Sukses

Jenis-Jenis Penyakit Ginjal yang Harus Anda Tahu

Penyakit ginjal bukan sekadar gagal ginjal semata. Ada bermacam-macam penyakit ginjal yang perlu diketahui. Simak daftarnya berikut ini.

Ginjal adalah organ yang bertugas menyaring racun atau kotoran di dalam darah. Jika ginjal berhenti bekerja, maka kotoran dan racun bisa menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini pun disebut sebagai gagal ginjal.

Kenyataannya, penyakit ginjal tidak hanya disebabkan karena organ tersebut berhenti bekerja. Adanya peradangan atau infeksi juga bisa menyerang dan menyebabkan penyakit ginjal.

Untuk tahu apa saja jenis serta penyakit yang bisa menyerang ginjal, simak pembahasan berikut ini. 

1 dari 4 halaman

Apa itu Sakit Ginjal?

Seseorang dapat didiagnosis sakit ginjal ketika organ tersebut berhenti bekerja atau tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar.

Hal ini dapat disebabkan karena adanya kelainan ginjal atau dampak dari penyakit lain yang mendasari. Misalnya saja, kerusakan ginjal bisa dipicu ketika Anda memiliki penyakit diabetes atau kondisi kronis (jangka panjang) lainnya.

Sakit ginjal juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti tulang lemah, kerusakan saraf, dan kekurangan gizi.

Apabila ginjal berhenti bekerja, maka Anda butuh melakukan dialisis atau biasa disebut sebagai cuci darah. Prosedur ini dapat menyaring racun dan memurnikan darah menggunakan alat tertentu.

Sayangnya, dialisis bukanlah perawatan yang bisa menyembuhkan kerusakan ginjal. Namun, setidaknya, cuci darah dapat memperpanjang masa hidup Anda.

Artikel Lainnya: Hati-hati Kondisi Ginjal Bocor, Ini Gejalanya!

2 dari 4 halaman

Macam-macam Jenis Penyakit Ginjal

Ada beberapa jenis penyakit ginjal harus Anda tahu, berikut daftarnya:

1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah salah satu jenis penyakit ginjal yang umum ditemukan. Hal ini terjadi ketika mineral dan zat lain di dalam darah menumpuk, lalu mengkristal, hingga membentuk massa seperti batuan di ginjal.

Batu ginjal biasanya ditandai dengan gejala sakit pinggang, kencing terasa sakit, dan air kencing bewarna keruh atau berdarah.

Batu ginjal bisa diatasi dengan melakukan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Ini adalah proses memecahkan batu ginjal dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi.

2. Penyakit Ginjal Kronis

Menurut dr. Devia Irine Putri, penyakit ginjal kronis juga disebut sebagai gagal ginjal. Penyakit ginjal kronis umumnya disebabkan oleh penyakit lain yang mendasari. Di antaranya sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan tekanan pada glomerulus. Glomerulus adalah area di ginjal yang berfungsi untuk  membersihkan darah.

Semakin tinggi tekanan di pembuluh darah, semakin memburuk fungsi ginjal Anda. Nantinya, ginjal berisiko rusak dan tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.

  • Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar gula darah atau glukosa yang tinggi. Ketika kadar glukosa tinggi, pembuluh darah di ginjal dapat rusak.

Alhasil, ginjal tidak bisa menyaring darah dengan benar dan tubuh dapat dipenuhi oleh racun.

Artikel Lainnya: Haruskah Penderita Gagal Ginjal Cuci Darah Seumur Hidup?

3. Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ini adalah kelainan genetik yang menyebabkan adanya kista atau kantung kecil berisi cairan di ginjal. Kista tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan gagal kerja organ tersebut.

4. Infeksi Saluran Kemih

Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri yang menyerang sistem saluran kemih. Masalah kesehatan ini dapat segera diobati dan jarang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Namun, jika dibiarkan begitu saja, infeksi ini dapat menyebar dan menyebabkan gagal ginjal.

5. Glomerulonefritis

Jenis penyakit ginjal ini disebabkan karena adanya peradangan pada glomerulus. Peradangan glomerulonefritis dapat disebabkan oleh infeksi, efek samping pemakaian obat-obatan, atau kelainan bawaan.

6. Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah penyakit yang sering terjadi pada orang usia lanjut. Kanker ginjal juga biasa disebut sebagai karsinoma sel ginjal.

Kondisi ini terjadi ketika sel kanker mulai tumbuh dan menyebar pada filter kecil di ginjal. Umumnya, fungsi ginjal untuk menyaring darah tidak lagi maksimal.

Artikel Lainnya: Penderita Obesitas Berisiko Terkena Batu Ginjal

7. Nefropati Diabetik

Ini adalah komplikasi dari penyakit diabetes tipe dua. Di mana fungsi ginjal, terutama bagian nefron, terganggu akibat kadar glukosa tinggi.

Nefropati diabetik juga dapat terjadi ketika Anda tidak mengobati kondisi diabetes Anda dengan benar.

"Kerusakan pada nefron atau bagian ginjal akibat gula darah yang tinggi nantinya akan berujung pada gagal ginjal," jelas dr. Devia Irine.

8. Nefritis Lupus

Nefritis lupus adalah istilah yang terjadi saat ada pembengkakan atau iritasi di ginjal akibat mengidap penyakit lupus.

Perlu diketahui, lupus adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem imun keliru dan menyerang sel-sel sehat tubuh sendiri.

Saat sistem imun menyerang ginjal, organ tersebut dapat mengalami pembengkakan, iritasi, lalu berakhir dengan kerusakan serius.

Artikel Lainnya: Catat, Deretan Makanan Ini Baik untuk Penderita Ginjal

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Ginjal?

Dijelaskan oleh dr. Devia, salah satu cara dasar mencegah penyakit ginjal adalah minum air mineral dalam jumlah cukup.

"Selain itu, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap stabil juga penting. Kalau memang memiliki penyakit hipertensi atau diabetes, sebaiknya minum obat rutin. Terakhir, sebaiknya tidak menahan pipis. Karena ini meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal," jelas dr. Devia.

Penting juga untuk melakukan check up rutin guna memeriksakan kondisi serta fungsi ginjal Anda ke dokter.

Jika ditemukan adanya kelainan atau kerusakan, dokter dapat segera mengatasi kondisi tersebut agar ginjal bisa terus sehat dan berfungsi baik.

Apabila ada yang mau ditanyakan tentang penyakit ginjal, segera periksa dan konsultasi ke dokter. Agar lebih praktis, konsultasi online lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar