Sukses

Benarkah Tes Swab Bisa Sebabkan Cairan Otak Bocor?

Muncul kasus langka seorang wanita mengalami kebocoran cairan otak setelah melakukan tes swab. Apa kata medis terkait fenomena ini?

Seorang wanita paruh baya di Amerika Serikat dilaporkan mengalami kebocoran cairan otak. Hal tersebut terjadi setelah dirinya melakukan melakukan tes swab atau polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi infeksi COVID-19.

Sebelumnya, kekhawatiran tes swab bisa merusak otak juga sempat ramai dibicarakan di Tanah Air. Muncul narasi-narasi di media sosial bahwa tes tersebut dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan seseorang. 

Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah tes swab benar-benar dapat menyebabkan cairan otak bocor dan efek samping berbahaya lainnya?

1 dari 3 halaman

Mengenal Tes Swab Lebih Dekat

Tes swab bertujuan untuk mengonfirmasi apakah seseorang positif terinfeksi COVID-19. Metodenya dengan mendeteksi asam ribonukleat (RNA) dari virus SARS-CoV-2. Tes ini dianggap paling akurat daripada hanya sekadar melakukan rapid test.

Jika mengacu pada keterangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tes PCR adalah pengambilan spesimen di nasofaring dan/atau ujung hidung atau ujung tenggorokkan bagian dalam. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat swab yang terbuat dari dakron steril (bahan) dengan tangkai plastik bertekstur lentur.

Artikel Lainnya: Bunda, Ini Persiapan Penting Sebelum Anak Melakukan Tes Swab COVID-19

Sampel swab yang didapat kemudian dikirim ke berbagai laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan spesimen. Hasil tes tersebut rata-rata dapat diketahui 3 atau 4 hari setelah prosedur pemeriksaan dilakukan.

Lalu, bagaimana untuk biaya swab test? Baru-baru ini Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, mengumumkan batas tertinggi tarif untuk swab tes mandiri adalah Rp 900.000. Penetapan tarif tersebut telah disepakati Kemenkes RI bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

2 dari 3 halaman

Benarkah Tes Swab Sebabkan Cairan Otak Bocor?

Bagaimana dengan anggapan tes swab bisa menyebabkan cairan otak bocor? Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Nabila Viera Yovita menegaskan, tes swab aman dan tidak perlu dikhawatirkan.

Menurut dr. Nabila, kasus yang menimpa perempuan di Amerika Serikat disebabkan oleh kondisi bawaan pasien.

Artikel Lainnya: Pengalaman Mengecek Virus Corona secara Pribadi

“Pada kasus ini jelas tertera wanita tersebut memiliki suatu kondisi yang sebelumnya tidak diketahui, yakni tidak menutupnya tengkorak seperti seharusnya. Sehingga, menyebabkan kondisi yang sebetulnya ia alami, dan terprovokasi dengan alat swab,” urai dr. Nabila.

“Oleh karena itu, cairan serebrospinal atau cairan otaknya menjadi keluar,” sambungnya.

Sementara itu, untuk seseorang yang normal alias tidak mengalami kelainan lahir bawaan seperti halnya wanita di AS tersebut, tes swab tidak akan menyebabkan cairan otak bocor.

Atas dasar itu, Anda tidak perlu khawatir berlebihan jika hendak melakukan tes swab. Asalkan dilakukan oleh tenaga profesional dan di pusat kesehatan yang terpercaya, risiko efek samping swab test dapat dihindari.

Punya pertanyaan seputar tes swab atau fakta medis lainnya? Tanyakan pada dokter melalui LiveChat 24 jam. Jangan lupa juga unduh aplikasi KlikDokter, agar tidak ketinggalkan berita kesehatan terbaru!

(NB/JKT)

1 Komentar