Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cuti Bersama saat Pandemi Virus Corona, Hindari Liburan ke Tempat Umum

Cuti Bersama saat Pandemi Virus Corona, Hindari Liburan ke Tempat Umum

Liburan saat pandemi diprediksi akan memicu lonjakan kasus positif COVID-19 sampai ribuan. Lebih baik hindari, dan habiskan waktu dengan cara menyenangkan di rumah.

Pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 sebagai bagian dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020.

Dengan kata lain, akhir bulan Oktober 2020 adalah momen libur panjang yang dapat dimanfaatkan untuk melepas penat pekerjaan. Sayangnya, di tahun 2020 ini, Anda lebih dianjurkan untuk menghabiskan waktu liburan dengan di rumah saja.

Alasannya adalah pandemi virus corona di Indonesia yang belum juga reda. Data per Senin (26/10), jumlah positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 3.222 kasus.

Angka tersebut terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Lonjakan kasus lebih tinggi mungkin saja terjadi, apalagi jika Anda memutuskan untuk liburan saat pandemi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, lonjakan kasus sampai ribuan bisa saja terjadi jika masyarakat lengah menerapkan protokol kesehatan saat liburan. Hal itu akan menambah beban rumah sakit dan tenaga medis, yang saat ini saja sudah kewalahan.

Artikel Lainnya: Mau Pergi ke Luar Kota Selama New Normal COVID-19? Ikuti Protokolnya

1 dari 4 halaman

Kenapa Harus Menghindari Liburan saat Pandemi?

Berdasarkan dr. Dyah Novita Anggraini, berlibur keluar rumah saat pandemi tidak disarankan, karena saat ini angka kasus COVID-19 masih terus meningkat

“Sebaiknya tetap di rumah saja. (Itu) dapat menghindari (dari risiko) terpapar penyakit dan risiko bertemu banyak orang di tempat liburan,” kata dr. Dyah Novita.

Tidak dimungkiri, orang-orang mungkin akan tumpah ruah dalam destinasi wisata tertentu ketika musim liburan tiba. Alih-alih bisa merehatkan pikiran sejenak dari rutinitas, hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko tertular COVID-19.

Dari data Satgas Penanganan COVID-19 juga telah mengatakan, kasus positif virus corona melonjak tinggi ketika momen libur panjang sebelumnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengungkap, saat libur lebaran Idul Fitri 22-25 Mei 2020, kasus harian dan kumulatif mingguan naik; dari 69 persen sampai 93 persen. Data tersebut diambil 10-14 hari setelah momen liburan.

Ketika libur panjang 20-23 Agustus 2020, terjadi pula kenaikan kasus harian sejumlah 58 persen sampai dengan 118 persen. Angka tersebut juga diambil 10-14 hari setelah momen libur panjang.

Wiku menambahkan, kunci melandaikan kurva kasus positif virus corona adalah mengurangi mobilitas. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah saja sekalipun ada libur panjang.

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

2 dari 4 halaman

Waspadai Cuaca Buruk

Tidak hanya dibayangi risiko tertular COVID-19, liburan saat pandemi juga membuat Anda harus berhadapan langsung dengan kondisi cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, peluang hujan tinggi bakal terjadi di sejumlah wilayah pada sepuluh hari terakhir Oktober 2020.

Beberapa wilayah yang termasuk, yaitu pesisir barat Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan bagian utara, Sulawesi Barat, Papua, dan Papua Barat.

Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Jabodetabek, utamanya di bagian selatan. BMKG menyebut, hujan lebat menyebabkan beberapa masalah saat berkendara. Semisal, berkurangnya jarak pandang dan membuat jalan licin serta tergenang.

Hujan yang disertai angin kencang juga berpotensi mengakibatkan pohon tumbang. Hal tersebut tentu bisa membahayakan keselamatan Anda jika nekat liburan saat pandemi.

Tidak berhenti sampai di situ. Musim hujan dapat pula membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit. Beberapa penyakit bisa dialami akibat kehujanan, misalnya batuk, pilek, demam, gatal-gatal, diare, dan lain sebagainya. 

Artikel Lainnya: Anak Main di Luar saat New Normal? Ini Tips Amannya!

3 dari 4 halaman

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Rumah saat Liburan

Dengan menimbang berbagai risiko yang ada, dr. Dyah Novita menyarankan momen libur panjang kali ini sebaiknya digunakan untuk quality time bersama keluarga di rumah. Jika dilakukan dengan baik, liburan di rumah pun bisa menjadi momen yang menyenangkan.

“Di rumah saja bersama keluarga. Buat aktivitas yang melibatkan anggota keluarga, seperti masak bersama,” sebut dr. Dyah Novita.

Anda juga bisa melakukan kegiatan menghibur diri. Di antaranya, menonton film bersama keluarga dan mendekorasi rumah menjadi lebih menarik.

Senada dengan itu, ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, juga menyarankan masyarakat supaya menghabiskan waktu liburan di rumah. Berbagai kegiatan bisa dilakukan, seperti mencari bibit tumbuhan tertentu untuk ditanam di rumah.

Masyarakat juga bisa melakukan aktivitas yang dapat mengurangi risiko curah hujan yang tinggi. Misalnya, bergotong royong membersihkan saluran air, selokan, dan juga gorong-gorong.

Menurut Doni, menjalankan aktivitas yang bermanfaat akan membuat hati merasa puas. Hal tersebut juga tidak akan menyebabkan kerugian harta benda atau mengancam keselamatan jiwa asal dilakukan dengan cara yang benar sambil menerapkan protokol kesehatan.

Cuti bersama adalah momen yang tepat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Namun di tahun 2020 ini, Anda disarankan untuk menghabiskan waktu liburan saat pandemi dengan di rumah saja guna mencegah risiko tertular COVID-19.

Apabila Anda butuh saran atau bantuan lebih lanjut dalam menyikapi liburan saat pandemi, konsultasikan langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam. Baca juga fakta kesehatan menarik lainnya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar