Sukses

Efek Samping Konsumsi Pil Melatonin Tanpa Resep Dokter

Pil melatonin sering dijadikan solusi oleh orang yang sulit tidur di malam hari. Awas, jangan dikonsumsi sembarangan, apalagi jika Anda tak ingin mengalami kondisi ini!

Tidak sedikit orang yang mengandalkan obat-obatan agar bisa tidur lelap di malam hari. Di antara sekian obat yang tersedia, pil melatonin adalah salah satu yang paling sering dipilih.

Tidak dimungkiri, pil melatonin memang efektif untuk bikin terlelap saat malam. Namun, obat ini rupanya tidak boleh dikonsumsi sembarangan alias harus berdasarkan resep dokter.

Faktanya, konsumsi pil melatonin sembarangan malah bisa menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan Anda.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, melatonin sebenarnya merupakan zat yang diproduksi secara alami oleh tubuh untuk mengatur siklus tidur. 

“(Ada juga) Melatonin yang dijual atau yang disajikan dalam bentuk pil. Ini biasanya dijadikan sebagai terapi sulit tidur atau insomnia ringan,” ucap dr. Astrid.

Melihat Pil Melatonin dari Dekat Konsumsi Suplemen Melatonin Picu Mimpi Buruk?

“Misalnya, Anda baru saja mengalami jet lag akibat pergi ke negara dengan zona waktu berbeda, pil melatonin bisa jadi solusi untuk mengatasinya,” sambungnya.

Pil melatonin memang dapat meningkatkan hormon yang mengatur tidur, sehingga seseorang dapat mengantuk. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa pengawasan ketat dari dokter.

Apabila memaksakan diri mengonsumsi pil melatonin tanpa anjuran atau resep dokter, Anda berisiko mengalami berbagai efek samping yang merugikan kesehatan.

1 dari 2 halaman

Efek Samping Konsumsi Melatonin Tanpa Resep Dokter

Berdasarkan dr. Astrid, konsumsi pil melatonin sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Sebab, mengonsumsinya setiap hari dengan dosis yang tidak sesuai bisa menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan. 

“Beberapa efek samping konsumsi pil melatonin yang mungkin bisa terjadi, seperti sakit kepala, linglung, pusing, kram perut, mengantuk setiap hari, dan memiliki perasaan yang depresif sesaat dan tiba-tiba,” tutur dr. Astrid.

Artikel Lainnya: Manfaat Melatonin untuk Kualitas Tidur hingga Kurangi Depresi

Selain itu dr. Astrid juga mengatakan bahwa ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh dan harus menghindari pil melatonin. Mereka adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita depresi. 

“Kalaupun memiliki gangguan tidur, sebaiknya diperiksa ke dokter agar bisa ditangani dengan benar berdasarkan penyebabnya. Jadi, tidak harus terus-menerus bergantung pada obat atau suplemen, seperti pil melatonin,” pungkas dr. Astrid.

Manfaat pil melatonin dalam mengatasi insomnia ringan memang terbukti efektif. Namun, Anda tak dapat terus-menerus mengandalkan obat ini sebagai terapi sulit tidur, apalagi jika tidak berdasarkan anjuran atau resep dari dokter.

Jika Anda punya masalah tidur, lebih baik konsultasikan lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter untuk mencari tahu penyebab dan cara terbaik mengatasinya. 

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar