Sukses

Waspada, Inilah Penyebab dan Gejala Anemia pada Bayi

Anemia pada bayi bisa menyebabkan berbagai gejala, dan mengganggu proses tumbuh kembang. Kenali penyebab dan gejalanya, agar deteksi dini bisa dilakukan.

Kurang darah atau anemia adalah sebuah penyakit yang identik dengan orang dewasa. Padahal, penyakit ini juga bisa terjadi pada bayi dan berpotensi menyebabkan gangguan tumbuh kembang,

Anemia merupakan sebuah masalah kesehatan yang terjadi ketika jumlah sel darah merah berada di bawah batas normal. 

Pada bayi, jenis anemia yang paling sering ditemukan adalah akibat defisiensi zat besi alias kurangnya zat besi dalam tubuh.

Artikel Lainnya: Insomnia Pada Bayi, Apakah Bayi Bisa Susah Tidur?

1 dari 4 halaman

Apa Saja Penyebab Anemia pada Bayi?

Menurut dr. Devia Irine Putri, banyak hal yang bisa menjadi penyebab anemia pada bayi. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Kehilangan darah, misalnya akibat perdarahan di saluran cerna.
  • Produksi sel darah merah yang rendah akibat masalah pada sumsum tulang, kurang zat besi dan/atau asam folat.
  • Penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat.

Anemia pada bayi perlu segera ditangani, karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan mencetuskan masalah irama jantung. 

"Kalau anemia pada bayi tidak segera ditangani, organ-organ penting di tubuh bisa kekurangan oksigen. Akibatnya, kerja jantung akan menjadi lebih berat sehingga cepat atau lambat menyebabkan masalah irama jantung (takikardia) dan jantung bengkak," ujar dr. Devia.

"Selain itu, apabila tubuh bayi terlalu cepat menghancurkan sel darah merah, organ limpa bisa mengalami pembengkakan. Berat badan juga tidak akan sesuai dengan kurva pertumbuhan, hingga akhirnya mengalami gagal tumbuh," sambungnya.

Artikel Lainnya: 10 Bahaya Mencium Bibir Bayi secara Sembarangan

2 dari 4 halaman

Apa Saja Gejala Anemia pada Bayi?

Gejala anemia pada bayi tak jauh berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Misalnya, wajah pucat, badan lemas, berat badan tidak stabil, tidak nafsu makan (MPASI) atau keinginan untuk menyusu jadi berkurang.

"Kalau sudah parah, anemia pada bayi bisa menyebabkan gejala sesak napas, bengkak di salah satu organ tubuh, dan sakit-sakitan," ungkap dr. Devia.

“Dalam kasus anemia yang lebih parah, mata anak akan berwarna kebiruan atau pucat, kuku rapuh, dan warna kulit pucat,” lanjutnya.

Gejala-gejala di atas harus bisa dideteksi sejak dini, agar tindakan penanganan bisa segera dilakukan sehingga risiko komplikasi berbahaya bisa sepenuhnya dihindari.

Artikel Lainnya: Insomnia Pada Bayi, Apakah Bayi Bisa Susah Tidur?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah Anemia pada Bayi?

Anemia pada bayi harus diatasi berdasarkan penyebab yang mendasari. Contohnya, pada kasus anemia defisiensi zat besi, hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan memberikan MPASI daging, hati ayam, atau sayuran hijau pada bayi yang telah cukup usia (6 bulan atau lebih).

Apabila anemia pada bayi terjadi saat masih di bawah usia MPASI, Anda bisa memberikan ASI lebih sering atau susu formula yang diperkaya dengan zat besi. 

Hindari memberikan susu sapi. Ini karena saluran pencernaan bayi masih belum mampu mengolah dan menyerap gizinya dengan optimal.

Namun, jika gejala anemia pada bayi tampak sangat parah, sebaiknya si Kecil segera dibawa berobat ke dokter. 

Bila saat pemeriksaan ditemukan kadar Hemoglobin (bagian dari sel darah merah) yang sangat rendah, si Kecil mungkin butuh mendapatkan transfusi darah.

Dengan tindakan yang cepat dan tepat, anemia pada bayi bisa diatasi dengan baik sehingga risiko komplikasi dapat dihindari. 

Artikel Lainnya: Hindari Bayi Tidur Pakai Bantal, Ini Bahayanya

Akan tetapi, itu saja masih belum cukup. Orang tua juga harus berupaya agar bayi tidak lagi mengalami anemia di kemudian hari. Dalam hal ini, hal yang perlu diperhatikan adalah menu makan si Kecil.

Pastikan untuk selalu memberikan makanan sehat yang kaya akan kandungan zat besi, khususnya ketika bayi telah menginjak usia MPASI. 

Selain dari yang sudah disebutkan, zat besi juga bisa ditemukan dari aprikot, ikan, kacang-kacangan, telur, kismis dan plum.

Anemia pada bayi adalah perkara serius, yang mesti dideteksi dan diobati sejak dini agar tidak berujung mengalami komplikasi. 

Apabila Anda curiga si kecil mengalami gejala anemia, langsung saja konsultasikan pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar