Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kolesterol Telur, Daging, dan Produk Susu, Mana yang Lebih Tinggi?

Kolesterol Telur, Daging, dan Produk Susu, Mana yang Lebih Tinggi?

Telur, daging, dan produk susu sering dianggap biang keladi naiknya kolesterol di tubuh. Di antara ketiga, mana yang paling tinggi kolesterolnya?

Ketika mendapat diagnosis kadar kolesterol tubuhnya tinggi, kebanyakan orang akan menyalahkan telur, daging, atau produk susu yang dikonsumsi. Ketiganya memang dikenal punya kandungan tinggi kolesterol. Namun, mana yang lebih tinggi dari ketiga jenis asupan tersebut?

 

1 dari 3 halaman

Mengecek Kadar Kolesterol pada Telur, Daging, dan Produk Susu

Kuning telur adalah bagian yang punya kandungan kolesterol tinggi dalam sebutir telur. Dalam 100 gram telur, seperti dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, mengandung 373 mg kolesterol.

Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dua asupan lainnya: daging dan produk susu. Kadar kolesterol per 100 gram daging sekitar 90 mg. 

Lantas, bagaimana dengan kadar kolesterol pada produk susu? Dalam 100 gram produk susu rata-rata hanya terkandung 10 mg kolesterol.

Apakah ini berarti telur lebih jahat dan jadi biang kerok penumpukan kolesterol dalam darah? Tentu tidak bisa disebut demikian. Banyak penelitian menunjukkan bahwa telur adalah sumber nutrisi yang lengkap.

Menurut Cleveland Clinic, sebutir telur mengandung antioksidan, protein, dan banyak nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

Penelitian juga memaparkan, orang yang makan telur dalam jumlah sedang tidak menunjukkan peningkatan kolesterol dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak makan telur. Artinya, makan telur secukupnya adalah kunci.

Artikel lainnya: Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Telur?

"Semua makanan jika terlalu banyak dikonsumsi bisa berdampak negatif. Makanya menu makanan harus variatif, bergizi seimbang, dan jumlahnya cukup, tidak kekurangan atau kelebihan," ungkap dr. Astrid.

Hal itu juga berlaku untuk daging dan produk susu. Jika dimakan dalam jumlah wajar dan dikombinasikan dengan menu lainnya, makanan ini justru berdampak sehat bagi tubuh.

Dalam daging, misalnya, terdapat protein, lemak, zat besi, serta mineral lainnya. Begitu juga dengan produk susu yang merupakan sumber protein, lemak, kasium, serta seng, yang baik.

Artikel lainnya: Benarkah Daging Kambing Pencetus Tinggi Kolesterol?

2 dari 3 halaman

Agar Kadar Kolesterol Aman, Perhatikan Cara Mengonsumsinya

Selain soal jumlah, cara mengolah serta mengonsumsi telur, daging, dan produk susu juga harus diperhatikan agar tak mengerek kadar kolesterol. Berikut cara mengonsumsinya agar aman:

1. Telur

Makan telur dalam jumlah sedang. Mengonsumsi 4-6 butir per minggu masih aman bahkan untuk orang dengan kolesterol tinggi. Anda bisa mengolahnya dengan cara direbus.

Jika dikonsumsi dengan cara dan jumlah yang tepat, sumber protein ini dapat menghindarkan Anda dari masalah kardiovaskular, hipertensi, dan kanker.

2. Daging

Menjaga kadar kolesterol dalam rentang aman bukan berarti Anda sama sekali menyingkirkan daging. Yang penting, alih-alih memilih daging dengan lemak jenuh tinggi, konsumsi daging yang lebih rendah lemak.

Pilih porsi daging yang lebih kecil atau kurang dari 3 ons, seperti:

  • Daging sapi tanpa lemak: chuck, sirloin, atau loin
  • Daging kambing: potongan dari tungkai, lengan, dan pinggang

Perhatikan juga cara pengolahan daging. Opsi masak di bawah ini bisa Anda coba:

  • Buang sebanyak mungkin lemak sebelum dimasak.
  • Lebih baik dipanggang, dibanding digoreng.
  • Gunakan penyaring untuk mengeluarkan tetesan lemak saat memasak.
  • Masak hidangan berbahan dasar daging, seperti rebusan, sehari sebelumnya. Setelah didinginkan, lemak mengeras dan naik ke atas. Bagian itu bisa Anda buang.

Artikel lainnya: Tanpa Disadari, Makanan Ini Sebabkan Kolesterol Tinggi

3. Produk Susu

Mengonsumsi produk olahan susu berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat alias LDL. Produk semacam itu tinggi lemak jenuh dan kolesterol. 

Oleh karena itu, gantilah dengan pilihan yang lebih sehat dan rendah lemak, yakni:

  • 1 persen susu atau susu skim
  • keju rendah lemak, seperti keju cottage rendah lemak dan ricotta
  • yogurt atau es krim rendah lemak atau bebas lemak
  • yogurt rendah lemak 

Jadi, tidak apa-apa kok mengonsumsi telur, daging, dan produk olahan susu. Yang terbaik, variasikan asupan protein Anda setiap hari.

"Misalnya hari ini telur, besok ikan, besoknya lagi tempe, besoknya lagi daging, dan seterusnya. Protein ada nabati, ada juga yang hewani. Jadi, Anda bisa kombinasikan kedua jenis ini," saran dr. Astrid.

"Lengkapi juga dengan unsur nutrisi lain, seperti karbohidrat dan serat, serta lemak sehat," dia memungkasi.

Jangan ketinggalan informasi menarik lainnya seputar penyakit, nutrisi, dan gaya hidup sehat dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar