Sukses

Makan Mi Instan Tiap Hari, Benarkah Picu Kanker?

Kandungan pengawet pada mi instan sering kali dianggap memicu kanker pada beberapa orang. Bagaimana fakta medisnya?

Bagi kebanyakan anak kost, mi instan bagaikan “sahabat”. Selain murah dan praktis, mi instan juga mengenyangkan sehingga menjadi pilihan utama. 

Nyatanya, mi instan tidak hanya digemari anak kost. Banyak orang dari berbagai kalangan yang juga menyukai makanan ini. Sebab, kini banyak restoran yang menyediakan berbagai macam dan kombinasi olahan mi instan. 

Tapi, di balik keuntungan yang dihadirkan, konsumsi mi instan juga menimbulkan kekhawatiran. Muncul anggapan terlalu sering atau setiap hari makan mi instan dapat memicu kanker. Bagaimana faktanya?

1 dari 3 halaman

Makan Mi Instan Setiap Hari Picu Kanker?

dr. Valda Garcia menjelaskan, timbulnya potensi kanker berkaitan dengan zat yang terkandung pada mi instan. 

“Kemungkinan lebih ke arah zat pengawetnya. Kalau terlalu banyak dikonsumsi, berisiko memicu kanker,” jelas dr. Valda.

Ia tidak bisa menyebutkan secara spesifik jenis kanker apa saja yang berpotensi muncul. Sebab, hal itu biasanya tergantung kondisi masing-masing orang. 

Adapun kandungan pengawet yang banyak ditemui pada mi instan adalah tertiary butylhydroquinone (TBHQ). TBHQ berperan sebagai pengawet supaya mi instan tahan lama atau tidak mudah busuk.

TBHQ dalam dosis kecil sebenarnya masih aman digunakan. Akan tetapi, tubuh yang terpapar kandungan tersebut terus-menerus dalam jangka waktu lama, bisa mengalami gangguan kesehatan, misalnya pada organ hati. 

Artikel Lainnya: Selalu Ingin Makan Mi Instan saat Hujan, Lapar atau Sugesti?

Secara umum, sebagian besar jenis mi instan cenderung rendah kalori, serat, dan protein. Namun, makanan ini tinggi lemak, karbohidrat, natrium, dan mikronutrien tertentu. 

Oleh karena itu, mi instan tidak dianjurkan untuk menjadi makanan pokok sehari-hari. 

Di satu sisi, mi instan juga terkenal akan kandungan monosodium glutamat (MSG). MSG merupakan bahan tambahan makanan yang berperan untuk meningkatkan rasa. 

Melansir Healthline, beberapa penelitian mengaitkan konsumsi MSG yang sangat tinggi dengan penambahan berat badan. Bahkan, juga terkait dengan peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan mual.

Beberapa jenis mi instan juga mengandung natrium tinggi. Tingginya kadar natrium dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi pada orang yang sensitif terhadap garam.

Artikel lainnya: Masak Mie Instan Sekaligus Bungkusnya, Bahaya atau Tidak?

2 dari 3 halaman

Cara Makan Mi Instan agar Lebih Sehat

Menimbang beberapa kandungan pada mi instan, hal yang terpikir adalah membatasi jumlah konsumsinya. Misalnya, hanya sepekan sekali atau sebulan sekali. 

Namun, menurut dr. Valda, sebenarnya tidak ada batasan khusus atau aturan baku jumlah konsumsi mi instan. 

“Pertimbangkan saja untuk konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Karena, bila hanya mi, pastinya kebutuhan protein, lemak, dan seratnya sulit terpenuhi,” dr. Valda menyarankan. 

Untuk memenuhi gizi seimbang saat mengonsumsi mi instan, Anda bisa menyiasatinya dengan cara-cara berikut:

  • Pilih mi instan dengan kandungan yang sehat. Misal, mi yang terbuat dari biji-bijian sehingga bisa memenuhi kebutuhan serat. Bisa juga pilih mi yang rendah kadar natriumnya.
  • Tambahkan sayuran dan sumber protein lainnya ke dalam mi instan. 

Dengan demikian, konsumsi mi instan sebenarnya sah-sah saja. Tetapi, Anda tetap harus pintar-pintar mengolah dan menahan diri untuk tidak terus-menerus mengonsumsinya.

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar pemenuhan gizi seimbang, pakai Live Chat dari KlikDokter. Beragam informasi dan tips seputar makanan sehat bisa didapat langsung dari dokter.

(FR/JKT) 

0 Komentar

Belum ada komentar