Sukses

Ini yang Terjadi saat Virus Corona Menginfeksi Mulut

Gejala infeksi virus corona juga bisa dirasakan di area mulut. Lantas, seperti apa gejalanya dan perlukah pengobatan khusus?

Coronavirus atau SARS -CoV-2 merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan. Umumnya infeksi virus corona atau COVID-19 ditandai dengan gejala demam, batuk, hingga sesak napas.

Virus ini juga bisa menyerang anggota tubuh lain, salah satunya rongga mulut. Mulut dianggap sebagai pintu masuknya berbagai jenis virus, termasuk SARS-CoV-2.

Hal ini menunjukkan bahwa mulut dapat berperan dalam menularkan SARS-CoV-2 ke paru-paru atau sistem pencernaan melalui air liur.

1 dari 4 halaman

Bagaimana Virus Corona Bisa Menginfeksi Mulut?

Coronavirus menyerang sel di dalam tubuh manusia melalui reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Terdapat bukti bahwa ACE2 bertindak sebagai reseptor sel inang utama untuk sindrom pernapasan akut SARS-CoV-2.

Artikel Lainnya: Pihak Medis Tiongkok Pakai Spray Antivirus, Ampuh Tangkal Coronavirus?

Virus tersebut mengikat ACE2 menggunakan protein yang terletak di permukaan sel. Akibatnya, reseptor ACE2 berfungsi sebagai portal seluler untuk virus masuk ke dalam sel dan menyebabkan COVID-19.

Organ dengan reseptor ACE2 tinggi dapat menjadi sel target infeksi SARS-CoV-2. Dampak dari infeksi tersebut adalah munculnya inflamasi di organ dan jaringan terkait. Organ dan jaringan terkait misalnya seperti kelenjar ludah dan lidah.

Tak dimungkiri jika infeksi COVID-19 tersebut dapat menyebabkan gejala hilangnya kemampuan indera pengecap dan luka di rongga mulut karena keratinosit serta fibroblast telah hancur.

2 dari 4 halaman

Apa Gejalanya Jika Infeksi Virus Corona Sudah Terjadi di Mulut?

Semakin banyak virus yang menginfeksi tubuh, semakin besar kemungkinan pasien mengalami gejala tertentu, seperti kehilangan kemampuan mencium bau, kehilangan kemampuan indra pengecap, mulut kering hingga melepuh.

Maka dari itu, kondisi hilangnya kemampuan mengecap rasa dan mulut pahit kini dikategorikan sebagai salah satu gejala coronavirus.

Namun, ada laporan ilmiah yang juga menyebutkan bahwa ulkus dan seriawan bisa menjadi gejala COVID-19.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa tak semua kondisi menurunnya kemampuan indra pengecap dan sariawan adalah gejala virus corona.

Sebab sampai saat ini, gejala virus corona yang paling umum ditemukan adalah radang tenggorokan.

Artikel Lainnya: Waspada Coronavirus, Ini Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Bumil

3 dari 4 halaman

Bagaimana Mengatasi Gejala COVID-19 di Mulut?

Ketika mengalami penurunan kemampuan indra perasa atau pengecap, sebaiknya Anda juga memerhatikan gejala lainnya.

Gejala virus corona lain yang dapat menyertai di antaranya, seperti demam, badan lemas, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul bersamaan, segera lakukan pemeriksaan atau tes coronavirus.

Nantinya, dokter akan menentukan diagnosis maupun pengobatan sesuai gejala COVID-19.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gejala virus corona pada mulut.

Selain melakukan pembersihan gigi secara rutin, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Australian Dental Association (ADA) merekomendasikan penggunaan obat kumur yang mengandung antimikroba, seperti klorheksidin, povidone iodine, dan cetylpyridinium chloride (CPC).

Hasil studi menjelaskan bahwa obat kumur dengan kandungan tersebut efektif untuk menurunkan jumlah bakteri ataupun virus SARS-CoV-2 di rongga mulut.

Anda perlu tahu, obat kumur atau mouthwash yang mengandung CPC memiliki sifat antivirus.

CPC yang ada di dalam mouthwash merupakan bahan surfaktan yang bekerja menghancurkan selubung lipid sehingga virus tidak bisa menempel di organ atau sel manusia.

Bahan CPC atau cetylpyridinium chloride efektif terbukti mengatasi 99,9% bakteri dan virus setelah berkumur selama 30 detik.

Artikel Lainnya: Sama-Sama Menyerang Paru, Apa Beda Wuhan Coronavirus dengan Virus Influenza?

Kemampuan CPC juga telah dikonfirmasi dapat membunuh SARS-COV-2, mengurangi jumlah kuman hingga 6 jam, dan mengurangi plak hingga 5 kali setelah 30 hari penggunaan.

Dengan demikian, Anda bisa menggunakan obat kumur atau antiseptik pencuci mulut untuk meringankan gejala COVID-19.

Cara menggunakan mouthwash yang mengandung CPC cukup mudah. Pertama, sikat gigi menggunakan pasta gigi mengandung fluoride dan kumur menggunakan air bersih.

Setelah itu, tuang mouthwash CPC atau pencuci mulut antiseptik sebanyak 20 ml. Anda bisa menuangnya di tutup botol produk mouthwash.

Kumur di seluruh rongga mulut selama 30 detik, setelah itu buang dan usahakan jangan sampai tertelan.

Cegah virus corona dengan melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Penting juga untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Untuk tahu informasi kesehatan lain seputar COVID-19 dan kesehatan rongga mulut, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar