Sukses

Benarkah Kebanyakan Minum Kopi Bikin Vagina Bau?

Bukan cuma bisa bikin Anda jadi susah tidur, kebanyakan minum kopi katanya juga bisa jadi penyebab vagina bau! Benar tidaknya hal tersebut, ini penjelasan dokter.

Bagi sebagian orang, belum memulai hari namanya tanpa minum kopi. Pokoknya, cuma kopi yang bisa bikin Anda semangat dan fokus. Apalagi buat bersiap kerja!

Kendati begitu, ada satu hal yang bikin kaum hawa khawatir soal kopi. Dampak minum kopi disebut-sebut bisa jadi penyebab vagina bau! Benar atau tidak, ya?

Awas, Kebanyakan Ngopi Bisa Bikin Vagina Bau!

Menanggapi soal kopi dan bau pada vagina, dr. Devia Irine Putri memberi penjelasan seperti ini.

Menurutnya, kopi memang benar bisa memengaruhi kondisi pH vagina. Kestabilan pH vagina sebenarnya harus dijaga supaya organ kewanitaan itu tidak kena masalah.

Mungkin Anda jadi bertanya-tanya, berapa batas normal pH vagina? Ternyata, kadar pH normal vagina berkisar 3,8 - 4,5. Kondisi itu termasuk ke dalam pH asam.

Saat Anda haid atau menopause, pH vagina mungkin saja bisa di atas 4,5 dan itu normal. Namun, saat Anda terlalu banyak dan terlalu sering minum kopi, pH vagina bisa berubah drastis dan membuat Anda rentan terinfeksi jamur serta menyebabkan bau tak sedap pada organ intim.

“Tapi tak perlu terlalu khawatir, jika konsumsi kopi hanya 1-2 cangkir sehari, itu masih wajar dan seharusnya tidak sampai mengubah pH vagina,” dr. Devia menuturkan.

“Kecuali, konsumsi Anda benar-benar banyak. Lagi pula, penyebab bau vagina tak cuma karena kebanyakan minum kopi. Bisa saja karena kondisi yang terlalu lembap, keputihan, atau infeksi,” lanjut dia.

Artikel Lainnya: Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

1 dari 3 halaman

Faktor Lain yang Bisa Jadi Penyebab Bau

Apabila Anda minum kopi sewajarnya, bahkan tidak sampai setiap hari, tetapi vagina tetap bau, penyebab utamanya bukanlah konsumsi kopi! Ada faktor lain yang bisa jadi penyebab vagina bau, misalnya:

  • Vaginosis Bakterialis

Vagina sebenarnya tidak bebas bakteri. Ada bakteri baik yang tinggal di dalamnya dan justru melindungi vagina supaya pH tetap berada di kadar asam.

Dalam kondisi vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik hanya sedikit sehingga keasaman vagina menurun dan jumlah bakteri jahat yang malah meningkat.

Karena lebih banyak bakteri jahat, infeksi vagina bisa terjadi. Salah satu ciri-ciri organ kewanitaan itu mengalami infeksi adalah vagina mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Tak cuma bau, organ intim yang mengalami infeksi biasanya juga mengeluarkan keputihan.

  • Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Parasit ini paling sering menyerang wanita, tapi pria dapat terinfeksi dan menularkan lewat kontak seksual. Salah satu gejala trikomoniasis adalah vagina bau tidak sedap.

Artikel Lainnya: Inilah Penyebab Bau Vagina yang Muncul Usai Bercinta

2 dari 3 halaman

Suka Kopi, Bagaimana agar Vagina Tidak Bau?

Jika Anda penyuka kopi tetapi tak ingin pH alami vagina berubah, yang bisa dilakukan adalah mengurangi jumlah cangkir kopi yang Anda minum setiap hari. Tadinya, Anda bisa bergelas-gelas per hari, cukup 1-2 gelas saja sekarang.

Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih untuk menetralkan. Butuh asupan kafein sebenarnya tak mesti dari kopi, teh pun bisa memberikan asupan kafein buat Anda meski tak sekuat kopi.

Selingi juga dengan konsumsi minuman yoghurt. Minuman yang satu ini mengandung bakteri probiotik Lactobacillus acidophilus yang bisa mencegah infeksi vagina dan membuat pH vagina lebih seimbang.

Lalu, jaga kebersihan organ intim Anda. Ganti celana dalam secara rutin dan hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat supaya tidak lembap.

Selanjutnya, basuh vagina dengan air setelah berhubungan seks karena air mani pria memiliki pH 7,1 - 8 (bersifat basa), sehingga bisa mengubah pH alami organ intim Anda dan menyebabkan vagina bau.

Bila Anda masih ada pertanyaan seputar organ intim, dampak minum kopi, atau masalah kesehatan lainnya, konsultasikan pada dokter lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar