Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bumil Jangan Bertengkar dengan Suami, Ini Efeknya pada Janin!

Bumil Jangan Bertengkar dengan Suami, Ini Efeknya pada Janin!

Tidak sedikit pasangan yang sering bertengkar saat istri sedang hamil. Ketahui kalau kondisi tersebut bisa berdampak pada kesehatan janin, lho.

Selama masa kehamilan, tidak hanya fisik saja yang mengalami perubahan, hormon ibu hamil pun ikut berubah. Perubahan hormon inilah yang nantinya membuat mood ibu jadi berantakan. Alhasil, perasaan ibu jadi lebih sensitif dari biasanya. 

Ketika perasaan lebih sensitif, tak dimungkiri ibu hamil jadi sering bertengkar dengan suaminya. Bahkan, pertengkaran yang muncul hanya karena masalah sepele. 

Selain membuat hubungan dengan suami tidak harmonis, bertengkar saat hamil ternyata juga memengaruhi kesehatan janin di dalam perut!

1 dari 4 halaman

Mengapa Bumil Sering Bertengkar dengan Suami?

Semua pasangan suami istri pastinya akan mengalami pertengkaran, salah satunya sering terjadi di masa kehamilan. 

Melansir situs Tommy’s, organisasi untuk penelitian masalah kesehatan kehamilan di Inggris, ada beberapa hal yang menjadi alasan Anda dan suami sering bertengkar saat hamil. Misalnya, sebagai berikut.

  • Perbedaan pendapat dalam pemilihan keputusan selama masa kehamilan.
  • Bumil merasa pasangan tidak lagi tertarik dengan kehamilan yang bumil alami.
  • Bumil merasa pasangan terlalu mengekang atau over protective.
  • Salah satu dari pasangan menginginkan seks, tapi yang satu lagi tidak sedang bergairah. 
  • Bumil merasa tidak nyaman di beberapa bagian tubuhnya, kelelahan, dan moody.

Menanggapi ini, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog pun setuju. Menurutnya, hal-hal kecil seperti merasa dikekang selama kehamilan memang dapat menimbulkan masalah.

Selain alasan-alasan di atas, adapun beberapa faktor lain yang menyebabkan pasangan sering bertengkar saat hamil, seperti: 

  • Tidak Saling Memahami Karakter Satu Sama Lain 

Selama masa kehamilan, suasana di rumah pasti akan jadi jauh berbeda. Karenanya, butuh penyesuaian kembali di antara pasangan agar hubungannya tetap berjalan dengan baik.

Jika bumil maupun pasangan merasa punya masalah, cobalah untuk komunikasi lebih terbuka. Ini bertujuan untuk menghindari pertengkaran hebat di depannya. 

  • Adanya Kebutuhan yang Tidak Dipenuhi 

“Selain itu faktor seperti tidak terpenuhinya kebutuhan antara suami dan istri juga jadi penyebab bertengkar seperti kebutuhan finansial, kebutuhan seksual, atau kebutuhan akan kasih sayang,” ujar Ikhsan. 

  • Perubahan Secara Hormonal 

Suami perlu ekstra sabar dengan perubahan hormon yang memengaruhi mood istri. Jika sikap atau mood-nya sudah kelewat batas, jangan sungkan untuk menegur dan mengajak istri mencari solusi bersama-sama. 

Misalnya, ajak istri meditasi, berenang, yoga, dan lakukan aktivitas menyenangkan bersama agar mood istri maupun suami jadi lebih stabil.

Artikel Lainnya: Hai, Calon Ayah, Ini Tips Mengatasi Mood Swing pada Ibu Hamil

2 dari 4 halaman

Dampak Bagi Janin Jika Bumil Suka Marah-Marah

Selain memengaruhi keharmonisan hubungan, bertengkar selama masa kehamilan juga bisa memberikan efek samping pada janin. 

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan beberapa efek yang bisa merugikan janin jika orang tuanya sering bertengkar saat hamil. Antara lain seperti:

  1. Bayi di Dalam Kandungan Ikut Stres 

Ketika sering bertengkar dengan pasangan, bumil otomatis jadi stres. Kondisi mental ibu tersebut akan dialami pula oleh bayi.

Ini karena stres dapat menyebabkan hormon kortisol di dalam tubuh ibu jadi meningkat. Dampaknya, aliran darah ke janin jadi terganggu, meningkatkan risiko lahir prematur, dan berat badan bayi lahir rendah. 

  1. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun 

Stres pada saat hamil nyatanya dapat membuat sistem imun tubuh ibu maupun bayi jadi menurun. Alhasil, ibu rentan terserang penyakit yang berisiko membahayakan kesehatan calon bayi.

  1. Perkembangan Otak Bayi Terganggu

Stres selama masa kehamilan juga meningkatkan kemungkinan bayi mengalami kecemasan tinggi. Kecemasan ini akan berdampak pada otak bayi. 

Misalnya, otak bayi tidak bisa berfungsi dengan baik dan sulit merespon hal yang menakutkan. 

Artikel Lainnya: Suka Marah Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya!

3 dari 4 halaman

Tips Mengurangi Pertengkaran dengan Pasangan

Dokter Devia mengatakan, untuk meminimalisir pertengkaran selama hamil, baik ibu maupun suami, harus saling mengerti dan menurunkan egonya masing-masing. 

“Harus sama-sama mengerti. Komunikasi yang paling utama. Dari sisi suami harus mengerti bahwa kehamilan adalah proses yang tidak mudah bagi seorang perempuan karena terjadi perubahan baik fisik dan hormonnya,” kata dr. Devia

“Dari sisi wanita, kalau misalnya ada yang membuat perasaan tidak nyaman, harus diutarakan dengan baik-baik. Tidak boleh dipendam kemudian meledak-meledak,” tambahnya. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Psikolog Ikhsan. Menurutnya, komunikasi dan saling jujur dengan perasaan sendiri merupakan kunci dari hubungan yang harmonis. 

“Saling jujur satu sama lain, apalagi dalam hal keuangan. Sebisa mungkin satu sama lain paham rincian finansial keluarga. Berani mengakui kesalahan yang dibuat agar permasalahan tidak berlarut-larut, dan jangan malu atau gengsi untuk mengakui kesalahan serta meminta maaf,” tutup Ikhsan. 

Apabila ada yang ingin diketahui lebih lanjut perihal efek bertengkar saat hamil atau tips mengatur emosi, jangan ragu konsultasikan ke dokter atau psikolog. Untuk lebih mudahnya konsultasi online lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

    0 Komentar

    Belum ada komentar