Sukses

Suka Marah Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya!

Ibu hamil sering tidak bisa mengontrol emosinya. Adakah efek sering marah saat hamil bagi bayi? Bagaimana tips mengontrol emosi selama hamil?

Perubahan fisik seorang wanita mungkin yang paling terlihat saat hamil. Namun sebenarnya, gejolak emosi selama hamil juga sering kali gagal terkontrol dengan baik. Ibu hamil cenderung marah-marah dan lebih mudah terpancing emosi.

Adakah efek sering marah saat hamil bagi bayi? Lalu, apakah efek samping ibu hamil marah bisa berbahaya bagi perkembangan janin?

Penyebab Ibu Hamil Cenderung Sering Marah dan Emosional

Beberapa kondisi tampaknya menjadi alasan ibu hamil cenderung emosional bahkan sering marah-marah. Antara lain berikut ini.

  1. Perubahan Hormon

Fluktuasi emosi yang terjadi pada ibu hamil sebagian besar dikaitkan dengan perubahan hormon.

“Gejolak hormon saat hamil tersebut pada akhirnya memang bisa memengaruhi mood ibu hamil,” tutur dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.

Selain memicu perubahan suasana hati, perubahan hormon juga membuat ibu menjadi sangat sensitif.

  1. Stres

Banyak alasan yang bisa membuat ibu hamil stres. Misalnya, badan tidak nyaman, kurang istirahat, pasangan kurang suportif, beban kerja berlebih, cemas jelang melahirkan, termasuk masalah keuangan pasca-melahirkan.

Stres yang dialami terus-menerus dapat mempengaruhi kemampuan ibu hamil mengelola amarah.

Artikel Lainnya: Kenali Perubahan Emosi yang Terjadi Saat Hamil

  1. Ketakutan

Penyebab lain marah saat hamil adalah rasa takut akan hal-hal yang tidak diketahui atau masa depan. Misalnya, perkembangan janin, nyeri persalinan, kesehatan bayi yang belum lahir, atau kemungkinan komplikasi atau penyakit.

Ketakutan ini bisa sangat membebani, dan kemarahan bisa menjadi reaksi dilampiaskan.

  1. Ketidaknyamanan

Sejumlah ketidaknyamanan tidak dapat dihindari selama kehamilan karena transisi fisik yang terjadi selama fase ini.

“Berbagai ketidaknyamanan yang kerap dialami saat hamil, seperti lelah tanpa sebab, mengantuk, mual, dan kegerahan juga pengaruhi mood,” tutur dr. Astrid.

Perasaan ketidaknyamanan tersebut dapat menyebabkan bumil mudah tersinggung atau emosi yang meledak cepat tanpa bisa diprediksi.

Artikel Lainnya: Hai, Calon Ayah, Ini Tips Mengatasi Mood Swing pada Ibu Hamil

1 dari 3 halaman

Dampaknya bagi Janin di Kandungan

Berdasarkan penjelasan dr. Astrid, bahaya marah saat hamil dalam konteks yang mengancam nyawa, tentu tidak.

“Namun, bayi sudah bisa mendengar sejak dalam kandungan. Itu sebabnya, dianjurkan untuk ayah dan ibu mengajak bayi bicara sedari masih di dalam perut agar kenal suaranya. Nah, saat ibu sering marah, bayi bisa juga mendengarnya. Ini bisa pengaruhi perkembangannya,” kata dia.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2002, sebanyak 166 ibu hamil trimester kedua dibagi menjadi dua kelompok. Ibu hamil dengan kemarahan tinggi dan ibu hamil dengan kemarahan rendah.

Hasilnya, ibu hamil dengan tingkat kemarahan tinggi memiliki skor tinggi pada skala depresi dan kecemasan. Janin dari ibu hamil dengan kemarahan tinggi juga tercatat lebih aktif dan mengalami hambatan pertumbuhan.

Ketika marah, tubuh para bumil dipenuhi oleh hormon kortisol dan adrenalin yang menekan hormon dopamin dan serotonin. Kondisi serupa juga dirasakan janin di kandungan mereka.

Apa efeknya? Menurut penelitian, bayi yang lahir dari seorang ibu yang kerap marah-marah lebih berisiko alami masalah pola tidur, gangguan kematangan motorik, plus depresi.

Artikel Lainnya: Langkah Anger Management untuk Ibu Hamil yang Mudah Marah

2 dari 3 halaman

Tips Kelola Temperamen bagi Ibu Hamil

Tentu tidak ingin ‘kan sang buah hati kena “getah” akibat buruknya temperamen Anda selama hamil?

Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk menenangkan diri dan mengelola amarah:

1. Ikuti Diet Sehat

Selama kehamilan, Anda harus memberikan perhatian khusus pada asupan makanan yang sehat dan bergizi setiap hari.

Pola makan seimbang dengan banyak protein dan karbohidrat, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan akan membantu menjaga energi dan melawan kelelahan selama mengandung.

Ujungnya, hal ini akan menjaga suasana hati dan menghindari sering marah-marah saat hamil.

2. Olahraga secara Teratur

Biar hamil, bukan berarti bisa bermalas-malasan. Tetap pertahankan rutinitas aktif selama kehamilan dengan melakukan olahraga ringan atau jalan-jalan santai.

Tetap aktif dan bugar selama kehamilan dapat menjaga perubahan suasana hati dan kemarahan dengan melepaskan endorfin.

3. Manjakan Diri

Hamil adalah saat di mana Anda bisa mendapatkan “privilege” lebih. Jadi, berikan waktu untuk memanjakan diri Anda, misalnya bersantai, mendengarkan musik, mengobrol santai dengan sahabat, atau makanan camilan favorit.

Kegiatan ini dapat membantu menghilangkan stres dan mengalihkan fokus Anda kepada hal-hal yang lebih menghibur.

4. Meditasi

Bumil juga dapat melakukan meditasi atau yoga untuk mengatasi stres dan kemarahan. Anda bisa mempelajari teknik pernapasan dalam yang akan membantu melepaskan ketegangan dan menenangkan diri.

Selain keempat cara tersebut, dr. Astrid menambahkan, kalau ibu hamil merasa tidak nyaman, tidak perlu memaksakan.

“Ibu hamil dapat menjauhi lingkungan dan orang yang cenderung membuat tidak nyaman supaya emosi tetap terjaga,” ujar dr. Astrid.

Daripada ibu hamil marah-marah terus, lebih baik Anda mengontrol emosi dengan tips di atas. Kalau masih ada seputar kandungan, perkembangan janin, dan nutrisi selama hamil, tanyakan pada dokter melalui LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

    0 Komentar

    Belum ada komentar