Sukses

Makanan yang Harus Dihindari Pasien COVID-19

Asal makan bisa bikin kondisi tubuh susah membaik! Penasaran apa pantangan makanan penderita COVID-19? Cek di sini.

Bicara soal pantangan makanan, biasanya orang berpikir hanya pasien gangguan pencernaan yang memilikinya. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Banyak penyakit di luar gangguan pencernaan yang punya pantangan makanan, termasuk COVID-19. Tak cuma satu jenis, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari pasien COVID-19.

 

1 dari 4 halaman

Makanan Harus Sesuai dengan Gejala COVID-19 dan Riwayat Penyakit

Asupan gizi yang baik dan sesuai menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses penyembuhan pasien COVID-19.

Sayangnya, masih ada yang berpikir penyakit ini hanya menyerang saluran pernapasan sehingga tak perlu harus jaga makan.

Padahal, apa pun sakit yang Anda rasakan, asupan makanan dan minuman amat penting untuk diperhatikan.

Kenapa asupan gizi tak cuma harus baik tetapi harus juga sesuai? Pasalnya apa yang baik untuk kondisi A belum tentu baik untuk kondisi B.

Dokter Arina Heidyana mengatakan, “Makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan juga dengan keluhan pasien serta komorbid pasien.”

Misalnya, ada pasien COVID-19 yang punya gejala mual parah. Di satu sisi, vitamin C memang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bila pasien dengan gejala mual makan jeruk asam dalam jumlah banyak, gejala di lambungnya justru bisa semakin parah.

Karena itulah, pantangan makanan penderita COVID-19 harus disesuaikan dengan gejala dan riwayat penyakit yang diderita pasien. Kalaupun tanpa bergejala, bukan berarti pasien bisa makan makanan yang tak sehat sepuasnya.

Artikel Lainnya: Apa Penyebab Virus Corona Bisa Ada di Frozen Food?

2 dari 4 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Pasien COVID-19

Beberapa pantangan makanan COVID-19 yang sebaiknya ditaati pasien antara lain:

1. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji biasanya dimasak dengan metode deep fry. Alhasil, makanan tersebut jadi berminyak.

Untuk menambah kelezatannya, ditambahkan pula gula, garam, dan penyedap rasa dalam jumlah banyak.

Makanan seperti ini tidak diperuntukkan untuk orang yang sedang sakit, apalagi bila sedang sakit tenggorokan dan batuk. Makanan berminyak bikin tenggorokan makin tidak nyaman.

2. Minuman Berkafein

Saat sakit, Anda membutuhkan waktu tidur yang ekstra. Dengan banyak istirahat, proses penyembuhan akan lebih cepat terjadi.

Nah, apabila Anda mengonsumsi kopi atau teh secara berlebihan, asupan kafein menjadi terlalu tinggi. Alhasil, Anda jadi tidak mengantuk, susah tidur, bahkan timbul perasaan cemas.

Lebih baik konsumsi minuman lain yang lebih sehat seperti air putih, susu, air kelapa, atau jus buah minim gula.

Artikel Lainnya: Pasien COVID-19 Curhat Diberi Lauk Sayur Buncis, Apa Manfaatnya?

3. Makanan Ultra Proses

Makanan yang satu ini umumnya berupa makanan kemasan dan mengandung garam serta gula yang tinggi.

Meski rasanya enak, makanan ultra proses justru dapat mengembangkan penyakit komorbid pada pasien COVID-19.

Misalnya, yang tadinya kadar gula darah normal namun akibat kebanyakan dan keseringan makan biskuit, cokelat, sereal, dan minum minuman bersoda, gula darah jadi tinggi.

Padahal, diabetes itu sendiri menjadi penyakit comorbid yang dapat memperparah COVID-19.

“Iya, makanan seperti produk kalengan, tinggi gula, dan kafein memang tidak baik untuk pasien COVID-19,” tambah dr. Arina.

“Semuanya itu tidak meningkatkan daya tahan tubuh. Pasien COVID-19 membutuhkan makanan yang meningkatkan sistem imunitasnya,” lanjutnya. 

Artikel Lainnya: Awas, Tak Bisa Rasakan Pedas Bisa Jadi Gejala COVID-19!

4. Makanan Tinggi Lemak

Jenis makanan yang satu ini mungkin mirip dengan makanan cepat saji. Namun, makanan tinggi lemak tak selalu diolah dengan cara digoreng seperti makanan cepat saji.

Meski dipanggang atau direbus, makanan ekstra lemak yang mengandung banyak mentega, santan, jeroan, dan gajih menjadi pantangan makanan penderita COVID-19 dengan riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan hipertensi.

5. Makanan Pedas dan Asam

Walaupun tak sebanyak gejala gangguan pernapasan, mual muntah juga jadi gejala COVID-19.

Hati-hati, hindari makanan yang pedas dan asam agar lambung tak makin bermasalah.

Bila Anda mengalami anosmia juga, memaksakan diri untuk makan pedas dan asam bukan solusinya.

Kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya seiring dengan proses penyembuhan.

Artikel Lainnya: Perlu Dicoba, Makanan Bernutrisi Bisa Cegah Gejala Berat Coronavirus!

3 dari 4 halaman

Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi Pasien COVID-19?

Di sisi lain, ada beberapa jenis makanan yang direkomendasikan oleh dokter untuk pasien COVID-19. Jenis makanan dan minuman yang dimaksud meliputi:

1. Lemak Sehat

Bukannya sama sekali tak boleh makan lemak, pasien COVID-19 boleh makan lemak asalkan lemak itu adalah lemak sehat.

Sumber lemak sehat misalnya alpukat, kacang-kacangan yang tidak digoreng, minyak zaitun yang tidak dipanaskan, dan ikan.

2. Protein

Protein menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Daging, telur, dan olahan nabati merupakan sumber protein.

Tapi ingat, cara pengolahannya juga penting. Hindari digoreng dan direndam dalam minyak panas atau dipanggang sampai gosong karena justru merusak kebaikannya.

3. Karbohidrat

Sakit identik dengan lemas. Agar tak lemas dan punya tenaga, Anda membutuhkan karbohidrat dari buah-buahan, umbi (kentang, singkong, ubi), jagung, dan nasi.

Akan lebih baik bila karbohidrat yang dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah.

Itu dia pantangan makanan penderita COVID-19 yang sebaiknya dipatuhi beserta asupan yang direkomendasikan.

Bila ada pertanyaan seputar perawatan pasien COVID-19, konsultasikan kepada dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

Anda juga bisa kunjungi Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter untuk tahu info seputar tes PCR dan RS rujukan.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar