Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada, Pendengaran Bermasalah Bisa Jadi Gejala Virus Corona

Waspada, Pendengaran Bermasalah Bisa Jadi Gejala Virus Corona

Ada satu lagi gejala virus corona yang terbilang unik, yakni pasiennya jadi punya masalah di telinga! Bagaimana tanggapan dokter soal gejala ini?

Masalah telinga kerap terjadi saat kita terlalu lama mendengarkan suara keras atau karena insiden tertentu. Misalnya, ceroboh saat membersihkan atau kemasukan hewan kecil.

Namun, ada kabar terbaru kalau masalah pendengaran juga jadi salah satu gejala virus coronalho! Simak selengkapnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Gejala COVID-19 yang Terdeteksi di Telinga

Hingga informasi ini dimuat, kasus COVID-19 di dunia sudah lebih dari 40 juta kasus. Indonesia sendiri ada di peringkat ke-19 dalam hal jumlah kasus.

Sementara itu, laporan gejala virus corona yang ditunjukkan lewat masalah telinga datang dari media Inggris.

Dilansir Express UK, seorang pria tiba-tiba mengalami gangguan pendengaran ditambah dengan tinnitus di telinga kirinya.

Karena adanya kasus tersebut, para peneliti akhirnya menyarankan dokter untuk mewaspadai tanda-tanda tinnitus karena gejala tersebut kurang terdiagnosis.

"Terlepas dari literatur yang cukup banyak tentang COVID-19 dan berbagai gejalanya, terdapat kekurangan informasi tentang hubungan antara COVID-19 dan pendengaran," ucap para ilmuwan dari University College London dan Royal National Throat, Nose, and Ear Hospital, Inggris.

Mereka menulis dalam laporan kasusnya, kehilangan pendengaran dan tinnitus merupakan gejala yang terlihat pada pasien COVID-19 dan virus influenza. Sayangnya, hal tersebut kurang disorot.

Alhasil, menurut mereka pasien COVID-19 dengan gejala telinga sakit dan gangguan pendengaran kesulitan dalam mengakses layanan medis.

Walaupun masalah telinga baru disorot media Inggris di bulan Oktober ini, tapi sebenarnya gangguan pendengaran sebagai gejala virus corona sudah diteliti sejak April lalu!

Artikel Lainnya: Mata Merah Tanda Gejala Positif Corona, Hoaks atau Fakta?

Penelitian yang ditulis oleh Vural Fidan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Elsevier Public Health Emergency Collection.

Pada waktu itu, ia mengambil kasus seorang pasien wanita berusia 35 tahun dengan nyeri telinga bagian luar dan tinnitus. Sebelumnya, wanita itu belum didiagnosis virus corona.

Setelah wanita itu diperiksa lebih lanjut dengan rontgen dada dan tes PCR, ternyata benar adanya bahwa ia terinfeksi coronavirus.

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, lalu diteruskan dua minggu dengan isolasi mandiri di rumah, wanita tersebut sembuh.

Dari studi di atas, peneliti menyarankan para klinisi untuk selalu mengingat bahwa COVID-19 dapat bermanifestasi dengan temuan yang berbeda atau tanpa gejala klasik.

Karena itulah, pemeriksaan fisik yang lengkap adalah hal terpenting dalam evaluasi pasien.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 3 halaman

Bagaimana Bedakan Sakit Telinga Biasa dengan Sakit Telinga Gejala COVID-19?

Menanggapi soal masalah telinga yang menjadi salah satu gejala virus corona, begini tanggapan dr. Sepriani Timurtini Limbong.

Menurutnya, pada beberapa case report, memang dilaporkan ada kehilangan pendengaran (sudden hearing loss) dan gejala tinnitus (kuping berdengung).

“Ada yang memperkirakan hal ini terjadi karena infeksi virus corona yang dapat menyebabkan neuropathy auditory atau kerusakan di saraf pendengaran,” jelasnya.

Dokter Sepri menambahkan, “Tapi, karena itu sifatnya case by case, tidak semua pasien COVID-19 pasti akan mengalami tinnitus ataupun kehilangan pendengaran. Kasusnya terbilang sangat jarang. Yang paling sering batuk, anosmia (kehilangan kemampuan penciuman), dan nyeri tenggorokan.”

Lalu, bagaimana cara membedakan gangguan pendengaran yang biasa dengan yang berhubungan infeksi virus corona?

Rupanya, apabila Anda hanya mengalami masalah telinga tanpa riwayat kontak yang jelas dengan orang positif COVID-19 dan tidak disertai dengan gejala khas lain, kemungkinannya murni masalah telinga biasa.

Pasalnya, tidak semua pasien tinnitus merupakan pasien COVID-19. Jadi, Anda tidak boleh mendiagnosis sendiri.

Bila masalah telinga muncul disertai gejala demam, sakit tenggorokan, batuk, dan lain sebagainya, lalu Anda sempat bepergian atau berkontak dengan orang luar rumah, ada baiknya periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan supaya dokter bisa menentukan tes dan diagnosis yang tepat.

Itu dia informasi seputar gejala virus corona yang berhubungan dengan gangguan telinga. Bila ada pertanyaan seputar COVID-19, langsung konsultasikan kepada dokter lewat LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar