Sukses

Demam Gigitan Tikus, Bisa Bikin Korban Meninggal Dunia

Demam gigitan tikus atau rat bite fever mengintai siapa saja. Kondisi ini ternyata dapat menyebabkan komplikasi yang berat, yaitu kematian. Waspadai mulai saat ini!

Tikus memang sering membawa masalah bagi kehidupan manusia. Bukan cuma karena sering masuk rumah dan merusak barang-barang, hewan pengerat ini juga bisa menjadi sumber berbagai penyakit.

Salah satu penyakit yang bisa terjadi akibat tikus adalah rat bite fever (RBF) alias demam gigitan tikus.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang amat mengganggu, bahkan dapat berujung pada terjadinya komplikasi mematikan.

1 dari 3 halaman

Mengenal Gejala Penyakit Rat Bite Fever

Menurut dr. Devia Irine Putri, demam gigitan tikus atau rat bite fever bisa terjadi karena tikus dapat mentransfer dua jenis bakteri berbahaya, yaitu Streptobacillus moniliformis (banyak di Amerika Utara) dan Spirillum minus (banyak di Asia).

Penyebaran penyakit ini tak melulu akibat gigitan tikus, tapi juga melalui cakaran hewan pengerat tersebut.

Selain itu, demam gigitan tikus juga bisa terjadi saat Anda membuang bangkai tikus, yang biasanya masih mengandung bakteri berbahaya.

Anda pun bisa terkena demam gigitan tikus apabila mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran atau urine hewan pengerat pembawa bakteri tersebut.

Artikel Lainnya: Waspada! Ini Penyakit yang Ditularkan Melalui Tikus

Seseorang yang telah mengalami demam gigitan tikus akan mengalami gejala yang berbeda-beda, tergantung dari bakteri yang menginfeksinya.

Dalam kasus demam gigitan tikus akibat bakteri Streptobacillus moniliformis, gejalanya adalah sebagai berikut.

Gejala demam gigitan tikus akibat bakteri Streptobacillus moniliformis biasanya muncul setelah 3 hingga 10 hari.

Tak menutup kemungkinan, gejala-gejala tersebut baru terjadi pada tiga minggu setelah berkontak dengan bakteri.

Sementara itu, demam gigitan tikus akibat bakteri Spirillum minus adalah sebagai berikut ini.

  • Demam yang hilang dan timbul.
  • Pembengkakan atau pembentukan ulkus pada luka gigitan.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak.
  • Ruam kemerahan yang dapat muncul di seluruh tubuh atau hanya di dekat area luka gigitan.

Gejala demam gigitan tikus akibat bakteri Spirillum minus biasanya muncul setelah 7 hingga 21 hari berkontak dengan tikus.

Meski gejalanya berbeda, keduanya mesti segera diberikan pengobatan. Jika dibiarkan terjadi berlarut-larut, salah satu komplikasi yang bisa dialami adalah kematian.

Artikel Lainnya: Selain Kucing, Ini Hewan Lain yang Bisa Tularkan Toksoplasma

2 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama saat Mengalami Demam Gigitan Tikus

 

Risiko terjadinya demam gigitan tikus tergolong tinggi. Apalagi jika Anda memelihara tikus, bekerja dengan bersentuhan langsung dengan tikus, atau tinggal di lingkungan yang banyak tikus.

Jika Anda menemukan ada luka gigitan tikus atau merasa mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan demam gigitan tikus, jangan tunda untuk segera melakukan tindakan pertolongan pertama, yaitu mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan segera ke dokter.

Pastikan untuk memberitahu pihak medis mengenai kondisi Anda yang telah berkontak dengan hewan pengerat. Nantinya, dokter akan langsung memberikan penanganan sesuai dengan gejala yang Anda rasakan.

Anda juga mungkin akan diberikan antibiotik, sesuai dengan jenis bakteri yang menginfeksi. Antibiotik ini wajib dikonsumsi sesuai dosis yang disarankan dan hingga habis, agar efektivitasnya benar-benar optimal.

Selalu waspada akan setiap kemungkinan yang ada. Pastikan untuk menjauhkan diri dari tikus, dan segala bahaya yang dibawanya.

Jika Anda masih punya pertanyaan mengenai bahaya gigitan tikus atau masalah kesehatan lainnya, langsung saja konsultasikan pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar