Sukses

Kata Anjay, Benarkah Dapat Berdampak pada Psikis Anak?

Ada yang bilang berlebihan, tapi ada juga yang setuju terhadap larangan kata anjay. Masih jadi pro kontra di berbagai pihak, yuk simak pendapat psikolog berikut ini.

Meski sudah lama digunakan sebagai bahasa gaul anak muda, akhir-akhir ini kata anjay sedang disorot dan ramai dibicarakan.

Bukan tanpa sebab, satu kata tersebut katanya bisa memberi pengaruh atau dampak buruk buat generasi penerus bangsa. Benarkah demikian? Coba cek kata psikolog berikut ini.

Mengapa Kata Anjay Ramai Dibicarakan?

Semua masalah “per-anjay-an” ini muncul ketika Lutfi Agizal, seorang YouTuber membahas penggunaan kata anjay. Awalnya, dia ingin mengundang lima narasumber, tetapi yang terealisasi baru dua orang.

Meski baru dua narasumber yang didatangkan untuk membahas kata anjay dengan Lutfi, konten tersebut sudah mendapat sorotan yang luar biasa dari warganet. Bahkan, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pun turut melarang penggunaan kata anjay.

Komnas PA mengklarifikasi bahwa larangannya hanya berlaku jika kata anjay digunakan untuk menghina atau mem-bully seseorang. Jika konteksnya untuk mengungkapkan kekaguman, tidak masalah.

1 dari 4 halaman

Kata Anjay Bisa Sampai Pengaruhi Psikis Seseorang, Benar atau Tidak?

Menanggapi yang sedang terjadi, begini penjelasan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

Menurutnya, arti kata anjay yang merupakan modifikasi dari nama hewan berkaki empat ini bergantung kepada perspektif masing-masing orang serta situasi dan kondisi penggunaannya.

“Kalau kata anjay digunakan dengan teman-teman sebaya yang akrab dan digunakan untuk mengagumi sesuatu, bukan untuk menyindir atau menghina, kemungkinan besar itu tidak memberi dampak negatif apa pun terhadap psikis seseorang,” kata Ikhsan.

“Namun, kalau kata anjay itu dipergunakan bukan pada tempatnya, misalkan, ada anak-anak kecil atau orang-orang yang sebenarnya kita tidak terlalu dekat dan akrab, maka bisa jadi kata tersebut memiliki dampak negatif. Hal ini membuat  ada beberapa kemungkinan di sini,” jelasnya.

Buat orang yang sudah mengerti konteksnya, mungkin penggunaan kata tersebut akan dipakai di kondisi yang tepat.

Sayangnya, anak kecil masih belum paham betul soal arti kata anjay dan tepat atau tidak tepatnya suatu kata itu dipergunakan.

Dikhawatirkan, apabila kata tersebut didengar, diserap, dan dilontarkan anak kepada orang tuanya atau orang lain, bisa menimbulkan masalah.

Begitu pula ketika digunakan di lingkungan yang sebagian besar diisi oleh orang-orang yang lebih tua dan kedudukannya lebih tinggi. Menggunakan ungkapan anjay pasti akan dinilai kurang sopan atau kurang hormat.

Jadi, supaya tidak memberikan dampak buruk buat semua pihak, ada baiknya kata anjay dipergunakan sesuai konteks dan kondisi. Mudah, kan? Bisa tetap dipakai, tetapi lihat dulu siapa lawan bicaranya.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Gejala Trauma pada Anak

2 dari 4 halaman

Jika Kata Anjay Dipakai untuk Mem-bully, Ini Efeknya!

Meski kata anjay sering digunakan sebagai ungkapan rasa kaget, kagum, atau tidak menyangka, tak menutup kemungkinan kata tersebut digunakan untuk menghina seseorang.

Apabila modifikasi dari nama hewan tersebut dipakai untuk mem-bully seseorang, apalagi orang itu adalah anak-anak, efek yang bisa terjadi antara lain:

  • Menghilangkan Rasa Percaya Diri

Efek kata kasar pada anak adalah dia bisa kehilangan kepercayaan dirinya dan merasa pantas untuk dihina. Dia merasa rendah diri dan lemah sehingga umumnya bisa kesulitan untuk berkembang dan bersosialisasi.

  • Menyebabkan Depresi

Efek kata kasar pada anak yang selanjutnya adalah depresi. Rasa takut, cemas, dan tertekan yang ditumpuk terus-menerus akan menjadi depresi. Kondisi ini bisa berlangsung hingga dewasa dan memengaruhi hidupnya.

  • Membuat Perilaku Anak Jadi Buruk

Apa yang dilihat dan apa yang diterima biasanya akan dibawa sampai besar. Terbiasa mendapat perilaku kasar dari orang lain justru bisa membuat perilaku korban menjadi buruk di kemudian hari.

Artikel Lainnya: 4 Dampak Psikis yang Dialami Korban Pelecehan Seksual

3 dari 4 halaman

Asal Tidak Dilayangkan ke Orang Lain, Mengumpat Itu Ada Manfaat Sehatnya, Lho!

Jika kata anjay atau beberapa kata umpatan lainnya dipakai untuk meluapkan perasaan diri sendiri dan tidak dilayangkan kepada orang lain, bisa memberi manfaat, lho. Misalnya saja seperti berikut ini.

  • Membantu Seseorang untuk Kelola Rasa Sakitnya

Amy Cooper Hakim, praktisi psikologi dari Florida, Amerika Serikat, mengatakan, “Kata-kata tersebut dapat dijadikan sebagai reaksi emosional dan fisik . Ini memicu respons fight or run. Hal ini membuat kita mendapatkan energi untuk melewati masa sulit atau menyakitkan.”

  • Meredakan Stres

Emosi negatif yang dipendam rasanya menyiksa sekali. Dengan mengumpat, Anda dapat membuang emosi tersebut. Akan lebih baik jika Anda mengumpat di ruangan sendiri, ya, agar tidak menyinggung orang lain.

  • Bisa Lebih Ekspresif

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Language Sciences menunjukkan orang yang punya banyak kata umpatan, biasanya lebih mampu mengekspresikan diri dengan cara unik, tapi tidak bertele-tele.

Apakah Anda termasuk orang yang sering pakai kata anjay? Yuk, tetap pertahankan dalam konteks mengagumi atau respons tidak menyangka saja, ya! Hindari menggantinya untuk menghina seseorang.

Untuk informasi kesehatan fisik dan mental lainnya, Anda bisa dapatkan di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar