkembangan anaknya yang sudah bisa menyebutkan beberapa nama benda di rumah. Karena ingin meningkatkan dan menambah kemampuan si kecil, Anda pun berniat mengajarkan anak soal nama warna. 

Namun, sejak usia berapa anak sudah boleh diajak mengenal warna? Lalu, adakah cara seru untuk mengajarkan dan mengenalkan warna kepada anak?

 

1 dari 3 halaman

Kapan Ortu Boleh Mengenalkan Warna Kepada Anak?

Sebenarnya tidak ada rumus pasti soal ini. Orangtua dapat menggunakan intuisinya untuk mengenalkan warna sesuai perkembangan anak.

Kendati begitu, dr. Adeline Jaclyn mengatakan bahwa anak usia 18 bulan sudah bisa diperkenalkan dan mampu membedakan ragam warna.

"Kemampuannya membedakan warna biasanya pada usia 18 bulan, meskipun pada beberapa anak ada yang terjadi lebih awal atau lebih lambat," ungkap dr. Adeline.

Sedangkan menurut Ikhsan Bella Persada, M,Psi., Psikolog, seorang anak sudah bisa mengenal warna di usia 2 tahun.

“Jadi di usia itu sudah bisa mulai diperkenalkan warna-warna dasar. Selanjutnya usia 2,5 sampai 3 tahun anak sudah bisa mulai membedakan warna warna yang ada," jelasnya.

Artikel Lainnya: Terungkap, Ini Alasan Pink Jadi Warna Favorit Anak Perempuan

Namun, tidak mudah memperkenalkan dan mengajarkan anak soal nama warna. Satu hal yang pasti, setiap anak punya kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat membedakan warna dan ada juga yang terlambat mengenal warna.

Kalau sudah begini, orangtua tidak perlu khawatir, apalagi sampai frustrasi. Terkadang, ada anak yang belum mau belajar mengenai warna. Maka itu, sebaiknya orangtua jangan terlalu memaksa si Kecil. Orangtua harus mencari cara agar anak merasa tertarik belajar warna. 

"Kalau anak belum tertarik jangan dipaksa. Bisa gunakan cara lain, misalnya sambil jalan-jalan kasih lihat anak itu warna apa saja. Kalau dipaksakan khawatir nanti anak malah menolak proses belajar warnanya itu," tegas psikolog Ikhsan.

Artikel Lainnya: Kaitan antara Warna dan Emosi Anak

2 dari 3 halaman

Cara Mulai Memperkenalkan Warna pada Anak

Orangtua tidak bisa memaksakan kemampuan dan perkembangan anak. Meski begitu, ortu tetap bisa melatih kemampuan anak untuk mengenal dan membedakan warna dengan cara unik. Berikut caranya:

  1. Sajikan Makanan Warna-Warni

“Bisa mengajari anak mengenal warna dari makanan atau buah yang dia makan agar si anak lebih cepat menangkapnya," ungkap psikolog Ikhsan.

Cobalah untuk menyajikan hidangan dengan warna yang beragam. Makanan tersebut bisa berupa sayuran hijau, nasi putih, roti cokelat, sup tomat warna merah, atau buah pisang yang warnanya kuning. 

  1. Lagu dan Video

Menurut penelitian, musik memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan otak anak. Maka dari itu, cobalah untuk mengenalkan suatu hal melalui musik atau lagu, termasuk ragam warna. 

Anda bisa memutar video musik yang nyanyiannya menjelaskan tentang warna. Saat menonton, perhatikan minat dan ketertarikan anak. Anak usia 1 hingga 3 tahun umumnya akan tertarik menonton video dengan musik dan gambar penuh warna.

Ketika si kecil mencoba meniru nyanyian atau ucapan dari video, barulah ortu bisa mengenalkan atau mulai mengajarkan perbedaan warna kepada anak. 

Tetapi, jangan lupa membatasi waktu anak untuk menonton video, ya. Anak-anak sebaiknya tidak menonton televisi atau video lebih dari 30 menit dalam sehari.

Artikel Lainnya: Buta Warna karena Kelamaan Main Gadget, Kok Bisa?

  1. Permainan

Salah satu cara yang bisa dicoba untuk anak belajar warna adalah melalui mainan. Berikan anak beberapa jenis mainan yang menarik dan berwarna cerah. 

Mainan tersebut bisa berupa blok alfabet, donat susun, atau bola warna-warni. Sembari menemani anak bermain, cobalah untuk mengajarkannya nama-nama warna secara perlahan. 

  1. Mengenalkan Lewat Alam

Psikolog Ikhsan menganjurkan ortu untuk mengenalkan warna lewat alam. Coba ajak anak bermain di luar rumah, setelah itu, hampiri dan perkenalkan beberapa objek berwarna seperti tanah cokelat, bunga merah, daun hijau, atau bahkan langit warna biru. 

Tak hanya itu, cara ini juga bisa menjadi ajang untuk mengajari anak peduli dan mencintai lingkungan. 

Artikel Lainnya: Orang Buta Warna Hanya Bisa Melihat Warna Hitam dan Putih, Benarkah?

  1. Ajak Anak untuk Mewarnai

Meskipun wujud  gambarnya seperti benang kusut, tak ada salahnya membiarkan anak mencorat-coret warna di kertas. Sediakan buku gambar atau beberapa lembar kertas polos untuk mewarnai. Untuk usia balita, amannya menggunakan alat mewarnai seperti pensil warna, ya

Supaya anak bisa cepat mengenal warna, orangtua perlu terus mengajarkannya secara konsistensi. "Jangan cuma sekali-kali saja, khawatir proses mengenal warna akan lebih lama kepada anak-anak," saran psikolog Ikhsan.

Tak hanya membedakan, sebisa mungkin bantu si kecil untuk melafalkan nama atau macam warna dengan jelas.

Anda jangan melafalkan nama warna dengan sengaja dibuat cadel. Misalnya, mengucapkan warna biru jadi “biyu” atau merah jadi “meyah”. Lafalkan saja dengan jelas dan benar-benar warnanya.

Untuk tahu tips dan trik parenting lainnya, Anda bisa membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter. Sedangkan untuk konsultasi dengan dokter anak atau psikolog, gunakan fitur Live Chat. 

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar