Sukses

Ini Fungsi Jam Malam saat Pandemi Virus Corona

Anda tinggal di daerah yang kini mulai menerapkan jam malam karena kasus virus corona yang belum mereda? Yuk, pahami dulu fungsi dan efektivitas dari aturan tersebut.

Penerapan jam malam di beberapa kota seperti Bogor dan Depok sempat menghebohkan masyarakat. Pasalnya, belum lama “adaptasi kebiasaan baru” digaungkan, kini aturan pembatasan seperti itu diberlakukan demi menekan kasus virus corona yang terus bertambah.

Adapun batasan jam yang diberlakukan buat masyarakat adalah pukul 20.00 WIB. Sedangkan, toko, rumah makan, kafe, minimarket, supermarket hanya boleh beroperasi sampai pukul 18.00 WIB

Untuk layanan pesan antar, ada kelonggaran satu jam, yaitu pukul 21.00 WIB. Depok dan Bogor merupakan dua kota yang sangat dekat dengan Jakarta.

Meski dua kota tersebut memberlakukan jam malam untuk membatasi aktivitas demi menekan penularan virus corona, dikhawatirkan masyarakat justru pindah dan bepergian ke arah Jakarta.

Meski kasusnya tinggi, ibu kota memang tidak memberlakukan jam malam. Namun, pihak Satpol PP akan berusaha untuk menindak pelanggaran di tempat seperti kafe, restoran, mall dan tempat lainnya. Kecuali apotek, penertiban juga berlaku untuk para pedagang kaki lima yang membuka lapak.

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

1 dari 4 halaman

Apakah Jam Malam Efektif untuk Menekan Kasus Virus Corona?

Menanggapi soal pemberlakukan jam malam corona di Bogor dan Depok serta efektivitasnya, begini penjelasan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.

“Pemberlakuan jam malam memang bertujuan untuk membatasi mobilisasi penduduk dan mencegah adanya kumpulan massa yang tidak berkepentingan sekaligus mengompensasi keterbatasan personil yang bertugas menegakkan peraturan pembatasan efektivitas,” terangnya.

Dirinya menambahkan, “Soal efektif atau tidaknya jam malam ini, belum ada penelitian spesifik yang mempelajari hubungannya, ya. Tapi setidaknya, ini merupakan sebuah usaha yang bisa membantu membentuk kebiasaan di masyarakat.”

Pendapat lain juga disuarakan oleh dr. Devia Irine Putri. Dirinya menghargai keputusan pemerintah untuk memberlakukan peraturan jam malam di masyarakat.

Namun, adanya pemberlakukan jam malam juga bisa meningkatkan jumlah keramaian dan kerumunan pada siang hari.

“Pembatasan jam malam sebenarnya baik. Tapi bisa juga momen ini membuat masyarakat jadi curi-curi berkumpul di lain waktu. Lonjakkan kerumunan di siang hari juga bisa terjadi, sehingga risiko penularan virus corona sama-sama tinggi. Apalagi sekarang sepertinya tak sedikit orang yang lupa bahwa bertemu dengan orang lain itu harus pakai masker,” tuturnya.

Dokter Devia menambahkan, “Kalau mau ditanya apa yang paling penting dan efektif maka jawabannya adalah kesadaran diri sendiri. Kalau memang tidak penting-penting sekali, ya, tidak perlu ke luar rumah. Pakai masker, berjarak satu sama lain, dan harus jaga kebersihan diri.”

Artikel Lainnya: Bekerja saat Pandemi Virus Corona, Ini Panduan New Normal Kemenkes RI

2 dari 4 halaman

Adakah Pengaruh Jam Malam untuk Kesehatan Tubuh?

Terlepas dari usaha untuk mencegah penularan virus corona, membatasi aktivitas di malam hari sebenarnya bisa menurunkan beberapa risiko penyakit.

Ini karena semakin sering terkena angin malam dan juga sering begadang, daya tahan tubuh menjadi lemah.

Ketika daya tahan tubuh menurun, segala penyakit pun jadi lebih mudah menyerang, salah satunya penyakit paru-paru basah.

Paru-paru basah sendiri sebenarnya disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae dan Mycobacterium tuberculosis. Keduanya sangat mudah menginfeksi orang-orang yang punya imunitas tubuh rendah.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan oleh British Medical Journal melaporkan, orang yang sering bekerja di malam hari lebih berisiko terkena penyakit jantung. Penyakit komorbid tersebut termasuk salah satu yang bisa memperparah gejala infeksi virus corona.

Artikel Lainnya: Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

3 dari 4 halaman

Adakah Pengaruh Jam Malam terhadap Kondisi Psikis?

Mengurangi aktivitas di malam hari bisa membawa manfaat buat kondisi fisik. Sayangnya, pembatasan jam malam corona ini juga bisa memengaruhi kondisi psikis beberapa pihak.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, “Umumnya, yang akan terdampak psikologisnya itu adalah orang-orang yang memang punya kebutuhan di jam-jam tersebut, misalnya pedagang. Dengan adanya pembatasan, pendapatan mereka pasti menurun drastis. Ini pasti bisa membuat mereka stres dan cemas.”

Sedangkan, untuk orang-orang yang punya kebiasaan nongkrong malam, mereka bisa merasakan kejenuhan.

“Malah, bisa saja jadi timbul bentuk perilaku rebel seperti diam-diam keluar rumah untuk cari tempat yang tidak diketahui petugas,” tambahnya.

Segala kebijakan pasti menawarkan kelebihan dan kekurangannya. Karena pemberlakukan jam malam ini baru saja dilaksanakan maka belum bisa terlihat bagaimana hasilnya.

Namun yang jelas, segala usaha pemerintah tidak akan membuahkan hasil baik jika masyarakat tidak kooperatif dalam menekan penularan virus corona.

Untuk informasi lainnya terkait masalah kesehatan serta konsultasi langsung bersama dokter, bisa Anda dapatkan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar