Sukses

Tipe Orang Tua yang Rentan Kena Bully Anak Sendiri

Tak selamanya hubungan anak dan orang tua berlangsung baik. Bahkan, tak sedikit anak yang bully orang tua sendiri dengan berdasar pada alasan tertentu.

Anak bully orang tua mungkin bikin Anda geleng-geleng kepala. Sebagai orang dewasa, Anda mungkin tak habis pikir dengan hal tersebut. Bagaimana bisa seorang anak melakukan bully terhadap orang tuanya sendiri? 

Sayangnya, kondisi tersebut sering tidak dapat dihindari. Bukan karena faktor kenakalan, ternyata perilaku anak mem-bully orang tua dipengaruhi oleh pola asuh yang mereka lakukan sehari-hari.

1 dari 4 halaman

Penyebab Anak Bully Orang Tua

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog., kondisi anak membully orang tua bisa disebabkan oleh pola asuh dan lingkungan. 

“Sebab, bagaimana sikap anak terbentuk, semuanya diperoleh dari apa yang ditanamkan dan diajarkan, melalui apa yang mereka lihat dan dengar sehari-hari,” jelasnya. 

Sebagai contoh, selama ini orang tuanya menerapkan pola asuh permisif. Nah, pola asuh tersebut bisa menjadi faktor penyebab anak bully orang tua. 

Kenapa? Karena anak dituntun untuk berkembang menjadi sosok yang selalu bisa mendapatkan hal yang diinginkannya. 

“Akhirnya, tidak terbentuk regulasi diri dan keterampilan sosial yang baik. Anak bisa dengan mudah marah dan tidak terima jika ada hal yang tidak sesuai harapannya,” ucap Gracia.

“Sikapnya pada orang lain di luar rumah juga mungkin dapat sulit diterima oleh lingkungannya,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Peran Ayah saat Anak Down Syndrome Di-bully

2 dari 4 halaman

Tipe Orang Tua yang Rentan Jadi Target Bully Anak Sendiri?

Kejadian anak bully orang tua bukan hanya akibat pola asuh yang kurang tepat, tapi juga karena adanya kesempatan. Kesempatan yang dimaksud adalah kepribadian dari orang tua mereka sendiri. 

Adapun tipe orang tua yang berpotensi diperlakukan tidak baik oleh anaknya, yaitu:

  1. The Guilty Parent

Tipe ini disebut juga dengan orang tua yang merasa bersalah. Mereka sebelumnya mungkin pernah bercerai, punya masalah keluarga yang cukup berat, atau tidak memiliki harta yang cukup untuk menghidupi anak. 

Akhirnya, mereka merasa bersalah. Untuk meringankan rasa tersebut, mereka pun memberikan kebebasan secara berlebihan kepada anak dan akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

  1. The Anxious Parent

Tipe ini adalah orang tua yang selalu mengkhawatirkan, mengungkapkan kecemasan, dan jarang percaya kepada anaknya. 

Anak yang bertahun-tahun mendapatkan pola asuh seperti itu akan tumbuh menjadi pribadi yang juga punya kecemasan berlebih dan tidak percaya diri saat terjun ke dunia sosial. 

Untuk meluapkan kemarahan terhadap kondisinya sendiri, anak cenderung melampiaskannya ke orang tua. Hal itu juga bisa dijadikan momen balas dendam dari anak kepada orang tuanya. 

  1. The Fix-Everything Parent

Tipe ini adalah orang tua yang selalu ingin memperbaiki segalanya. Orang tua dengan tipe ini tidak tegaan melihat anak-anak mereka frustasi dan terus merasa kesusahan. 

Orang tua seperti itu memiliki niat positif dan sering kali heroik. Sayangnya, hasil akhirnya tak melulu baik. 

Anak menjadi sangat bergantung pada orang tuanya dan tidak pernah merasa puas. Orang tua tipe ini mengerdilkan perkembangan emosional anak mereka sendiri. 

Akibatnya, anak akan tumbuh menjadi orang dewasa namun memiliki sifat yang kekanak-kanakan. 

Artikel Lainnya: 7 Hal Ini Perlu Dilakukan Orang Tua Bila Anak Lakukan Bullying

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mencegah Anak Bully Orang Tua?

Untuk mencegah penindasan yang dilakukan oleh anak sendiri, Gracia merekomendasikan orang tua untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Pola Asuh Konsisten 

“Ayah maupun ibu wajib bekerja sama dan sepakat dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak. Jika tidak ada kesepakatan dan caranya berbeda-beda, hal itu malah akan mempengaruhi pribadinya (anak),” ucap Gracia. 

  • Kontrol Tetap Ada di Orang Tua

Orang tua perlu memegang kontrol, agar anak bisa menghargai orang tua. Selain itu, orang tua juga perlu memberi contoh dengan selalu menghargai anak dan orang lain. 

“Dengan perilaku bully ini, anak perlu diarahkan secara tegas serta ditunjukkan perilaku yang tepat,” tutur Gracia.

“Misalnya, anak teriak pada orang tua untuk minta dibelikan mainan. Anda perlu dengan tenang menanggapinya dan meminta anak mengulangi perkataannya dengan sopan,” sarannya. 

Artikel Lainnya: 3 Tanda Anak Anda Menjadi Korban Bully

  • Berikan Apresiasi dan Konsekuensi atas Perilaku Anak

Ini adalah hal mendasar, tapi sering dilupakan. Tidak memberikan apresiasi secukupnya pada anak di masa kecil akan membuat mereka mendendam kepada orang tua di masa depan. 

Jika anak tidak dijelaskan apa konsekuensi dari perilaku buruknya, dia juga akan bertindak semena-mena. 

Jadi, kedua hal tersebut harus dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang baik serta menghormati orang tuanya tanpa perlu merasa canggung atau kaku.

Bila tindakan anak bully orang tua telanjur terjadi dan Anda merasa kesulitan untuk menghadapinya, lebih baik segera konsultasikan kepada tenaga profesional seperti psikolog. 

Hal ini bertujuan untuk mencari jalan keluar terbaik, sehingga anak tak lagi berperilaku demikian.

Anda dapat chatting langsung dengan psikolog atau dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar