Sukses

Perlukah Konsumsi Suplemen Enzim Sehabis Makan Banyak?

Agar perut tidak begah dan pencernaan lancar meski habis makan banyak, beberapa orang mengonsumsi suplemen enzim. Tapi, haruskah selalu begitu?

Saat ada di restoran all you can eat atau menghadiri acara dengan ragam makanan, tangan dan mulut mungkin akan gatal ingin menghabiskan semua sajian. Ujung-ujungnya, perut malah begah dan terasa tidak nyaman.

Akibat mengalami kondisi tersebut, beberapa orang memilih untuk mengonsumsi suplemen enzim setelah makan banyak. Hal ini katanya dapat membantu mengatasi perut begah sekaligus melancarkan pencernaan.

Hal yang jadi pertanyaan, apa benar suplemen enzim bisa memberikan manfaat tersebut?

Lantas, apakah suplemen ini mesti dikonsumsi sehabis makan banyak guna menghindari perut begah?

Benarkah Perlu Suplemen Enzim Tiap Selesai Makan Banyak?

Menjawab pertanyaan soal konsumsi suplemen enzim setelah makan banyak, dr. Devia Irine Putri angkat bicara.

Menurutnya, golongan digestan atau obat yang isinya enzim pencernaan dapat membantu makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh.

“Akan tetapi, seharusnya konsumsi obat berisi enzim atau yang orang bilang sebagai suplemen enzim ini adalah mereka yang menderita masalah di organ pankreas atau habis operasi di daerah perut,” tuturnya.

“Obat ini memang bisa untuk mengurangi keluhan perut kembung dan begah. Jika Anda tidak memiliki masalah di organ dalam alias sehat-sehat saja, sebenarnya tidak perlu mengonsumsi enzim tambahan,” sambung dr. Devia.

Artikel Lainnya: Suplemen Protein Picu Gangguan Ginjal dan Hati?

1 dari 3 halaman

Kondisi Apa yang Membuat Anda Harus Minum Suplemen Enzim?

Perlu diketahui, enzim pencernaan tidak cuma satu. Namun, ada beberapa yang memiliki fungsi berbeda untuk tubuh. Ini dia beberapa di antaranya.

  • Protease dan Peptidase. Enzim yang berfungsi memecah protein menjadi molekul asam amino yang berukuran lebih kecil.
  • Laktase. Enzim yang berfungsi memecah gula laktosa,yang biasanya terdapat dalam susu dan olahannya.
  • Lipase. Enzim yang berfungsi memecah lemak menjadi molekul gliserol dan asam lemak.
  • Maltase. Enzim yang dihasilkan oleh usus kecil dan berfungsi untuk mencerna maltosa. Zat maltosa banyak terdapat dalam biji-bijian dan gandum.
  • Amilase. Enzim yang memecah karbohidrat dan tepung menjadi glukosa (lebih sederhana).

Artikel Lainnya: Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Probiotik?

Ketika organ pankreas bermasalah atau habis dioperasi, produksi enzim-enzim tersebut pun dapat terhenti.

Hal ini membuat proses penghancuran dan penyerapan makanan menjadi tidak maksimal. Karena itulah, orang-orang yang punya masalah pankreas bisa mengonsumsi suplemen enzim setelah makan.

Selain penderita gangguan pankreas, orang-orang dengan gangguan metabolik juga bisa mengonsumsi suplemen tersebut.

Gangguan metabolik merupakan kelainan pada gen yang pada akhirnya menyebabkan tubuh kekurangan enzim pencernaan sehingga metabolisme berjalan tidak normal.

Kebutuhan enzim penderita gangguan metabolik jauh lebih besar ketimbang orang sehat. Jadi, penderita gangguan metabolik bisa mengonsumsi suplemen enzim agar pencernaan dan metabolisme tubuh bisa berjalan dengan lancar.

Begitu pula dengan orang dengan penyakit Gaucher, yaitu penyakit keturunan yang membuat tubuh tak mampu memecah lemak sehingga zat tersebut tertumpuk di sumsum tulang belakang, limpa, dan organ hati.

Karena belum bisa disembuhkan, maka untuk meringankan gejala penyakit tersebut, penderitanya diberikan suplemen enzim.

Artikel Lainnya: 6 Makanan Probiotik Selain Yoghurt yang Baik untuk Pencernaan

2 dari 3 halaman

Adakah Cara Lain Memperlancar Pencernaan Selain dengan Suplemen Enzim?

Bagi orang dengan gangguan pankreas, penderita penyakit metabolik dan/atau Gaucher,  suplemen enzim harus dikonsumsi agar fungsi metabolisme tubuh dapat berjalan optimal.

Namun, bagi orang yang sehat, dr. Devia menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan lain yang bisa menambah enzim pencernaan.

“Kalau Anda masih sehat, tidak perlu konsumsi enzim tambahan. Lebih baik konsumsi makanan yang membantu meningkatkan enzim pencernaan. Misalnya, buah pisang, pepaya, nanas, atau yoghurt,” kata dr. Devia.

Jika memang Anda perlu minum suplemen enzim, hindari mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong. Enzim tambahan harus dikonsumsi setelah makan, agar tidak mengiritasi saluran pencernaan.

Selain itu, terdapat beberapa enzim tambahan berupa tablet atau kapsul dengan lapisan gula. Meski aromanya menarik dan rasanya manis, hindari untuk mengulum atau mengisapnya karena bisa jadi faktor penyebab iritasi mulut dan gusi.

Kini Anda sudah mengetahui perlu atau tidaknya konsumsi suplemen enzim setelah makan. Bila Anda masih ada pertanyaan tentang efek konsumsi enzim ataupun masalah kesehatan lainnya, langsung saja konsultasi dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar