Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wajar atau Tidak Balita Sering Berpindah Posisi Saat Tidur?

Wajar atau Tidak Balita Sering Berpindah Posisi Saat Tidur?

Kalau diperhatikan, posisi tidur balita sangat sering berpindah. Soal ini, apakah ada hubungannya dengan gangguan pada kesehatan balita?

Ada-ada saja ulah balita. Salah satu yang paling sering bikin kita geleng-geleng kepala adalah posisi tidur mereka yang kerap berpindah. Misalnya, awalnya tidur di pojok, bisa tiba-tiba berpindah ke tengah. Kekhawatiran pun datang, jangan-jangan kesehatan balita terganggu.

Hal ini juga yang dirasakan Anto (bukan nama sebenarnya). Pria berusia 29 tahun itu merasa anaknya mudah sekali berpindah posisi saat tidur. Dia takut balita tidur gelisah dan tidak nyenyak karena ada masalah kesehatan tertentu.

"Saya suka perhatikan, anak saya yang masih usia 2 tahun, kalau tidur itu posisinya mudah sekali berubah. Nanti kepala masih sejajar, tiba-tiba kakinya sudah di kepala saya," ujar Anto.

"Posisinya sudah saya betulkan, tidak lama, sudah berpindah posisi lagi. Belum lagi anak saya itu suka sekali setengah badan di kasur, setengah badan lagi di lantai," sambungnya.

Artikel Lainnya: Sejauh Mana Kemunduran Perilaku pada Balita Dianggap Normal?

1 dari 3 halaman

Normalkah Balita Pindah-pindah Posisi saat Tidur? 

Ketakutan tersebut sangat wajar karena yang kita tahu kalau anak tidur dengan nyenyak, dia akan anteng.

Balita yang pindah-pindah posisi tidur memang akhirnya cukup membuat orang tua khawatir. Belum lagi dengan ancaman bahwa balita akan terjatuh dari kasur karena terlalu mudah bergerak saat tidur.

Jadi, apakah kebiasaan balita yang sering berpindah posisi tidur adalah normal? Dengan tegas, dr. Devia Irine Putri menyatakan bahwa itu adalah hal yang normal dan tak perlu Anda pusingkan. 

"Sebenarnya normal, semakin usia bertambah biasanya kebiasaan tidur pindah-pindah posisi tidur ini bisa berkurang atau bahkan hilang," ujar dr. Devia Irine saat dikonfirmasi.

"Namun, memang Anda pantas khawatir kalau anak balita sering pindah-pindah posisi dan itu membahayakannya. Orang tua harus memberikan pengamanan ekstra, misalnya letakkan bed rail di sekitar ranjang agar mencegah si anak jatuh," katanya.

Bed rail juga bisa berupa bantal atau guling yang ditata mengelilingi anak supaya tubuhnya aman selama di kasur. 

"Selama posisi pindah-pindahnya itu hanya di ranjang, misalnya kepala di bawah, kaki di atas, atau yang lainnya, sebenarnya tidak masalah. Hal yang berbahaya kalau anak sleepwalking, dia tidur sambil jalan dan pindah ke tempat lain tanpa dia sadari," ungkap dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Amankah Jika si Kecil Tidur Tengkurap?

2 dari 3 halaman

Tips agar Anak Tidur Lebih Tenang 

Supaya bisa meminimalkan balita gelisah saat tidur dan berpindah-pindah posisi, ada banyak hal bisa dilakukan. Berikut beberapa tipsnya dari dr. Devia Irine:

  • Buat suasana kamar senyaman mungkin. Perhatikan suhu kamar dan cahaya kamar. Setel suhu ruangan sejuk dan cahaya tidak terlalu terang (remang-remang).
  • Konsisten pada waktu tidur yang ditentukan. Kalau pukul 8 malam adalah jam tidur, segera ajak balita tidur.
  • Mematikan gadget, lebih baik bacakan dongeng atau cerita.
  • Batasi jam tidur siang, perbanyak aktivitas di pagi-sore karena ini akan membuat dia lelah dan tidur lebih cepat.
  • Mandi air hangat akan membantu si Kecil rileks dan bersiap untuk pergi tidur.
  • Menjaga agar lampu tetap redup mendorong tubuh anak Anda untuk memproduksi hormon tidur, yakni melatonin.

Anak balita suka berpindah posisi tidur, jangan membuat Anda menjadi panik. Ingat, itu adalah hal yang normal pada anak di bawah 5 tahun.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah membantu anak agar tidur lebih tenang dan nyenyak dengan cara-cara di atas.

Kalau Anda masih punya pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan kesehatan balita, tanyakan pada dokter via LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar