Sukses

Mengapa Kulit Semakin Terasa Gatal Saat Digaruk?

Karena gatal, Anda jadi terus menggaruk bagian kulit yang ruam. Bukannya mereda, rasa gatal justru semakin parah saat digaruk, apa yang salah, ya?

Menggaruk menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan ketika kulit terasa gatal. Sayangnya, menggaruk justru tak membuat gatal semakin mereda. Bahkan nyatanya, menggaruk kulit justru bisa meningkatkan rasa gatal dua kali lipat!

Ternyata ada alasan mengapa menggaruk bikin kulit jadi lebih gatal dari sebelumnya. Untuk tahu penjelasan selengkapnya, simak pembahasan berikut ini.

 

1 dari 3 halaman

Gatal Digaruk, Kok, Malah Semakin Menjadi Gatal?

Saat digigit nyamuk atau terkena zat alergen, kulit akan menjadi gatal. Tanpa sadar, Anda akan menggaruk gatal tersebut hingga timbul bentol dan kemerahan di kulit.  Apabila semakin digaruk, kulit menjadi lecet dan terasa semakin gatal. Kok, bisa, ya?

Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Amerika Serikat, menggaruk dapat mengacaukan sensasi nyeri dan gatal di kulit.

Perlu diketahui, untuk menghentikan rasa gatal, otak mengarahkan kita untuk menggaruk bagian yang gatal. Saat menggaruk, lalu muncul rasa nyeri atau sakit yang menggantikan sensasi gatal.

Ketika rasa nyeri muncul, tubuh dapat mengeluarkan serotonin agar rasa sakit berkurang. Serotonin merupakan neurotransmitter yang mengatur suasana hati dan mengendalikan rasa nyeri.

Tidak hanya mengatur rasa nyeri, serotonin juga memberikan rasa puas ketika Anda menggaruk kulit yang gatal. Maka itu, semakin banyak hormon serotonin yang dikeluarkan oleh tubuh, semakin tinggi juga keinginan Anda untuk menggaruk kulit gatal agar perasaan jadi lebih puas.

Artikel Lainnya: Jangan Menggaruk Kulit Saat Mengalami 7 Kondisi Ini!

2 dari 3 halaman

Cara Tepat Mengatasi Gatal

Supaya rasa gatal yang digaruk tak berujung jadi lecet dan luka, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, mengatakan ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mengatasi kondisi tersebut.

“Solusi paling tepat adalah mengetahui penyebab gatal. Kalau penyebab gatal disebabkan karena alergi, kan, ada histamin yang keluar secara berlebihan dan cara mengatasinya bisa dengan memberikan obat-obatan antihistamin yang diminum. Lalu bisa juga diberikan zat-zat tertentu seperti bedak yang mengandung menthol, ini efektif dalam mengurangi rasa gatal,” ujarnya.

Histamin adalah bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi, termasuk gatal. Antihistamin adalah pengobatan umum untuk reaksi alergi. Namun, banyak obat antihistamin yang akan membuat Anda jadi mengantuk. Oleh karena itu, obat antihistamin paling baik digunakan sebelum tidur.

Artikel Lainnya: Mengapa Biduran Tak Boleh Digaruk?

Selain cara di atas, ada beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gatal di kulit. Mengutip laman Healthline, berikut penjelasannya:

  • Kompres Air Dingin

Anda bisa mengambil es batu atau mencelupkan kain bersih ke dalam air dingin. Kemudian, kompres atau letakkan kain dan es batu di bagian kulit yang gatal. Efek dingin bisa meredakan gatal dan membuat kulit jadi lebih nyaman.

  • Gunakan Pelembap

Kulit kering merupakan salah satu penyebab gatal yang umum dialami banyak orang. Karenanya, selalu gunakan pelembab untuk mencegah atau mengatasi gatal di kulit.

  • Gunakan Gel Lidah Buaya

Gel lidah buaya memiliki efek pendingin yang bisa meredakan rasa gatal. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan gel yang mengandung zat menthol. Pasalnya, zat menthol dibuat dari tanaman peppermint yang ampuh meredakan sensasi gatal.

Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa gatal di kulit. Hindari menggaruk kulit terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan infeksi. Lakukan cara-cara di atas dan jangan ragu periksa ke dokter jika gatal tidak kunjung menghilang.

Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter atau konsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar