Sukses

Macam-Macam Bau Badan Bayi Normal dan Tidak Normal

Bau badan bayi ternyata memiliki arti medisnya masing-masing. Penasaran seperti apa bau badan bayi yang dimaksud? Yuk, bunda cek bawah ini!

Bicara soal bau badan bayi, mungkin yang langsung terpikir adalah bau harum atau bau minyak telon. Ya, itu memang tidak salah. Namun sebenarnya, bayi punya bau atau aroma tubuh yang bermacam-macam.

Bahkan, bau badan tersebut bisa menandakan kondisi kesehatan bayi sedang sehat atau tidak, lho.

Dokter Atika mengatakan, “Perbedaan bau badan bayi ini memang bisa terjadi dan bisa diartikan. Namun kasusnya jarang terjadi, khususnya untuk bau-bau yang menyengat. Kenapa? Karena ini berkaitan dengan penyakit genetik semua. Untuk pengetahuan, orang tua boleh-boleh saja mengetahuinya.”

Nah, untuk tahu apa saja bau badan bayi yang normal dan tidak normal, simak pembahasan lengkap di bawah ini, ya!

1 dari 4 halaman

Bau Badan Bayi yang Normal

Ada dua bau badan bayi yang sangat umum dan tidak perlu orang tua khawatirkan. Kedua bau badan ini menandakan bayi dalam keadaan sehat. Berikut penjelasan aroma tubuh bayi yang normal.

  • Bau Susu

Bayi sering mengeluarkan aroma seperti susu. Bau badan khas seperti itu akan memudar saat asupan ASI bayi berkurang dan mereka beralih ke makanan padat.

  • Bau Asam

Terkadang, bayi memiliki bau badan yang asam, terutama saat mereka meludah. Selain itu, aroma asam juga bisa tercium saat ada kotoran dan keringat terperangkap di ketiak, leher, atau lipatan kulit mereka.

Jika kotoran dan keringat itu tidak dibersihkan, kulit bayi bisa kemerahan dan iritasi.

Penyebab bau badan bayi yang normal ini juga bisa dipengaruhi oleh polusi, suhu panas, pakaian, air kencing, dan lingkungan yang kurang bersih.

Artikel Lainnya: Mulut Bayi Berbau Harum, Ini Alasan Medisnya!

2 dari 4 halaman

Bau Badan Bayi yang Tidak Normal

Bau badan bayi yang menyengat dan aneh mungkin menandakan adanya masalah kesehatan, seperti kelainan metabolisme tubuh. Beberapa bau badan yang tidak normal pada bayi adalah sebagai berikut.

  • Bau Ikan

Bayi dengan kondisi trimethylaminuria atau sindrom bau ikan (FOS) akan memiliki aroma tubuh seperti ikan busuk. Bau ini bisa tercium lewat napas, air kencing, dan keringatnya.

Trimethylaminuria adalah kelainan genetik akibat tubuh kekurangan enzim FMO3. Ketika tidak ada enzim tersebut, tubuh tidak bisa mencerna protein dari makanan laut, kacang, atau telur.

Hasilnya, zat trimethylamine yang dihasilkan tubuh setelah mengonsumsi makanan tersebut jadi menumpuk tak bisa diproses. Nantinya, penumpukan trimethylamine inilah yang menyebabkan tubuh bayi berbau seperti ikan.

  • Bau Sirup Maple

Air kencing yang beraroma seperti sirup maple atau kue bisa terjadi akibat bayi mengalami Maple syrup urine disease (MSUD).

Kondisi kelainan genetik ini terjadi saat tubuh kekurangan enzim kompleks untuk memecah protein asam amino tertentu.

Ketika asam amino menumpuk, tubuh bayi akan menimbulkan bau khas maple, terutama pada aroma air kencingnya.

Artikel Lainnya: ASI Bau Sabun, Lakukan Ini agar Bayi Mau Menyusu

  • Bau Apek

Fenilketonuria (PKU) adalah penyakit yang menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan bau apek.

Kondisi kelainan bawaan ini terjadi ketika tubuh  kekurangan enzim tertentu dan tidak bisa memproses asam amino fenilalanin.

Jika tidak diobati, fenilalanin dapat menumpuk di darah dan menyebabkan anak mengalami ketidakmampuan belajar, masalah perilaku, warna kulit lebih cerah, tremor, atau epilepsi.

  • Bau Buah

Napas yang berbau buah bisa menjadi tanda bayi Anda mengidap diabetes tipe 1, khususnya ketoasidosis diabetik. Diabetes tersebut bersifat genetik (bawaan), bukan karena pola hidup atau kebanyakan makanan manis.

Apabila bayi tidak diberikan pengobatan dan perawatan sejak dini, diabetes ini dapat mengancam keselamatan bayi.

  • Bau Kubis

Badan yang berbau seperti kubis bisa disebabkan karena bayi mengalami tirosinemia tipe 1.

Kondisi genetik ini terjadi akibat tubuh kekurangan enzim untuk mencerna protein asam amino tirosin. Dampaknya, zat tirosin jadi menumpuk dan tak bisa dikeluarkan dari dalam darah.

Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan perkembangan bayi jadi terlambat, mengalami gagal hati, pembesaran limpa, dan masalah kesehatan lainnya.

Artikel Lainnya: Bolehkah Anak Menggunakan Deodoran?

3 dari 4 halaman

Kalau Badan Bayi Bau, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Menurut dr. Atika, orang tua bisa melakukan beberapa hal di rumah sebelum membawa bayi ke dokter.

Ada pun beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi bau tersebut, antara lain:

  • Mandikan si kecil menggunakan sampo khusus bayi.
  • Setelah mandi, selalu keringkan dan oleskan pelembab ke tubuh bayi.
  • Taburkan bedak di beberapa bagian tubuh untuk mengurangi keringat bayi.
  • Gunakan apron atau celemek yang tahan air saat menyusui.
  • Setelah makan atau menyusui, bersihkan bagian wajah dan leher bayi.
  • Saat cuaca sedang panas, bayi sebaiknya memakai baju berbahan tipis dan sejuk. Tujuannya agar tubuh bayi tidak berkeringat banyak.
  • Bayi bisa menggunakan kaus kaki dan sepatu yang bersih.
  • Sering-seringlah mencuci pakaian bayi dan jemur sampai kering di bawah sinar matahari.
  • Ganti popok rutin dan tepat waktu.
  • Saat ganti popok, seka area kelamin bayi menggunakan air bersih, lalu lap dan keringkan dengan kain.

“Apabila bau tidak menghilang, padahal semua cara di atas sudah dilakukan, Anda patut waspada. Apalagi kalau sampai ada keluhan rewel, berat badan tidak naik-naik, dan tumbuh kembangnya terganggu. Ayah dan Bunda sebaiknya segera memeriksakan si kecil ke dokter,” saran dr. Atika.

Itu dia macam-macam bau badan bayi yang perlu orang tua ketahui. Apabila masih ada pertanyaan seputar penyebab bau badan bayi, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar