Sukses

Bolehkah Mencampur Obat Anak ke Dalam Susu Formula?

Agar mau minum obat dan cepat sembuh, ortu mencampurkan obat obat ke dalam susu formula anak. Bagaimana dengan efektivitas dan keamanannya?

Kondisi anak yang sedang sakit membuat orangtua jadi khawatir. Akan tetapi, yang bikin lebih pusing lagi adalah ketika si kecil sakit dan ia susah sekali untuk minum obat! Padahal, obatnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu pahit.

Kalau sudah begini, mau tak mau susu formula dicampur obat jadi solusi utamanya. Lantas, apakah mencampur obat ke dalam susu formula itu diperbolehkan dan aman bagi tubuh si kecil?

 

1 dari 3 halaman

Bolehkah Susu Formula Dicampur Obat?

Metode di atas memang kerap dilakukan beberapa orangtua yang putus asa ketika anaknya berontak saat diberikan obat.

Kendati demikian, sebagai orangtua awam, kita sendiri tidak mengetahui apa sebenarnya efek minum obat dengan susu formula.

Bisa jadi aman, bisa jadi tidak. Kalau pun aman, efektivitas obat bisa jadi sudah hilang sehingga terapi pengobatan menjadi sia-sia. Lantas, apa pendapat dokter mengenai solusi susu formula dicampur obat agar anak mau meminumnya?

Menanggapi pertanyaan tersebut, begini penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti. Menurutnya, tidak semua obat bisa dicampurkan ke dalam susu.

“Iya, jadi tergantung sama jenis obatnya. Ada yang bisa, ada yang tidak. Kenapa tidak bisa? Karena susu punya sifat melapisi dinding dalam saluran pencernaan. Sehingga, kondisi tersebut bisa mengganggu penyerapan beberapa jenis obat,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu Saat Konsumsi Obat?

Kalsium dari susu, baik itu susu murni maupun susu formula, dapat mengikat zat aktif dari obat. Adapun beberapa jenis obat yang tidak disarankan diminum berbarengan atau dicampur ke dalam susu formula, antara lain:

  • Antibiotik Tetrasiklin

Biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang cukup berat dan tidak bisa diatasi dengan penisilin.

Kondisi tersebut misalnya, seperti infeksi pernapasan, infeksi usus, infeksi kandung kemih, infeksi kelenjar getah bening, infeksi menular seksual, hingga infeksi dari hewan seperti antraks.

  • Antibiotik Golongan Quinolone/Kuinolon

Daftar penyakit yang diobati dengan antibiotik golongan kuinolon hampir sama dengan tetrasiklin. Antibiotik ini mampu mematikan bakteri gram positif maupun negatif.

Cara kerjanya adalah menghambat enzim yang diperlukan bakteri untuk memperbanyak diri. Efek samping dari obat ini adalah pusing.

Artikel Lainnya: Susu Hamil dan Suplemen, Bolehkah Dikonsumsi Bersamaan?

  • Obat Penambah Darah

Susu formula yang dicampur obat penambah darah (zat besi) justru menghambat penyerapan zat tersebut oleh tubuh.

Tak cuma susu dan olahannya seperti keju, minuman berkafein seperti teh atau cokelat hangat juga bisa memberikan efek serupa.

Jadi, hindari meminumkan obat ini dengan teh hangat kepada anak. Lebih baik konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C setelah mengonsumsi obat penambah darah agar penyerapan zat besi menjadi maksimal.

Di sisi lain, ada sejumlah obat dan vitamin yang masih boleh dicampur dengan susu formula dan tidak akan menghilangkan efektivitasnya, antara lain:

  • Vitamin, seperti vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan vitamin D.
  • Suplemen lactobacillus
  • Obat kortikosteroid, misalnya prednison.
  • Obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), misalnya aspirin, diclofenac, dan ibuprofen.

Artikel Lainnya: Dampak Buruk Mencampur Minuman Energi dengan Susu

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Memberikan Obat yang Tepat untuk Anak?

Jika ditanya bagaimana cara memberikan obat yang paling baik, tentunya dikonsumsi bersama air putih.

Jika kondisi tidak memungkinkan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan selain susu formula dicampur obat, yaitu:

  • Jika obat terlalu besar, gerus obat tersebut lalu campurkan dengan sedikit air. Larutan tersebut harus diminum anak habis.
  • Boleh dicampur ke dalam makanan. “Namun, makanan yang boleh dicampur juga tak boleh banyak mengandung susu. Misalkan, ada kue di rumah, kue tersebut mengandung banyak krim seperti tiramisu, itu tetap tidak boleh. Lebih baik lauk makan biasa saja,” saran dr. Astrid.
  • Anak tak bisa lepas dari susu formulanya? Konsumsi susu beberapa jam sebelum minum obat, termasuk obat parasetamol (yang paling umum), agar efektivitas obatnya tidak hilang.
  • Saat berobat, ceritakan kondisi anak Anda yang susah minum obat kepada dokter. Dokter biasanya akan membantu untuk mencarikan alternatifnya.

Kini Anda sudah mengetahui bahwa susu formula dicampur obat bukanlah solusi aman dan efektif.

Apabila masih ada pertanyaan seputar bahaya minum obat dicampur susu, apalagi jika jenis obat tersebut belum dibahas di atas, segera konsultasi dengan dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar