Sukses

Penasaran, Benarkah Ada Makanan yang Picu Bisul?

Konsumsi asupan tertentu tidak diperbolehkan karena memicu bisul. Memangnya sungguhan ada? Yuk, cek di sini!

Kecil tapi menyakitkan. Mungkin itu yang pertama kali Anda pikirkan saat mendengar kata bisul. Tak salah memang.

Itu pula sebabnya, banyak orang menghindari makanan tertentu agar tidak bisulan. Namun, memangnya sungguhan ada makanan penyebab bisul?

Mengenal Bisul

Sebelum menjawabnya, Anda harus tahu apa itu bisul dan mengapa benjolan menyakitkan ini bisa hadir di kulit.

Bisul atau dalam istilah medis disebut furunkel pada awalnya benjolan merah dan lunak. Benjolan dengan cepat tumbuh besar dan berisi nanah, serta terasa menyakitkan sampai pecah.

Berdasarkan penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, bisul terjadi akibat infeksi bakteri, biasanya Staphylococcus aureus.

“Umumnya, furunkel ini muncul di area kulit yang kotor kayak area lipatan atau yang produksi minyaknya, seperti wajah atau kepala,” ujar dr. Astrid.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala bisul antara lain:

  • Benjolan merah yang menyakitkan. Awalnya kecil, lalu membesar hingga bisa lebih dari 2 inci (5 sentimeter).
  • Kulit merah dan bengkak di sekitar benjolan.
  • Mulai terisi nanah saat ukuran benjolan membesar.
  • Lama-lama ujungnya berwarna kuning-putih yang akhirnya pecah. Nanah pun mengalir keluar.

Semua orang dapat mengalami gejala tersebut. Namun, orang-orang dengan diabetes; berkontak dengan penderita bisul; punya masalah kulit seperti jerawat dan eksim; lebih rentan mengalami bisul.

Satu hal lagi, jangan pernah mencoba memecahkan bisul, misalnya dengan menusuk atau memencet. Tindakan tersebut dapat menyebarkan infeksi.

Artikel Lainnya: Sering Makan Telur Bisa Sebabkan Bisul, Benarkah?

1 dari 3 halaman

Bisul Muncul karena Makanan?

Mengetahui penyebab bisul adalah infeksi bakteri, lantas, bagaimana dengan anggapan kalau ada makanan yang menyebabkan bisul? Menanggapi ini, dr. Astrid menampik kalau makanan tertentu bisa memicu bisul.

“Secara langsung, tidak ada hubungannya (makanan tertentu dengan bisul). Bisa saja reaksi itu (benjolan) akibat ada alergi. Lalu dikira bisul karena tampilannya sama-sama benjolan-benjolan di kulit,” dr. Astrid menjelaskan.

Dia menegaskan, “Makanan memang dapat memengaruhi kondisi kulit, tapi bukan menyebabkan bisul karena bisul itu sendiri akibat infeksi bakteri.”

Hal senada diungkap dr. Arina Heidyana. Menurutnya, bukanlah makanan penyebab bisul. Pemicu utama bisul adalah bakteri, yang umumnya berjenis Staphylococcus.

Hanya saja, sama seperti jerawat, makanan tertentu, seperti yang tinggi lemak, tinggi gula, dan tinggi karbohidrat bisa memperparah bisul.

“Makanan-makanan tersebut bisa meningkatkan produksi minyak di kulit yang dapat menyebabkan tersumbatnya kelenjar minyak sehingga memperparah bisul yang ada,” kata dr. Arina.

Artikel Lainnya: Fakta di Balik Pengobatan Bisul dengan Bawang Putih

2 dari 3 halaman

Tips Mencegah Bisul

Jadi, bagaimana dong supaya benjolan kecil tapi menyakitkan ini tidak menghampiri Anda? Menurut dr. Arina, kuncinya adalah dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. 

“Antara lain, harus menjaga kebersihan kulit setiap hari supaya minyak berlebih, kotoran, dan bakteri tidak menumpuk di kulit. Selanjutnya, Anda harus perhatikan makanan juga,” kata dia.

Mengingat bisul bisa terjadi karena ada masalah kulit, seperti jerawat, menghindari makanan yang tinggi lemak, tinggi gula, dan tinggi karbohidrat adalah pilihan yang bijak. Misalnya, gula, susu, dan roti putih.

Selain itu, beberapa tips mencegah bisul adalah berikut ini.

  • Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air bersih. Anda juga bisa sering-sering menggunakan antiseptik berbasis alkohol.

Sama dengan pencegahan penyakit akibat bakteri dan kuman lainnya, mencuci tangan adalah cara terbaik agar tubuh terlindungi.

  • Jika memiliki luka atau lecet, tutupi dengan perban kering yang steril sampai sembuh. Selain itu, jaga kebersihan luka agar tidak ada kuman dan bakteri yang masuk dan menginfeksi.
  • Jangan berbagi barang pribadi, misalnya handuk, seprei, pisau cukur, pakaian, dan barang pribadi lainnya.

Infeksi bakteri Staphylococcus dapat menyebar melalui benda pribadi, serta dari orang ke orang.

Jika mengalami luka atau luka, cuci handuk dan pakaian Anda menggunakan detergen dan air panas dengan tambahan pemutih.

Anda masih punya pertanyaan seputar makanan penyebab bisul atau penyakit kulit lainnya? Tanyakan saja langsung pada dokter via LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar