Sukses

Kenapa Balita Sering Jatuh Saat Jalan?

Anak yang baru belajar berjalan dan sering jatuh adalah wajar. Tapi, bagaimana jika balita yang sering jatuh saat berjalan sudah agak besar?

Meski sudah bisa berjalan, rupanya balita sekitar usia 3 tahun masih kerap terjatuh. Balita Anda juga sering mengalaminya? Jangan buru-buru merasa khawatir, ya. 

Lebih baik kita cari tahu alasan di balik balita sering terjatuh saat berjalan dan bagaimana cara penanganannya.

1 dari 4 halaman

Kenapa Balita Sering Jatuh?

Anak balita dalam perkembangan yang normal sebenarnya sudah bisa dilepas untuk berjalan atau berlari. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi, tak sengaja terjatuh bisa saja terjadi.

Saat ini terjadi, orang tua sebenarnya tidak perlu terlalu risau. Sebenarnya, balita sering terjatuh saat berjalan dapat digolongkan wajar karena beberapa kondisi.

"Anak-anak memang cenderung mudah jatuh. Beberapa anak bisa saja jatuh lebih sering daripada yang lain," ungkap dr. Theresia Rina Yunita.

"Hingga berusia sekitar 3 tahun, balita akan mengalami 'clumsy' karena otot dan tulangnya berkembang pesat. Ditambah lagi, masih kurangnya koordinasi karena saraf belum matang dengan sempurna," dia menambahkan.

Jadi, penyebab anak sering jatuh saat berjalan lebih karena otot dan tulang si kecil yang masih bertumbuh.

Jadi seolah-olah, menurut dr. Theresia Rina, pikiran mereka bekerja lebih cepat daripada kaki dalam menangkap pesan. Mereka pun jadi mudah tersandung dan jatuh.

Artikel lainnya: Bayi Belajar Jalan Sering Jatuh, Berbahayakah?

2 dari 4 halaman

Adakah Risiko Kesehatan yang Mendasari Balita Suka Jatuh?

Sebenarnya, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dari masalah ini. Anak-anak hanya butuh waktu sampai bisa berjalan dengan sempurna dan terhindar dari masalah tersebut.

Akan tetapi, Anda harus khawatir kalau anak sampai mengalami beberapa kondisi ini:

- Sering tersandung terus-menerus saat berjalan.

- Sering jatuh yang mengakibatkan cedera.

- Tidak tampak refleks ketika akan terjatuh seperti mengulurkan tangan atau menahan.

- Setelah terjatuh, anak tidak berusaha untuk bangkit.

- Tampak adanya kelemahan otot yang sifatnya permanen atau memburuk.

Dalam kasus yang sangat ekstrem, bisa jadi ada masalah kesehatan yang mendasari seperti:

  1. Masalah penglihatan

"Pada anak yang mengalami gangguan penglihatan, pasti akan lebih sering terjatuh akibat kesulitan menerka kondisi lingkungan sekitarnya," jelas dr. Theresia Rina.

  1. Artritis juvenil 

Artritis juvenil adalah penyakit autoimun yang menyerang anak dan remaja. Gejala penyakit ini antara lain nyeri, kemerahan di sendi, dan bengkak.

  1. Dyspraxia

Dyspraxia adalah istilah untuk kelainan sistem saraf yang membuat seseorang kesulitan dalam merencanakan serta memproses tugas motorik. Kondisi tersebut juga dikenal dengan sebutan developmental coordination disorder (DCD).

Artikel lainnya: Bayi Jatuh dari Tempat Tidur? Lakukan Pertolongan Ini!

3 dari 4 halaman

Penanganan Balita yang Suka Jatuh

Luka benturan dan goresan terkadang tidak bisa dihindari pada balita masih yang sering terjatuh. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi cedera tanpa menghalangi keinginannya untuk menjelajah tempat:

  • Tingkatkan Keamanan Area di Rumah

Periksalah sudut yang tajam dan singkirkan kursi atau meja yang tidak stabil. Singkirkan atau rapikan kabel listrik yang menjuntai.

Jaga agar laci, pintu, dan peralatan tetap tertutup saat balita bermain. Tangga dan kamar mandi harus adalah area terlarang untuk dilintasi si kecil.

  • Cobalah untuk Menjauhkan Balita dari Permukaan yang Sangat Keras

Hindari lantai bata, ubin, batu tulis, dan batu sebanyak mungkin. Anda dapat memegang tangannya saat melintasi area-area dengan banyak benda-benda sangat keras.

  • Fokus pada Kaki

Kaki telanjang adalah cara teraman dan paling nyaman untuk berjalan-jalan di rumah. Jika anak harus memakai kaus kaki atau sandal, pastikan jenis yang antiselip.

Jika sepatu diperlukan, pastikan alas kaki itu pas dan memiliki sol dengan daya cengkeram yang baik.

  • Hindari Bereaksi Berlebihan

Jangan berteriak setiap kali anak jatuh. Reaksi tersebut dapat membuatnya enggan bereksplorasi dan membuatnya ketakutan. “Sering-seringlah berlatih agar anak lebih seimbang, practice makes perfect,” ujar dr. There.

  • Cek Mata

"Cek fungsi penglihatan secara berkala hingga usia sekolah," kata dr. Theresia Rina.

Lakukan lima cara di atas agar balita tidak mudah jatuh saat mengeksplorasi ruangan. Jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter jika balita sering terjatuh saat berjalan semakin sering terjadi.

Dapatkan informasi lainnya seputar tumbuh kembang anak di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar