Sukses

Alasan Bayi di Bawah Satu Tahun Tak Boleh Makan Cokelat

Mau coba-coba memberikan bayi di bawah satu tahun asupan cokelat? Boleh atau tidak, Ya? Simak saran dokter lewat bahasan berikut ini.

Saat anak masih berusia di bawah satu tahun, biasanya ia mulai mencicipi berbagai rasa makanan dari MPASI berisi sayur, buah, roti, atau daging. Namun terkadang, orang tua ingin coba-coba memberikan cokelat untuk bayi. 

Tujuannya, sih, baik, untuk mengenalkan beragam cita rasa pada bayi. Akan tetapi, bolehkah bayi di bawah usia 1 tahun makan cokelat? Simak penjelasan dokter berikut ini.

Bayi Berisiko Alergi Kakao Saat Makan Cokelat

Cokelat adalah makanan yang digemari banyak orang, namun sayangnya, makanan ini tidak untuk dikonsumsi semua umur. Salah satu usia yang tidak boleh makan cokelat adalah bayi di bawah usia 1 tahun. 

Menurut dr. Devia irine Putri, ada risiko kesehatan yang bisa terjadi saat memberikan cokelat pada bayi di bawah satu tahun, salah satunya adalah masalah alergi

Dilansir dari Verywell, cokelat merupakan olahan dari biji kakao. Sedangkan biji-bijian merupakan salah satu tanaman yang masih keluarga dengan kacang-kacangan. 

Nah, memberikan makanan olahan kacang pada bayi harus hati-hati karena memicu alergi. Bukan tidak mungkin cokelat dari biji kakao memicu masalah kesehatan serupa.

Bahkan, Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat juga memasukkan cokelat ke dalam daftar alergen yang harus dihindari.

"Bagi anak-anak yang alergi produk susu dan kacang-kacangan, makan cokelat bisa menyebabkan masalah serupa. Jadi itu akan membuat bayi mengalami ruam merah dan bengkak mata," kata dr. Devia Irine.

Dalam beberapa kasus tertentu, alergi makanan seperti cokelat dapat menyebabkan lidah atau tenggorokan anak membengkak. Jika demikian, anak harus segera mendapatkan bantuan medis.

Artikel Lainnya: Anak Alergi, Atasi dengan 3 Cara Alami Ini

1 dari 3 halaman

Selain Alergi, Ini Kondisi Kesehatan Lain yang Bisa Muncul

Selain risiko alergi, orang tua harus memperhatikan nilai gizi dalam kandungan cokelat. Pasalnya, cokelat yang diberikan ke bayi umumnya mengandung bahan gula tambahan. 

Terlalu banyak gula dikhawatirkan dapat menyebabkan obesitas dan diabetes pada anak dewasa nanti. 

"Tidak disarankan kalau makan cokelat. Alasannya, karena cokelat olahan mengandung pemanis yang meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Kemudian, cokelat juga mengandung kafein yang tidak berguna untuk bayi," sambung dr. Devia Irine.

Perlu diperhatikan, orang tua tidak seharusnya menambahkan cokelat ke dalam asupan makanan anak sehari-sehari. Hal ini berisiko membuat anak menjadi menolak makanan lainnya.

"Bila anak diperkenalkan makanan manis sejak dini, takutnya dia menolak makanan lainnya. Jadi, anak mudah kenyang dan nutrisi lain tidak terpenuhi," tegas dr. Devia Irine.

Bisa dikatakan, saat fase awal-awal MPASI orang tua harus cermat dalam memilih makanan yang diberikan ke anak. 

Artikel Lainnya: Benarkah Anak yang Terlalu Bersih Rentan Alergi?

2 dari 3 halaman

Kapan Anak Boleh Makan Cokelat?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), AS, anak baru boleh makan cokelat pada usia 2 tahun.

Memang tidak ada panduan khusus tentang waktu yang tepat memberikan anak makan cokelat. Namun, Anda bisa mempertimbangkan beberapa hal di atas, seperti alergi dan nutrisi seimbang untuk anak.

Hal senada disampaikan oleh dr. Devia Irine. Dua tahun adalah usia ideal jika mau memberikan anak makan cokelat. 

"Disarankan cokelat dapat diberikan pada saat anak sudah usia dua tahun ke atas. Saat usia tersebut, pertumbuhan anak itu dalam periode emas. Nutrisi yang baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangannya," pungkas dr. Devia Irine.

Meski rasanya enak dan dijamin anak akan suka, sebaiknya jangan memberikan cokelat di bawah usia 1 tahun, ya. Untuk mengenalkan nikmatnya kudapan cokelat, tunggu sampai anak usia 2 atau 3  tahun. 

Jika mau tahu lebih lanjut tentang asupan makanan bergizi lainnya, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter anak. Agar praktis, konsultasi online via LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. 

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar