Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sambal Cireng Reaktif Rapid Test COVID-19, Ini Fakta Medisnya

Sambal Cireng Reaktif Rapid Test COVID-19, Ini Fakta Medisnya

Ulah iseng Rina Nose melakukan rapid test antigen ke sambal cireng menghebohkan publik. Mengapa hasil positif yang didapat? Simak kata dokter berikut.

Di tengah penyebaran virus corona yang tidak terkendali di Tanah Air, artis Rina Nose justru iseng menggunakan rapid test antigen ke sambal cireng. Hal itu dia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya.

“Iseng aja nge-swab sambel cireng pake rapid antigen, hasilnya dua garis (positif),” tulisnya. 

“Lalu nge-swab diri sendiri dan orang-orang rumah yang makan sambel yang sama dalam satu mangkok, hasilnya satu garis.”

“Gue sih ga mau ambil kesimpulan ini artinya apa. Cuma pesen gue, ga usah pada iseng ya gaes, biar ga bingung,” imbuh Rina.

Hasil sambal cireng positif COVID-19 tersebut mengundang tanggapan warganet. Tak sedikit yang pada akhirnya mengkritik komedian tersebut. Mereka menyebut aktris tersebut tidak memahami situasi pandemi saat ini dan justru hanya menambah panas kondisi.

Rina berdalih, apa yang dilakukannya tidak menyakiti makhluk hidup sehingga semestinya tak perlu disalahkan.

Lantas, dia juga membandingkan dengan tingkah seorang anggota parlemen Australia, yang juga coba-coba mengetes COVID-19 pada Coca-Cola. Rina membeberkan bahwa hasil tesnya pun positif.

Artikel lainnya: Fakta atau Hoaks Hasil Rapid Test Reaktif Bila Anda Sedang Flu?

1 dari 3 halaman

Alat Rapid Test Antigen Sensitif dengan Kandungan Sambal Cireng?

Menanggapi hal tersebut, dr. Arina Heidyana mengatakan bahwa hasil tes rapidtest bisa saja positif palsu. 

“Hasilnya bisa positif palsu karena penggunaannya tidak sesuai dengan instruksi untuk alat tersebut,” kata dr. Arina. 

Menurut dr. Arina, alat rapid test antigen dirancang untuk menguji virus corona dari swab nasofaring. Kalau sampelnya bukan dari swab nasofaring, alat tersebut bisa rusak.

“Membran nitroselulosa alat pemeriksaan itu kan rapuh. (Lalu) dikasih sambal cireng, ya bisa rusak. Makanya bisa timbul positif palsu,” jelas dr. Arina.

Di samping itu, kasus positif atau negatif palsu rapid test antigen juga marak diberitakan berbagai media. Rupanya, keterampilan petugas atau seseorang dalam mengambil spesimen swab dapat memengaruhi keakuratan hasil.

Artinya, semakin tidak terampil seseorang dalam mengambil sampel, maka peluang mendapatkan hasil positif atau negatif palsu semakin lebar.  Begitu pula sebaliknya.

Artikel lainnya: Rapid Test vs Serologi untuk Deteksi Corona, Mana Lebih Akurat?

2 dari 3 halaman

Alat Rapid Test Antigen Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

Dokter Arina menjelaskan, keisengan seperti yang disebutkan di atas sebenarnya hak pemilik alat rapid test. Akan tetapi, sebaiknya alat uji medis semacam itu dipergunakan dengan bijak. 

“Setiap alat kan ada instruksi penggunaannya masing-masing. Jadi pergunakan sesuai instruksinya. Alat testpack saja bisa positif palsu dan negatif palsu, apalagi alat rapid ini,” jelas dr. Arina.

Terlebih, tingkah laku artis atau public figure bisa memberi pengaruh kepada masyarakat. Sebab, mereka memiliki followers atau fans yang sering meniru tingkah polah pujannya. Para pesohor seharusnya memberikan contoh yang baik juga buat masyarakat.

“Apalagi COVID-19 ini kan hal yang sensitif sekarang. Kalau salah memberi info, masyarakat bisa tambah banyak yang enggak percaya dengan adanya COVID-19  dan menjadi acuh,” ujar dr. Arina. 

“Kalau seperti itu, bisa enggak selesai-selesai pandemi ini,” tegas dr. Arina.  

Alat rapid test antigen pun sebaiknya digunakan oleh tenaga kesehatan terlatih. Hal itu guna menghindari tindakan asal colok yang bisa membuat hasilnya tidak akurat. 

Di samping itu, masyarakat juga harus pintar-pintar memilah mana informasi yang valid dan mana yang hoaks. 

“Jangan gampang percaya. Sebaiknya dicari dulu kebenarannya sendiri baru memutuskan. Lalu, kalau cari info tentang kebenaran, cobalah bertanya sama ahlinya, yang sesuai bidangnya. Supaya infonya juga valid, bukan hoaks,” saran dr. Arina. 

Mendapatkan informasi yang benar sedikit banyak akan membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona di Tanah Air. Dapatkan informasi terbaru dan akurat seputar virus corona dan vaksinnya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar