Sukses

Buta Warna karena Kelamaan Main Gadget, Kok Bisa?

Ada kasus unik yang berkaitan dengan gadget. Katanya, efek main gadget terlalu lama bisa sampai menyebabkan buta warna. Apa alasan yang mendasarinya?

Efek main gadget terlalu lama selalu dikaitkan dengan hal buruk. Salah satu efek buruk yang kini tengah menjadi buah bibir di banyak kalangan adalah mengenai dampak bermain gadget yang katanya bisa menyebabkan buta warna.

Kasus serupa rupanya pernah terjadi di Taiwan. Remaja bernama Liu (16) diketahui sangat kecanduan dengan gadget miliknya. Lebih dari 10 jam dia menggunakannya dalam ruang gelap.

Alhasil, penglihatannya terganggu dan dia mengalami buta warna, khususnya pada warna merah dan hijau. Kondisi pada remaja tersebut adalah yang pertama kali terjadi di dunia.

Menurut kabar terkini, kondisi penglihatan remaja tersebut kini sudah lebih baik berkat pertolongan medis.

1 dari 4 halaman

Dampak Bermain Gadget Bisa Sampai Sebabkan Buta Warna?

Menanggapi kasus di atas soal penggunaan gadget yang sampai bisa menyebabkan buta warna, dr. Valda Garcia angkat bicara. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan bagi sinar gadget untuk menjadi penyebab buta warna.

“Buta warna umumnya dipengaruhi oleh keturunan atau bersifat genetik. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa terjadi akibat efek samping konsumsi obat tertentu atau adanya riwayat penyakit lain. Jadi, seharusnya tidak ada kaitannya dengan penggunaan gadget,” jelas dr. Valda.

Hal senada juga dinyatakan oleh dr. A. A. Ayu Putri Khrisnawati. Kepada Klikdokter, dr. Putri mengatakan cahaya gadget jarang yang efeknya sampai mengenai saraf mata bagian belakang.

“Dampak bermain gadget terlalu lama biasanya hanya sampai di mata lelah atau mata merah, karena kita menjadi lebih jarang berkedip,” tutur dr. Putri.

Lebih lanjut, dr. Putri juga berkata bahwa kasus buta warna sebagian seperti yang terjadi di Taiwan mungkin merupakan salah satu tanda peradangan saraf mata akibat terpapar cahaya terang terus-menerus.

“Sinar matahari juga bisa menyebabkan hal tersebut. Kalau sinar gadget, tingkat keterangannya tidak sampai seperti sinar UV. Jadi, seharusnya tidak sampai menyebabkan buta warna permanen,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Ketahui Metode Tes Buta Warna dan Jenis-jenis Buta Warna

2 dari 4 halaman

Peradangan Saraf Akibat Bermain Gadget Bisa Disembuhkan?

Buta warna sementara yang terjadi akibat peradangan saraf mata karena paparan cahaya terus-menerus masih dapat diobati dan disembuhkan.

“Buta warna sementara karena peradangan seperti itu masih bisa diobati, tetapi tidak akan semaksimal atau kembali normal seperti awal karena saraf mata sudah ada yang mati,” kata dr. Putri.

“Si pasien akan mendapatkan obat steroid dosis tinggi selama beberapa hari. Semakin cepat diobati, hasilnya akan lebih baik. Tapi sekali lagi, karena sudah ada saraf atau sel kronus yang mati, hasilnya tidak bisa kembali seperti awal. Kecerahan pandangan tetap berkurang, tetapi lebih baik daripada saat masih terjadi peradangan,” tegasnya.

Meski telah dinyatakan sembuh, pasien tetap disarankan untuk mengurangi waktu penggunaan gawai atau meminimalkan paparan cahaya lain yang terlalu menyilaukan pandangan.

Artikel Lainnya: Orang Buta Warna Hanya Bisa Melihat Warna Hitam dan Putih, Benarkah?

3 dari 4 halaman

Kapan Harus ke Dokter saat Mengalami Gangguan Penglihatan?

Gejala buta warna yang kerap dialami, antara lain sulit membedakan warna dan kecerahan warna, serta sulit membedakan bayangan warna yang mirip.

Apabila Anda memang mengalami hal seperti ini, segera kunjungi dokter, apalagi jika gejalanya memburuk dengan cepat dan menurunkan kemampuan beraktivitas.

Jika buta warna yang dialami tergolong kongenital alias genetik, maka kondisi tersebut tidak bisa disembuhkan. Penggunaan lensa kontak atau kacamata dengan filter khusus bisa membantu mereka membedakan warna, meski kurang maksimal.

Sedangkan, jika penyebabnya adalah penyakit atau efek samping obat-obatan tertentu, maka penanganan dari dokter bisa memberikan perubahan positif.

Untuk anak-anak, akan lebih baik bila tes buta warna dilakukan sebelum masuk ke jenjang sekolah.

Lebih bijaklah dalam menggunakan gadget, agar kesehatan mata Anda tetap terjaga. Apabila Anda punya pertanyaan mengenai buta warna atau dampak bermain gawai terlalu lama, tanyakan secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar