Sukses

Madu Asli Tidak Dikerumuni Semut, Mitos atau Fakta?

Katanya, salah satu tanda madu asli adalah dikerumuni semut. Lantas, apa pandangan medis tentang hal ini?

Semut memang menyukai segala sesuatu yang manis. Tak heran, tutup botol madu terkadang dikerumuni semut karena masih ada sisanya.

Meski begitu, sempat ada info kalau madu yang dikerumuni semut bukanlah madu asli karena ada banyak tambahan gula. Benarkah? 

1 dari 3 halaman

Madu Dikerumuni Semut, Apa Artinya?

Menanggapi soal madu dan semut, dr. Arina Heidyana menjelaskan kalau informasi tersebut tidak benar alias mitos belaka. 

“Pasalnya, mau asli atau tidak, madu memang mengandung gula. Sementara, semut sendiri adalah hewan yang sangat tertarik dengan segala sesuatu yang mengandung gula dan manis. Jadi ini tidak bisa dijadikan patokan. Cuma mitos,” jelas dr. Arina. 

Dalam kenyataannya, di peternakan madu, si peternak sendiri kerap terganggu dengan hewan-hewan kecil yang mengerubungi hasil madunya. Padahal, itu madu yang benar-benar asli, lho, tidak ditambahkan apa pun. 

Lebah yang memakan nektar buah juga cenderung menghasilkan madu yang kadar gulanya tinggi dan dikerubungi semut. Karena itulah, mau madu asli atau bukan, keduanya memang akan menarik perhatian semut.

Munculnya mitos madu dikerumuni semut tentu bukan tanpa sebab. Kondisi tersebut terjadi karena sarang lebah jarang sekali dikerubungi hewan seperti semut. 

Orang-orang lantas berpikir madu asli adalah madu yang tidak dikerumuni semut sama sekali. 

Padahal, ada alasan lain yang membuat sarang lebah tidak didatangi semut. Sarang lebah mengandung lilin, sehingga hewan tersebut tidak menyukainya.

Ketika sarang lebah diambil dan madunya dipisahkan, lilin sudah tidak ada lagi. Jadilah rombongan semut berdatangan. 

Artikel Lainnya: Ini Bahan Kombinasi Madu yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Anda

2 dari 3 halaman

Mitos Lain soal Madu yang Tak Perlu Anda Percayai

Ternyata tak cuma soal mitos madu asli dikerumuni semut saja yang kerap berseliweran di masyarakat. 

Masih ada lagi mitos-mitos soal madu yang sebaiknya tidak perlu Anda percayai dan ambil pusing. Adapun mitos-mitos yang dimaksud, antara lain:

  • Madu Tidak Bisa Rusak/Basi

Jika madu disimpan dalam wadah yang buruk dan lembap, kualitas madu bisa menurun dan terkontaminasi.

Jadi, tetap simpan madu dalam wadah yang rapat dan bersih, lalu simpan dalam suhu ruang. Jangan letakkan madu di dalam kulkas atau tempat yang terlalu panas. 

  • Madu Sudah Mengkristal Tak Bisa Diminum 

Pada dasarnya, meski sudah mengkristal, cairan yang berasal dari lebah itu masih bisa dikonsumsi. Hal yang berubah hanya bentuknya. Nutrisi dan kualitasnya belum berubah dan hilang. 

  • Warna Madu Menentukan Kualitas Madu

Ini juga tak perlu Anda percayai. Ini karena warna madu memang kadang beda-beda. Tergantung peternak madu mengambilnya dari mana. Warna madu dipengaruhi oleh sumber bunganya.

  • Karena Gula Alami, Diabetesi Boleh Minum Madu

Eits, tunggu dulu. Memang benar, madu mengandung gula alami? Namun, itu tak bisa langsung dijadikan alasan bagi penderita diabetes untuk mengonsumsi madu asli secara berlebihan. 

Dokter Sara Elise Wijono, M.Res. mengatakan, “Ini sangat bergantung dengan berapa banyak madu yang dikonsumsi dan bagaimana kontrol gula darahnya. Buat para diabetesi yang kontrol gula darahnya buruk, madu sangat tidak direkomendasikan.”

Artikel Lainnya: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Madu Asli dan Palsu

  • Madu Palsu Hanya Menggunakan Gula Pasir

Kata siapa gula pasir adalah bahan tambahan untuk madu palsu? Madu palsu biasanya menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi karena teksturnya yang memang mirip ciri madu asli.

Campuran sirup dan madu dipanaskan dan pada akhirnya menghilangkan segala kebaikan dari si madu itu sendiri. 

Kini tak perlu menyangkut pautkan antara semut dan madu. Ini karena hewan kecil tersebut tak bisa menjadi pengukur ciri madu asli atau bukan. 

Bila masih ada pertanyaan seputar madu atau bahan alami sehat lainnya, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar